Future : World

Future : World
EPISODE 9 : TIDAK BURUK JUGA


__ADS_3

Setiap Hari Kasuto dan Kishi mengunjungi Kitanda sambil membawakan makanan kesukaannya. Dan Kitanda sudah mulai bisa menggerakkan lengannya walaupun hanya sedikit berarti kondisi Kitanda mulai membaik.


"Wah... Kau sudah bisa menggerakkan lengan mu. Kau memang hebat Kitanda" Ucap Kishi.


"Berhenti lah bicara begitu padaku. Aku seperti dianggap baru lahir"


Ucap Kitanda sambil tertawa.


"Kau pulih dengan cepat ya ternyata"


Ucap Kasuto.


"Ini semua berkat kalian yang terus menjenguk Kitanda. Saya mengucap kan banyak terima kasih" Ucap Ibu Kitanda.


Keesokan harinya Kasuto mendapatkan informasi dari para pedagang bahwa dalam beberapa hari lagi akan diadakan aksi demo di dekat rumah sakit Hanama.


"Permisi mas. Saya mau membeli bunga mawar ini. Berapa ya mas?" Ucap Kasuto.


"Satu tangkai harganya 30000 Hara"


Ucap Pedagang.


"Mahal sekali! Ini namanya perampokan"


Ucap Kasuto.


"Mau beli apa tidak?" Ucap Pedagang.


"Ya sudah beli tiga tangkai" Ucap Kasuto.


"Ini dia. Silahkan mampir lagi"


Ucap Pedagang.

__ADS_1


"heeeeehh" Ucap Kasuto.


"Dan satu lagi nak. karena kau sudah membeli daganganku, aku akan memberitahumu sesuatu yang sangat penting. tiga atau empat hari lagi akan ada aksi demo lagi di Taman Kota Hamada"


Ucap Pedagang.


"Heh... Bukannya demo sering dilakukan di pusat Kantor Hamada ya" Ucap Kasuto.


"Kau kan tau berapa banyak nyawa melayang dengan sia-sia pada aksi demo di pusat Kantor Kota Hamada. Agar mengurangi jumlah korban. Mereka akan mengadakan blokade jalan dan akan meluncurkan serangan dari Taman Kota Hamada"


Ucap Pedagang.


"Apa yang harus dilakukan?" Ucap Kasuto.


"Sudah jelaskan. Kau tidak boleh keluar rumah. dan juga kemungkinan jika pemerintah turun tangan, maka kemungkinan organisasi yang turun adalah organisasi yang bernama DART" Ucap Pedagang.


"hooh... Klo begitu saya permisi dulu"


Ucap Kasuto.


Setelah mengetahui hal itu Kasuto langsung pulang ke rumah Kishi dan tidak jadi mengunjungi Kitanda di rumah sakit Hanama Untuk memberi tahu Kishi hal itu.


"Aku pulang!. Hei Kishi kamu dimana?!"


Ucap Kasuto sambil berteriak.


"Aku ada Didapur"


Ucap Kishi.


"Kishi ada hal penting yang harus ku beritahukan padamu" Ucap Kasuto.


"Apa itu?" Ucap Kishi.

__ADS_1


"tiga atau empat hari lagi akan diadakan aksi demo di Taman Kota Hamada. Katanya mereka akan melakukan blokade jalan dan meluncurkan serangan dari sana ke pusat Kantor Pemerintah Hamada" Ucap Kasuto.


"Oh... eh.... apa kau bilang di Taman Kota Mahada??!!!" Ucap Kishi yang terkejut.


"Iya" Ucap Kasuto.


"Gawat... Bukan kah itu dekat denganrumah sakit Hanama" Ucap Kishi.


"AH... apa yang harus kita lakukan?"


Ucap Kasuto.


"Tidak ada pilihan lain kita harus menginap disana untuk beberapa hari lagi" Ucap Kishi.


"Bukan kah kita bisa memberitahu pihak rumah sakit akan hal ini" Ucap Kasuto.


"Walaupun diberitahu. Mereka juga tidak akan peduli dengan pasiennya. kemungkinan hanya mereka sendiri yang pergi menjauh.


Ucap Kishi.


"Kenapa begitu?" Ucap Kasuto.


"Karena jika pasien itu sendiri telah tiada karena suatu hal dari luar rumah sakit. Maka uang jaminannya akan jatuh ke kepala rumah sakit itu bukan ke keluarga pasien itu sendiri"


Ucap Kishi.


"Kenapa ada hal yang begitu aneh di kota ini?"


Ucap Kasuto.


"Karena itu adalah Peraturan dari Sistem Pemerintahan Kota Hamada Ini"


Ucap Kishi.

__ADS_1


Mereka menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk bermalam di rumah sakit Hanama untuk menjaga dan melindungi Kitanda. karena kondisi Kitanda belum pulih total dan juga Kitanda tidak bisa berjalan maupun berlari.


__ADS_2