
"Bagaimana senjata itu bisa hilang"
Ucap Kishi yang sedang panik.
"Aku tidak tahu. Kau kan lihat kemarin aku meletakkannya di kotak yang kau saran kan"
Ucap Kasuto.
"Gawat... Masalahnya ada satu tombol yang belum ku beritahu. Jika pengguna nya menekannya tombol itu. Maka senjata itu akan menyatu dengan penggunanya akan tetapi jika tidak cocok maka senjata itu akan memakan sel-sel tubuh pengguna nya"
Ucap Kishi.
"Apa senjata itu makhluk hidup?"
Ucap Kasuto.
"Karena pembuatnya menggunakan sel-sel dari berbagai macam tanaman dan mahkluk hidup. Bisa di bilang senjata itu hidup" Ucap Kishi.
"Bagaiman senjata itu akan memakan sel penggunanya?" Ucap Kasuto.
"Pembicaraan ini nanti saja kita lanjutkan. Kita harus cepat mencari senjata itu sebelum seseorang menekan tombol itu"
Ucap Kishi.
Kasuto dan Kishi bergegas pergi keluar untuk mencari senjata yang diberikan Kishi untuk Kasuto. setelah lama mencari kemudian, ketika Kasuto dan Kishi melewati rumah Kitanda. Mereka melihat Kitanda di bawa masuk ke dalam Ambulan dan melihat Lengan kirinya yang mulai bengkak.
"Hei! Mungkin Kitanda yang mengambilnya?"
Ucap Kasuto.
"Mungkin iya. Dari dulu kan ia memang sangat mudah membuka sesuatu apalagi dengan Kunci yang biasa" Ucap Kishi.
Kasuto dan Kishi menanyakan apa yang sudah terjadi kepada Kitanda pada ibunya.
__ADS_1
"Permisi Bu. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Ucap Kasuto.
"Saya tidak tahu. Tadi pagi saya mendengar teriakkan anak saya. Ketika saya lihat kondisi anak saya sudah begitu"
Ucap Ibu Kitanda yang sedang menangis.
"Kerumah Sakit mana Kitanda anak ibu dibawa?" Ucap Kishi.
"Rumah Sakit Hanama"
Ucap Ibu Kitanda.
"Klo begitu kami permisi dulu. Apa anda mau ikut bersama kami kesana?"
Ucap Kishi.
"Terima Kasih tawaran nya. Tapi saya harus menunggu suami saya pulang dulu dan langsung pergi kesana"
Ucap Ibu Kitanda.
"Permisi Mba. Saya ingin menjenguk pasien bernama Ai Kitanda" Ucap Kishi.
"Tunggu sebentar ya. Pasien bernama Ai Kitanda berada di lantai 4 No 404"
Ucap Pegawai rumah sakit.
"Terima Kasih Mba" Ucap Kishi.
Setelah sampai dilantai 4 No 404 dimana Kitanda dirawat. Kasuto dan Kishi melihat Senjata yang diberikan Kishi kepada Kasuto dibawa oleh seseorang yang menggunakan rompi bertulisan BULLET yaitu salah satu anggota dari organisasi yang dibuat pemerintah.
"Oy... Oy... Oy.. Jangan bercanda"
__ADS_1
Ucap Kishi.
"Itu nanti saja. Yang penting kita cek keadaan Kitanda dulu" Ucap Kasuto.
Setelah Kasuto dan Kishi masuk di ruangan dimana Kitanda dirawat. Mereka melihat Lengan kiri Kitanda yang dibalut dengan banyak perban.
"Apa yang terjadi padamu Kitanda?"
Ucap Kasuto.
"Kasuto, Kishi Maafkan aku. Maafkan aku.
Aku telah mengambil barang kalian tanpa izin. Aku sungguh sangat minta maaf"
Ucap Kitanda yang sedang menangis.
"Sudah kuduga. Karena sifatmu itu yang sangat penasaran terjadi lah hal seperti ini. Itulah mengapa aku ingin merahasiakan sesuatu seperti itu darimu Kitanda"
Ucap Kishi.
"Aku sungguh minta maaf"
Ucap Kitanda.
"Ya sudah lah. yang terjadi biarlah terjadi.
Kitanda apa kau tau kemana senjata itu akan dibawa?" Ucap Kishi.
"Senjata itu dibawa pergi oleh Anggota Organisasi Pemerintah untuk diteliti. Kemungkinan senjata itu tidak akan dikembalikan. Aku sungguh minta maaf akan hal itu" Ucap Kitanda.
"Sudah lupakan saja" Ucap Kasuto.
"Aku akan berjanji dengan semua kemampuanku aku akan membuatkan senjata yang sama untuk mu Kasuto"
__ADS_1
Ucap Kitanda.
Kasuto dan Kishi pun sering mengunjungi dan mencek keadaan Kitanda, dan juga selalu membawakan makanan kesukaan Kitanda.