
"Gi, disini." Stevy melambai ke arah Ragiva yang baru saja masuk ke dalam Cafe.
"Cepet juga kamu, Vy." Ucap Ragiva duduk di kursi sebelah Stevy.
"Jane mana?" Tanya Ragiva menyapu sekeliling ruangan namun tak menemukan keberadaan sahabatnya itu.
"Oh, katanya sih dia telat. Ada urusan." Jawab Stevy memainkan ponselnya.
"Urusan apa?"
"I don't know. Mungkin lagi sama pacarnya kali." Ucap Stevy mengedikkan bahunya.
"Pesen yuk. Laper nih." Pinta Stevy memegang perutnya yang sedari tadi keroncongan.
"Yaudah, sekalian pesenin buat Jane juga."
Stevy pun memanggil waitress dan menyebutkan pesanannya yang kemudian di tulis oleh waitress tersebut.
Setelah waitress pergi, Stevy membuka pembicaraan pada Ragiva.
"Gi, Gue mau ngomong sesuatu." Ucap Stevy menatap serius ke Ragiva.
"Mau ngomong apa sih,Vy? Serius banget." Ucap Ragiva menatap Stevy yang terlihat serius.
"Tapi Lo janji ya jangan kasih tau Jane dulu." Pinta Stevy.
"Emang apa sih?" Tanya Ragiva semakin penasaran dengan apa yang akan di katakan Stevy.
Baru saja Stevy ingin membuka mulut untuk bicara, dihentikan oleh Waitress yang datang.
__ADS_1
"Ini pesanannya, Mbak." Ucapnya menaruh beberapa makanan dan juga minuman di meja.
"Makasih, mbak." Balas Ragiva dengan senyum manisnya.
Setelah Waitress pergi, Stevy kembali ingin menceritakan apa yang selalu mengganggu benaknya beberapa hari ini.
"Jadi gini, Gi. Masa kan Gue-"
"Hayoo ngomongin apa? Ngomongin gue yak?" Potong Jane yang baru saja datang dan duduk di sebelah kedua sahabatnya.
"Enak aja.. GR banget sih." Stevy melirik jengah ke arah Jane yang tak lain adalah sepupunya sendiri yang hanya beda 2 bulan lebih tua darinya.
"Udah-udah. Kebetulan nih Lo udah dateng. Ayo makan. Habis itu kita ke Mall ya." Sela Ragiva mengkhiri perdebatan sahabatnya itu.
Mereka pun menyantap makan yang telah di pesan tadi. Setelah selesai, mereka bertiga pun keluar dari kafe dan menuju mall yang kebetulan tidak jauh dari kafe tersebut.
Mereka masuk ke dalam mobil Ragiva dan menuju ke mall. Di perjalanan tampak mereka bersenda gurau dan menyanyi bersama lagu kesukaan mereka, Stuck with You - Justin Bieber ft. Ariana Grande.
"Coba Justin Bieber belum nikah, Gue mau tuh jadi kandidat calon istrinya." Ucap Stevy yang duduk di bangku belakang membuat Jane segera berbalik melihat dia.
"Jangan mimpi adikku sayang. Ini masih siang." Ejek Jane kepada Stevy membuat Stevy mengerucutkan bibirnya.
"Emang siapa yang mimpi?" Ketus Stevy.
"Ya Elo lah." Ucap Jane penuh kemenangan. Sedangkan Ragiva yang dari tadi mendengar celotehan sahabatnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil fokus menyetir.
"Lagian ya.. Kalopun Justin Bieber belum nikah, belum tentu juga mau sama Lo. Istrinya aja cantik kaya gitu. Masa mau sama yang model beginian." Jane menunjuk Stevy dengan gaya mengejek membuat Stevy naik pitam.
"Apaansih Lo Jane." Ketus Stevy emosi dengan sepupunya itu.
__ADS_1
"Eh, tapi gapapa juga sih. Lagian kan Gue udah punya babang Riswan tercinta." Stevy memegang kedua pipinya memikirkan dambaan hatinya.
"Halah.. Jadian aja belom." Ucap Janeeta.
"Tunggu aja. Dalam proses kok." Ucap Stevy percaya diri menunjukkan senyum cengengesannya membuat Janeeta mengacak rambutnya.
"Janeeee!" Teriak Stevy membuat Jane segera menutup telinganya.
"Udah udah.. Ayo turun! udah sampe nih." Sela Ragiva menyadarkan mereka berdua.
"Let's go." Ucap Jane yang sudah turun dari mobil diikuti oleh Stevy dan Ragiva.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam mall.
*Ragiva Allya Ananta
*Devan Albert Sean
***Tbc
Makasih Guys karena udah sempetin mampir ke novel ini.
Ini novel kedua aku, dan semoga bisa diterima dengan baik Yah.
Aku berharap banget kepada para pembaca agar bisa meninggalkan like, komen maupun votenya supaya author bisa lebih semangat update eps terbarunya.
__ADS_1
Terima kasih***:)