
Janeeta keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama mandi dan handuk yang dililitkan di kepalanya.
Janeeta duduk di depan meja rias menatap wajahnya di cermin sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Ia menghentikan aktivitasnya saat ponselnya berbunyi tanda notifikasi masuk.
Jane mengambil ponselnya di atas nakas lalu membuka notifikasi masuk.
Jane membulatkan matanya saat melihat foto yang dikirim dari nomor tak dikenal.
"Br*ngsek!" Teriak Jane membanting ponselnya hingga layarnya terlihat retak.
Tiba-tiba air mata lolos dari pelupuk matanya, membuat Jane dengan cepat menghapusnya.
***
Jam 19.15
Stevy terlihat duduk di sebuah kafe mengenakan pakaian casual namun terlihat sangat cantik di mata banyak pria. Terbukti saat Ia masuk di Kafe, semua mata laki-laki tertuju pada sosoknya.
Stevy memang terkenal sebagai gadis cantik nan ramah di kampus bersama kedua sahabatnya, Ragiva Dan Janeeta . Itu yang membuat banyak kaum Adam di kampus berlomba-lomba untuk mendapatkan hatinya. Bahkan tak sedikit anak sultan yang mengincarnya di kampus. Namun, meski demikian, Ia tetap memilih lelaki yang jauh dari kata kaya. Bahkan hanya anak dari seorang kuli bangunan.
"Hey." Sapa Riswan yang baru saja datang dan duduk di depan Stevy.
"Kamu udah lama?" Tanya Riswan.
"Belum, Kok." Ucap Stevy menampilkan senyum manisnya.
Stevy sengaja mengajak Riswan keluar dengan alasan ada hal penting yang ingin di sampaikan.
Stevy sudah lama menyimpan perasaan pada Riswan, bahkan sejak mereka masih SMA. Namun, Riswan terlihat tak pernah peka dengan perasaan Stevy. Ia menganggap semua orang disekitarnya sebagai teman. Bahkan banyak gadis yang pernah menyatakan cinta padanya, meski Ia adalah laki-laki. Karena selain tampan, Riswan juga merupakan mahasiswa terbaik di kampusnya. Perekonomian yang terbatas tak membuatnya malu dan malah Ia jadikan sebagai motivasi untuk belajar.
Hal itu pula lah yang membuat seorang Stevy tertarik dengan sosok laki-laki di hadapannya.
__ADS_1
Stevy memesan makanan dan miuman, begitu juga dengan Riswan.
Mereka menyantap makanan dan minumannya. Setelah selesai, Stevy mengajak Riswan berjalan-jalan di tepi danau.
Mereka duduk di salah satu bangku yang ada di tepi danau. Stevy mengusap kedua bahunya karena kedinginan membuat Riswan yang melihatnya melepas jaket dan memakaikannya pada Stevy.
Stevy terkejut dengan perlakuan Riswan, namun jujur saja hal itu membuat hatinya sangat berbunga-bunga.
"Makasih." Ucap Stevy tersenyum.
Mereka kembali menatap kedepan hingga keheningan datang beberapa menit membuat Riswan membuka suara.
"Vy, kamu mau bilang apa?" Tanya Riswan to the point membuat Stevy melirik Riswan sambil menaikkan kedua alisnya.
Stevy tersenyum lalu menatap danau yang ada di depan mereka. Stevy menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya. Ia kini memosisikan tubuhnya menghadap Riswan membuat Riswan menatapnya dengan heran.
"Wan, sebenernya aku.." Stevy masih ragu untuk jujur pada Riswan melihat sikap Riswan sebelumnya pada wanita-wanita lain.
Riswan menaikkan kedua alisnya meminta Stevy melanjutkan ucapannya.
Stevy menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Riswan bernafas lega.
"Wan, Sebenernya Aku..Aku suka sama kamu." Jujur Stevy membuat Riswan sedikit terkejut. Bagaimana tidak? Gadis cantik dan kaya yang sedari SMA sudah menjadi sahabatnya itu mengungkapkan perasaan padanya yang hanya anak dari kuli bangunan.
Riswan tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Stevy dengan gemas.
"Kamu ngga berubah dari dulu. Selalu suka bercanda." Ucap Riswan.
Stevy menatap Riswan dengan tatapan sendu.
"Aku ngga bercanda, Wan." Batin Stevy.
__ADS_1
"Wan, aku ngga-"
Drrttt..
Drrttt..
Ucapan Stevy terhenti saat ponsel Riswan tiba-tiba berbunyi.
"Vy, Aku jawab telepon dulu." imbuh Riswan diangguki Stevy.
"Halo." Ucap Riswan.
....
"Apa? Oke, Aku kesana sekarang." Ucap Riswan panik.
"Vy, Aku pulang dulu, Ya." Pamit Riswan.
"Ada apa, Wan?" Tanya Stevy bingung.
"Bapak jatuh dari tangga." Jawab Riswan membuat Stevy terkejut.
"Terus gimana?" Tanya Stevy.
"Sekarang Bapak lagi di rumah sakit."
" Yaudah, Ayo kita kesana. Pakai mobil aku aja." Ajak Stevy membuat Riswan mengangguk dan segera menuju ke mobil Stevy.
***Stevy Amora
__ADS_1
*Riswan