
Sesampai Kasuto di rumah Kishi. Kasuto melihat-lihat koleksi pribadi milik Kishi, dan ternyata Kishi masih menyimpan sebuah gelang yang dibuat Kasuto semasa waktu SMA yang terbuat dari sebuah Karet.
"Hei Kishi. Kamu masih menyimpan gelang yang ku buat ya" Ucap Kasuto.
"Ya. Itu adalah benda paling berharga yang sudah susah payah kau buat untukku"
Ucap Kishi sambil membuatkan minuman.
"Apa masih ada temen kita dulu dari SMA dulu selain kamu yang tinggal di kota ini?"
Ucap Kasuto.
"Hhhmmm.... ada dua atau tiga teman kita yang tinggal disini. sepertinya"
Ucap Kishi.
"Apa kamu tahu tempat tinggal mereka?"
Ucap Kasuto.
"Tidak tahu. Aku hanya berpapasan dan mencoba menanyakannha tetapi mereka sudah menghilang" Ucap Kishi.
Setelah lama berbicara. Ada orang yang menekan bel dan mengantar kan sebuah paket yang dipesan Kishi.
"Ding... Dong.... Ding..."
(Suara bel pintu).
"Kiriman paket..... Silahkan tanda tangan disini. dan silahkan masukkan uang ongkos kirimnya". Ucap Pengantar.
"Baiklah..... Ini uang nya"
Ucap Kishi.
"Terima Kasih. Pak" Ucap Pengantar.
Setelah menerima paket. Kishi membuka paketnya yaitu sebuah Senjata Api Pistol yang harus dipasang secara manual.
__ADS_1
"Akhirnya sudah sampai pesananku. Aku merasa aman" Ucap Kishi.
"Hei bukankah itu pistol. apa diperbolehkan mempunyau pistol di kota sini?" Ucap Kasuto.
"Sebenarnya tidak diperbolehkan. Tetapi jika dibeli secara terpisah dan disatukan kembali anggap saja kita membeli sebuah mainan. Dan juga kota ini sangat tidak aman"
Ucap Kishi.
Setelah selesai menyatukan bagian pistol yang terpisah. Kishi pergi ke atap dan mencoba pistol yang sudah di satukan ya.
"Dooorrr..."
(Suara tembakan pistol).
"Huh ternyata lumayan berat dan Getaran nya sangat Kencang. Sekarang kau cobalah"
Ucap Kishi.
"Hah.... Baiklah" Ucap Kishi.
(Suara tembakan dan pistol terjatuh).
"Maaf aku belum pernah menembak. Baru kali ini aku menembakannya" Ucap Kasuto.
Tidak lama ada petugas keamanan yang datang karena mendengar suara tembakan.
"Tok.. Tok.... Permisi. Boleh saya tanya suara apa tadi?" Ucap Petugas.
"Kami sedang mencoba memindahkan sebuah lemari dan terjatuh. Maaf"
Ucap Kishi.
"Oh... berhati-hatilah dalam bekerja. Saya pikir tadi itu suara tembakan" Ucap Petugas.
"hahaha.... bukan-bukan" Ucap Kishi.
Petugas pergi dari rumah Kishi.
__ADS_1
"Hei Kishi!. Sekarang pistol itu mau kau apakan?" Ucap Kasuto.
"Untuk bertahan hidup. Seringkali aku bertemu dengan orang jahat yang mencoba merampas uangku, Mungkin aku juga harus membelikan mu satu untuk jaga-jaga "
Ucap Kishi.
"Aku tidak butuh. Bisakah kamu membantuku untuk mencari adikku?". Ucap Kasuto.
"Pasti kubantu. Akan ku bantu teman terbaikku yang selalu membantu ku"
Ucap Kishi.
Kasuto dan Kishi mulai berjalan jalan dan mengumpulkan sebuah informasi untuk mengetahui keberadaan adik Kasuto.
"Bisa aku tanya. Andaikan saja Adikmu itu sudah tidak ada lagi. Apa tujuanmu selanjutnya?" Ucap Kishi.
"Semoga saja tidak. Tetapi jika iya, mungkin aku akan pergi ke kota Rea untuk berkumpul dengan keluargaku" Ucap Kasuto.
Ketika Kasuto dan Kishi beristirahat mereka bertemu dengan teman lama mereka yang bernama Kitanda. Seorang perempuan yang sangat menyukai Sains.
"Kasuto, Kishi apakah itu Kalian? bagaimana kabar kalian berdua?" Ucap Kitanda.
"Wahh.... lama gak bertemu Kitanda. Kami berdua baik-baik saja" Ucap Kishi.
"Wah... sekarang kamu sudah dewasa ya. beda dengan yang dulu waktu SMA yang sangat menyukai Sains" Ucap Kasuto.
"Sebenarnya aku masih sangat menyukai Sains. Lihat lah ini Drone dengan kecepatan yang mirip dengan mobil Sport. Hehehe"
Ucap Kishi sambil tersenyum.
"Wah... Ciptaan yang hebat. Mungkin bisa berguna suatu saat nanti" Ucap Kasuto.
"Apa cuma itu kata-katamu?. Kasuto Banget"
Ucap Kitanda.
Mereka kembali ke rumah Kishi untuk ngobrol dan makan-makan.
__ADS_1