
"Ceritanya panjang".
Stevy ikut duduk di samping Riswan dengan wajah penasaran.
"Maksud kamu apa, Wan?" Stevy semakin dibuat penasaran.
Riswan termenung menatap ke depan seakan sedang memikirkan sesuatu. Dia bingung apakah Ia harus memberi tau Stevy keadaannya sekarang atau mungkin tunggu sampai semuanya kembali pulih. Jika Ia mengatakannya pada Stevy, mungkin wanita itu akan menawarkan bantuan yang tentu saja itu adalah hal yang tidak diinginkan oleh Riswan. Ia tidak ingin memanfaatkan kebaikan Stevy padanya. Ia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa campur tangan dari orang lain, apalagi dari seorang wanita.
"Wan!" Stevy menepuk pundak Riswan, membuat lelaki itu terlonjat kaget.
"Kamu kenapa sih, Wan? Andre tadi bilang kalau kamu udah beberapa hari ngga ke kampus. Kamu punya masalah? Cerita sama aku." Pinta Stevy terlihat khawatir pada Riswan.
Riswan hanya tersenyum menanggapi Stevy.
"Ngga, ngga ada apa-apa." Elak Riswan.
Stevy semakin yakin jika Riswan menyembunyikan sesuatu darinya, namun Ia tak berkomentar banyak. Jika Riswan belum bisa mengatakan apa masalahnya, Ia akan menunggu sampai Riswam siap.
"Okay. Tapi aku mohon sama kamu, Wan. Apapun masalah kamu, seberat apa pun itu. Ingat! Wku akan selalu ada dan siap untuk mendengarkan semuanya." Tulus Stevy.
Riswan tersenyum pada Stevy lalu mengacak-ngacak rambut wanita berdarah Belgia Indonesia itu.
"Maaf, Vy. Aku akan memecahkan masalahku sendiri. Aku ngga mau kamu, atau siapa pun itu repot menanggung beban bersamaku." Batin Riswan menatap Stevy yang tersenyum padanya.
Tiba-tiba bunyi ponsel membuat Stevt mengalihkan fokusnya mengecek siapa yang menghubunginya.
Di layar tertulis nama Ragiva, membuat segera mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo, Gi. Kenapa?"
"Stevy, Lo dimana? Jane nyariin nih." Ragiva to the point.
Stevy baru ingat jika Jane sepupunya masih di kampus.
"Oke, Gue ke sana sekarang." Stevy pun pamit pada Riswan dan dengan terburu-buru ke mobilnya untuk menjemput Jane.
***
Sementara Ragiva dan Jane menunggu Stevy di depan kampus.
"Gi, Lo pulang aja." Seru Jane.
Ragiva memang setia menemaninya dari tadi. Bahkan Ragiva sampai menyuapkan makanan padanya, padahal Ia bisa melakukannya sendiri. Namun, dengan sikap Ragiva itu lah yang membuat Jane nyaman bersahabat dengannya.
"Gi, gue ngga apa-apa. Lagian ini tempat ramai. Ngga mungkij Vito berani macam-macam. Tuh liat, supir Lo udah nungguin dari tadi, kasian." Jane menunjuk pada supir yang diutus Devan untuk Ragiva.
Ragiva menghela nafas berat. Tiba-tiba matanya menangkap sosok laki-laki jangkung yang berjalan ke arah mereka berdua sambil tersenyum.
"Hi." Ucap Ryan yang dibalas senyum ramah oleh Ragiva, sedangkan Jane berbalik menatap lelaki tersebut.
"Yaudah, Jane. Kalo gitu Gue pulang dulu yah." Ragiva pamit dan memeluk Jane.
"Ryan, jagain Jane yah." Pinta Ragiva tersenyum puas.
Sebenarnya, Ragiva memang telah menghubungi Ryan untuk menemani Jane. Ia tau perasaan Ryan pada sahabatnya itu sangat tulus. Bahkan saat Jane pacaran dengan Vito, Ryan tetap setia menunggunya. Bahkan Ryan menolak beberapa wanita yang mencoba mendekatinya hanya untuk Jane. Padahal Jane sama sekali atak pernah meliriknya sekalipun.
__ADS_1
"Ryan, kali ini Gue dukung Lo." Gumam Ragiva tersenyum senang saat berada di dalam mobil.
"Makasih." Jane memulai pembicaraannya saat Ryan telah duduk di sampingnya.
Ryan menaikkan kedua alisnya menatap Jane yang bahkan saat bicara pun tak meliriknya sama sekali.
"Makasih karena udah nolongin Gue tadi." Ucap Jane datar tanpa memalingkan wajahnya sedikitpun.
Ryan hanya tersenyum sumbang mendengar ucapan Jane.
"Dan, maaf juga karena udah ngerepotin Lo." Jane seakan enggan untuk berbicara bahkan melirik Ryan barang sedetikpun.
"Aku ngelakuin itu semua tulus, Jane. Kamu ngga perlu minta maaf."
"Dan.. Aku akan ngelakuin apa pun selama itu untuk Kamu." Ryan menatap lekat-lekat Jane yang tak bergeming.
"Jane, Kamu tau Aku-"
"Ryan, Gue pulang dulu." Jane memotong ucapan Ryan dan langsung masuk ke dalam mobil Stevy yang baru sampai.
Sedangkan Stevy hanya memgernyitkan dahinya melihat drama yang sebenarnya baru saja di mulai.
"Jane, waktu masih panjang. Selama aku masih bernafas, Aku akan terus mengejarmu dan membuatmu bisa mencintaiku." Bathin Ryan menatap mobil Stevy yang perlahan menghilang dari pandangannya.
TBC.
Jangan lupa likenya Guys😊
__ADS_1