Friendship Love Story

Friendship Love Story
Part 8


__ADS_3

Malam penandatanganan kontrak sekaligus malam perencenaan pernikahan. Tak terasa, tibalah saatnya hari dimana Ragiva memulai kehidupan baru sebagai seorang istri. Seorang istri? Ya, meski didasari dengan sebuah kontrak.


Acara berjalan dengan lancar di sebuah gedung hotel yang megah milik keluarga Sean, setelah Devan megucapkan akad dengan fasih.


Pesta terlihat sangat meriah, Keluarga besar Sean, kolega bisnis, serta beberapa karyawan Sean.Corp yang terpilih turut hadir dalam acara pernikahan indah nan mewah ini. Namun, pihak Ragiva hanya di datangi kedua orang tuanya dan juga kedua sahabatnya, Janeeta dan Stevy.


"Selamat ya, Nak. Sekarang kamu sudah menikah. Jadi, kamu harus adil dalam urusan rumah tangga dan pendidikan kamu. Jangan buat suami kamu marah ya Nak." Derlin memberi wijangan pada putri kesayangannya dan memeluknya dengan erat. Begitu juga dengan Arya yang ikut memeluk putrinya yang kini berdiri di samping Devan.


"Aku akan ngelakuin apapun demi kalian berdua, Mami, Papi." Batin Ragiva tersenyum.


"Gi, Selamat Ya atas pernikahan Lo. Tapi kalo ada masalah, jangan sungkan ngomong sama kita." Cerocos Stevy membuat Jane mencubit lengannya.


"Tu mulut gabisa apa dijaga? Nyadar tempat juga kali. Tuan Devan masih ada disini." Bisik Jane pafa Stevy lalu melirik Devan yang hanya menatap mereka bertiga dengan datar.


Ragiva pun memeluk kedua sahabatnya, mengerti dengan maksud Stevy yang mencoba menghiburnya.


***

__ADS_1


Setelah beberapa jam resepsi, akhirnya selesai juga. Devan dan Ragiva memilih untuk beristirahat di kamar Suite President di hotel milik keluarganya tersebut.


Ragiva tak berkedip meihat kemewahan kamar yang dipijakinya saat ini. Desain interior modern menampakkan jelas kemewahan dan keindahan di setiap sudutnya.


"Mewah banget. Kamar ini bahkan 3 kali lipat lebih luas dari kamarku." Puji Ragiva dalam hati.


"Hei.. Apa kau menunggu lalat untuk memasuki mulutmu baru kau akan menutupnya?" Tegur Devan yang sudah melepas jas nya dan duduk di atas sofa.


"A-Anu.." Ragiva tersadar dan langsung salah tingkah karena kelakuan bodohnya yang membuka mulutnya karena kagum.


Ragiva langsung menarik kopernya mendekat ke arah Devan dan meletakkannya di sana.


Ragiva tersadar dari lamunannya setelah beberapa menit. Saat Ia berbalik, Ia mendapati Devan sudah tidak ada di tempat.


"Kemana dia pergi?" ucap Ragiva linglung.


Ia pun memilih untuk merebahkan badannya di kasur , karena kelelahan akibat resepsi yang mengharuskannya berdiri berjam-jam.

__ADS_1


Beberapa menit, akhirnya Ia pun tertidur.


Devan membuka pintu kamar mandi dan mendapati Ragiva yang kini tengah tertidur dengan posisi telentang di atas kasur.


"Anak ini. Apa tidak bisa lebih buruk lagi dari ini?" Ujar Devan mengangkat kaki Ragiva sebelah dan membantingnya kesamping agar tak menempati semua tempat tidur.


"Mandipun tidak." Batin Devan menatap Ragiva dengan ekspresi jijik.


Namun karena lelah, Ia pun ikut berbaring di samping Ragiva dengan jarak yang cukup luas dengan posisi saling membelakangi.


Tanpa menunggu lama, akhirnya Devanpun ikut tertidur.


TBC


Hi, Guys.


Jangan lupa ninggalin Like, komen, dan votenya ya Guys🙏

__ADS_1


Dan author juga minta tolong agar teman-teman share ke teman yang lain ya:)


Enjoy it😊


__ADS_2