Friendship Love Story

Friendship Love Story
Part 13


__ADS_3

Ragiva yang baru datang juga diberitahu pada Meta tentang masalah Jane tadi pagi.


Ragiva pun segera menuju ke ruang UKS untuk memastikan keadaan sahabat ysng sudah dianggapnya seperti saudara itu.


"Jane, Lo ngga apa-apa?" Tanya Rwgiva panik saat masuk dan melihat Jane yang sedang berbaring, sementara Stevy menemani sepupunya itu.


"Ragiva." Jane langsung memeluk Ragiva dan kembali menitikan air mata mengingat apa yang terjadi padanya tadi pagi.


Bagi Jane, semua kesalahan juga tak bisa sepenuhnya di arahkan pada Vito. Jane selalu menceritakan kejanggalannya pada Ragiva, dan Ragiva memang sejak dulu tidak pernah setuju jika Jane bersama Vito. Tapi Jane lebih memilih mengikuti perasaan daripada logikanya sendiri.


Ragiva membalas pelukan Jane berusaha menenangkannya.


"Udah, ngga apa-apa. Sekarang Lo udah bebas dari psikopat itu. Dan selanjutnya, Gue mohon banget sama Lo, apa pun yang terjadi ke depannya Lo harus berani hadapin semua. Jangan diam, Jane. Gue tau Lo bisa ngelewatin semua ini." Mereka saling berpelukan.


Tentu saja kata-kata Ragiva membuat Jane lebih tenang dan akan lebih berhati-hati ke depannya. Bagaimanapun Ia harus kuat dan berani melawan konsekuensinya.


Ia tau dari dulu bahwa Vito pernah menjadi tersangka kriminal, dan orang tuanya adalah mantan narapidana akibat korupsi yang dilakukannya.


Tapi Jane dibutakan cinta dan malah berani mengambil resiko untuk pacaran dengan Vito. Ia termakan rayuan Vito dan berhasil terjerat dalam perangkap laki-laki itu. Hingga pada akhirnya, Vito memanfaatkan hubungannya dengan Jane untuk mendapatkan suntikan dana dari perusahaan keluarga Jane untuk perusahaan orang tuanya.


***


Riswan hari ini tidak pernah terlihat di kampus membuat Stevy bertanya-tanya dalam hati.


"Apa gue telpon aja kali ya?" Stevy mengambil ponsel di tas nya dan mencari nomor Riswan.

__ADS_1


"The number your calling is not in area.."


Suara sistem membuat Stevy mengerutkan dahinya.


"Kok ngga aktif? Kemana sih babang Riswan?" Gerutu Stevy.


"Nyariin Riswan Ya?" Laki-laki jakung tiba-tiba muncul membuat Stevy terkejut dan hendak memukul kepala laki-laki itu.


"Eiits.. Jangan mukul dulu!" Pinta Andre yang merupakan teman dekat Riswan.


"Lo nyari Riswan kan?" Tanya Andre membuat Stevy melirik jengah padanya.


"Riswan udah beberapa hari ngga ke kampus." Ujar Andre.


Stevy menatapnya dengan tatapan penasaran sambil menaikkan sebelah alisnya.


Stevy pergi begitu saja setelah mendengar ucapan Andre tanpa menghiraukannya.


"Yeh.. Kalo soal Riswan aja cepet. Ngga bilang makasih pula. Dasar Bucin" Ejek Andre yang ternyata masih bisa di dengar oleh Stevy.


Stevy menghentikan langkahnya dan berjalan mundur kembali ke Andre membuat laki-laki itu menatapnya heran.


"Apa Lo bilang tadi?" Stevy melotot ke arah Andre saat tepat berada di depannya.


"Ng-ngga, gua ngga ngomong apa-apa." Elak Andre.

__ADS_1


Dan lagi-lagi Stevy meninggalkannya begitu saja membuat Andre mengusap dadanya.


Stevy menepikan mobil Ferrari miliknya di pinggir jalan. Rumah Riswan berada di lorong yang cukup sempit yang hanya bisa dilalui oleh sepeda dan motor.


Stevy turun dari mobil dan berjalan menyusuri lorong menuju rumah Riswan.


Stevy sampai di depan rumah yang cukup sederhana. Rumah itu terlihat sepi seperti seperti tak berpenghuni.


Stevy sempat ragu-ragu untuk melanjutkan langkahnya.


Saat hendak mengetuk pintu, tiba-tiba


"Stev, Kamu ngapain di sini?" Suara seseorang membuat Stevy segera berbalik menatapnya.


"Loh, Wan." Stevy menatap Riswan dengan tersenyum lalu mengamati penampilan Riswan dari atas ke bawah yang memakai pakaian dan sepatu layaknya anak kampus lengkap dengan ranselnya.


Stevy menatap Riswan dengan bingung.


"Loh, bukannya kamu udah tiga hari ngga ke kampus? Kok pakaian kamu kayak gini?"


Riswan langsung memberi isyarat pada Stevy untuk memelankan suaranya dan melirik ke sekitar kalau kalau ada yang mendengar ucapan Stevy, terutama kakak dan bapaknya.


Riswan menarik tangan Stevy menjauh dari rumahnya membuat Stevy mengikutinya dengan bingung.


"Wan, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu kayak aneh gitu?" Imbuh Stevy menatap kelakuan Riswan yang aneh.

__ADS_1


"Ceritanya panjang." Jawab Riswan mendudukkan badannya di kursi taman yang tak jauh dari rumahnya.


__ADS_2