Friendship Love Story

Friendship Love Story
Part 10


__ADS_3

Janeeta termenung merasakan dinginnya angin malam menelusuri kulitnya. Menengadahkan kepalanya menatap ribuan bintang membuatnya tenang. Tiba-tiba bunyi notifikasi dari lonselnya mengalihkan fokusnya. Ia mengambil benda pipih tersebut dari atas meja lalu melihat siapa yang mengiriminya pesan.


Ia mengerutkan dahinya saat melihat nomor tak dikenal mengiriminya pesan.


"Malam, Jane. Kau bahkan lebih indah dari bintang yang kau tatap." tulis si pengirim pesan.


Jane melihat ke bawah dan tak mendapati siapa-siapa selain keheningan.


"Penguntit?" Gumam Jane dalam hati.


Ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu balkon.


Ia masih penasaran dengan orang yang mengiriminya pesan, namun rasa penasarannya dikalahkan oleh rasa kantuknya yang tiba-tiba.


Ia pun memilih untuk tidur dan mengabaikan hal yang mengganggu pikirannya.


***


Keesokan Paginya


"Jane, bangun!"

__ADS_1


"Woi Jane. Cantik gini kok tidurnya kayak kebo sih? Bangun ih. Udah jam berapa nih?!"


Janeeta mengerjapkan kedua matanya berusaha untuk memperjelas penglihatannya.


"Vy, ngapain Lo pagi-pagi di kamar gue?" Tanya Jane saat Ia sepenuhnya bangun.


"Ya mau jemput Lo lah. Kan Lo yang kemarin minta dijemput? Tau gini, mending Gue ke rumah babang Riswan." Ketus Stevy membuat Jane menyebikkan bibirnya lalu menyentil kening Stevy.


"Dasar Lo yah. Lebih milih jemput orang lain daripada seppupu sendiri." Protes Jane membuat Stevy nyengir.


"Yaudah, sana mandi. Gue mau ke bawah liat Aunty masak sarapan. Sekalian mau ikut sarapan juga, hehe." Stevy pun berlari kecil keluar dari kamar Jane dan turun ke lantai 1, karena kebetulan kamar Jane berada di lantai 2.


Jane hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya itu.


***


Namun sekarang semua berbeda, Ia tinggal bersama orang asing yang bahkan Ia tak mengenalnya sama sekali. Dan lebih sialnya, itu adalah suaminya sendiri.


Ragiva menghela nafas panjang meratapi nasibnya yang enta menuju ke mana.


Ragiva beranjak dari tempat tidur hendak masuk ke kamar mandi. Ia berulang kali menguap karena masih ingin bermanja dengan kasur dan selimut yang super nyaman baginya, namun harus Ia tinggalkan karena sebentar lagi jam kuliah akan dimulai.

__ADS_1


Ia langsung membuka pintu kamar mandi tanpa memperhatikan bahwa di dalam ada orang.


"Heh.. Apa aku mimpi? Kenapa aku melihat Pria dingin itu di kamar mandi? dan..." Wajah Ragiva memerah karena pemandangan yang dilihatnya.


Devan yang kini berdiri di bawah shower tanpa memekai sehelai benang pun tak sadar dengan kehadiran Ragiva.


Ragiva mengucek matanya karena masih ragu dengan hal yang dilihatnya. Ia mengerjapkan matanya dan melihat kembali pemandangan di depannya. Ia berharap semoga ini hanya mimpinya karena belum sadar seutuhnya dari tidurnya.


"Aku pasti gila karena memikirkannya" Bathin Ragiva.


Namun yang diharapkannya nahas. Yang berada didepannya memanglah Devan. Bukan dalam mimpinya, tapi tepat di depan matanya.


"Aaarrrggggg..." Teriak Ragiva sadar dengan apa yang dilihatnya. Ia keluar dari kamar mandi dengan membanting pintu, membuat Devan langsung menghentikan aktivitasnya dan segera memakai handuknya.


Ragiva masih bergulat dengan pikirannya.


"A-apa yang kulihat barusan? I-i-itu aku melihatnya. Roti sobek, dan a-anunya kenapa bisa besar dan panjang begitu?" Wajah Ragiva tak dapat lagi dikondisikan. Bahkan sudah seperti udang rebus karena malu.


Ragiva menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menyadarkan dirinya sampai tak sadar Devan sudah berada tepat di belakangnya.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Devan di telinga Ragiva membuat Ragiva merinding akibat hembusan nafas Devan yang sangat dekat.

__ADS_1


Ragiva langsung berbalik dan melototkan matanya karena wajah Devan hanya berkisar beberapa centi darinya. Apalagi saat ini Devan hanya memakai handuk putih sebatas lutur di pinggangnya yang otomatis membuat perut sixpack dan dada bidangnya terekspos.


"Sangat tampan." Batin Ragiva dengan jantung yang tak bisa dikendalikan dan wajah bersemu merah.


__ADS_2