
Lamanya Kujo berlari mencari ruangan kontrol rumah sakit. Akhirnya Kujo bertemu dengan Kasuto dan Kishi yang sudah siap untuk berhadapan dengannya.
"Akhirnya ketemu. Ah Sial!! dikunci kalo begitu akan ku dobrak!" Ucap Kujo.
"BRUUKKKK!!!"
(Suara pintu yang didobrak dengan keras).
"KETEMU!!! KALIAN!!!"
Ucap Kujo sambil tertawa.
"Wah... wah... ku ucapkan selamat"
Ucap Kishi.
"Hanya 2 orang saja? Kalian bercanda? melawan aku sang dewa yang turun dari langit untuk membuat kalian Patuh dengan peraturan" Ucap Kujo.
"Hehh... Peraturan aneh itu, harusnya dihapuskan saja. Tidak ada keuntungannya yang ada malah rugi" Ucap Kasuto.
"Kalian sungguh menarik ya!. Kalo begitu akan ku habisi kalian! dan ku buka masker kalian itu" Ucap Kujo.
"Coba saja kalo bisa" Ucap Kishi.
Kasuto dan Kishi berlari untuk melanjutkan rencana mereka. Kasuto dan Kishi berlari menuju ke arah ruangan yang gelap akan tetapi itu tidak berguna untuk Kujo karena dia mempunyai insting yang tajam.
"Hohoho... mau main petak umpet di tempat yang gelap ya. Walaupun gelap begini aku punya insting yang tajam seperti harimau"
Ucap Kujo.
Kujo pun memukul Kasuto yang bersembunyi dibelakang box. Untungnya Kishi melemparkan sebuah flasbang yang terbuat dari bahan-bahan dapur.
"PLASSHHHHH!!!"
(Suara Flasbang).
"Ayo cepat. Kita kita lanjutkan ke rencana B"
__ADS_1
Ucap Kishi.
"Tapi itu terlalu beresiko" Ucap Kasuto.
"Tidak ada pilihan lain. Sebenarnya ketahanan tubuh nya terhadap gas beracun seberapa lama" Ucap Kishi.
"Baiklah kalo begitu" Ucap Kasuto.
Kasuto dan Kishi pun berlari ke sebuah basement paling bawah. Karena disana ada banyak tong yang berisi gas.
"Oy! Oy cukup sudah lari-larinya. Ah... kenapa kepala ku mulai pusing" Ucap Kujo.
"Bagus akhirnya racun nya mulai bereaksi"
Ucap Kishi.
Kasuto dan Kishi pun tiba di basement paling bawah. untuk mengeluarkan semua gas yang ada didalam tong tersebut.
"PPPSSStttttttt"
(Suara gas dari tong).
"Gas ini mungkin akan segera rusak. Jika kita berlama-lama disini" Ucap Kasuto.
Kasuto dan Kishi menunggu Kujo masuk kedalam basement tersebut. Dan akhirnya Kujo masuk ke dalam basement dan terjebak di dalamnya. Dan Kujo pun pingsan.
"Kreeekkkk.."
(Suara besi yang ditempelkan ke pintu).
"Ah... Sial... Aku dijebak. Sial.. Sial... Aku mulai kehilangan kesadaran ku"
Ucap Kujo yang ingin pingsan.
Kasuto dan Kishi pun pergi meninggalkan Kujo yang terkunci di basement penuh dengan gas. Dan Mereka pergi melihat keadaan dari jendela. Mereka melihat banyak korban yang sudah tak bernyawa di sepanjang jalan.
"Sepertinya Aksi Demo sudah selesai. Kasihan sekali mereka hanya untuk meminta keadilan dari pemerintah. Mereka harus mengorbankan nyawa" Ucap Kasuto.
__ADS_1
"Kita berhasil selamat saja sudah beruntung. Untung saja kita tidak bertemu dengan gadis psikopat itu. Jika kita bertemu dia Mungkin kita sudah tidak bernyawa" Ucap Kishi.
Kasuto dan Kishi pun pergi ke sebuah apartement yang disewa untuk mengevakuasi pasien yang tidak mampu berjalan untuk melihat keadaan Kitanda dan pasien lainnya.
"Untunglah kalian selamat dari para organisasi-organisasi itu. Tapi jika kalian bersama kami mungkin kalian akan aman" Ucap Kitanda.
"Kalian bodoh ya? Katanya ingin menjaga anakku tetapi kalian malah ingin membawanya ke tempat paling berbahaya di rumah sakit itu" Ucap Ibu Kitanda.
"Hehehe... Saya minta maaf. Andai saja saya tau anda akan berbuat seperti ini. Mungkin hal ini tidak terjadi" Ucap Kishi.
"Tapi berkat tempat itu kami selamat"
Ucap Kasuto.
Kitanda dan Pasien serta pegawai rumah sakit Hanama harus tinggal di apartemen itu sampai rumah sakit Hanama selesai di renovasi.
"Sial!! siapa sih dua orang itu. Gara-gara mereka aku gagal keluar dari kota busuk ini dan gagal menjadi orang kaya"
Ucap Kepala Rumah sakit yang sangat kesal.
Hanko datang kerumah sakit untuk membawa Kujo yang sekarat kembali ke pusat Kota Pemerintah Hamada.
"Kau ternyata sangat lemah ya Kujo"
Ucap Hanko
Hanko menembak satu buah kamera CCTV dan membuat Kepala Rumah Sakit terkejut.
Seketika Kepala Rumah Sakit ditangkap dan dibawa untuk diamankan karena dia ada sangkut pautnya dengan kejadian sekarang.
"BBRRUUUKKKK"
(Suara dobrak pintu).
"Tangkap Dia. Dia ada sangkut paut nya dengan kejadian ini"
Ucap Pemilik Rumah Sakit Hanama.
__ADS_1
Karena Rumah Sakit itu sedang tahap renovasi akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh organisasi pemerintah. Pemilik rumah sakit Hanama meminta biaya renovasi Rumah Sakit Hanama kepada Pemerintah.