
Ketika membuka paket yang tertindih itu.
Ternyata itu adalah sebuah Senjata yang bisa mengeras, memanjang seperti Cambuk. Dan itu pernah dibuat Kasuto dan teman SMA nya.
Tidak lama kemudian senjata tersebut disita, dihancurkan dan dibakar oleh kepala sekolah karena dinilai berbahaya.
"Bukan kah ini senjata yang kita buat dulu"
Ucap Kasuto.
"Ya. Tapi ini aku minta dibuatkan oleh teman ayahku. Dia adalah seorang pengrajin yang bisa membuat apa saja. Tapi bisa kah kau lihat senjata ini berbeda dengan yang kita buat dulu. Coba kau tekan tombol yang ada dibawahnya. Senjata itu akan menjadi sangat keras" Ucap Kishi.
"Wahh.... Bisa kah ku coba senjata ini?"
Ucap Kasuto.
"Ya boleh. Kau bisa mencoba nya diatas. banyak papan, besi dan barang rongsokan sebagai uji cobanya" Ucap Kishi.
"Plak.. Plak... Das.. Das..."
(Suara senjata yang dicoba Kasuto).
Kitanda yang hendak pergi pulang kerumahnya mendengar suara.
"Suara apa itu ya? Seperti suara BDSM. Ya sudahlah pulang aja lah. Banyak percobaan yang harus kulakukan dirumah"
Ucap Kitanda.
"Mungkin intip sebentar aja. hehehe"
Ucap Kitanda dalam hati.
__ADS_1
Setelah selesai mencoba senjata yang diberikan Kishi untuk Kasuto. Mereka kembali ke ruang tamu dan melihat Kitanda sudah tidak ada. Akan tetapi Kitanda tidak pergi pulang kerumah melainkan Kitanda mengintip dari jendela.
"Klo begitu jaga benda berharga itu baik-baik Kasuto. Karena benda sangat rumit dibuat. Jika benda itu rusak kemungkinan tidak bisa diperbaiki" Ucap Kishi.
"Baiklah sebaiknya aku simpan dimana ya?"
Ucap Kasuto.
"Simpan di kotak ini saja" Ucap Kishi.
"Hooh... kau pikir bisa menyembunyikan benda itu dariku. Aku akan lihat benda apa itu" Ucap Kitanda yang mengintip dari jendela.
Kishi dan Kasuto pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam.
"Masak apa ya? Hei Kasuto kau suka Kare atau Ramen?"Ucap Kishi.
"Ah... Bosan aku sudah sering makan keduanya" Ucap Kasuto.
"Ahhh... Benar juga aku sudah 2 bulan makan beginian sampai lidahku mati rasa. Oh ya bagaimana kita memasak Nasi yang dicampur dengan Mie Goreng. Kelihatannya enak" Ucap Kishi.
Ucap Kasuto.
Selesai mereka memasak makan malam dan selesai makan. Kasuto dan Kishi pergi tidur. Pada saat itulah Kitanda beraksi untuk mengambil barang yang disimpan Kasuto di dalam sebuah Kotak yang dipasang 2 Kunci.
"Heh... kalian sangat ceroboh ya. Masa jendela ini tidak di kunci. Bukannya ini kesempatan pencuri untuk mencuri barang mereka. Eh tunggu dulu aku kan pencurinya" Ucap Kitanda.
"Settttt.... Stttttt.... Plash... Plash...."
(Suara Kunci terlepas dari kotak).
"Wah... Wah... Mudah sekali seperti membuka bungkus permen" Ucap Kitanda.
__ADS_1
Setelah berhasil mengambil benda yang tertutupi kain itu. Kitanda bergegas pergi keluar dan pulang kerumahnya.
"Bukan kah ini senjata tajam yang kami buat dulu. Kenapa mereka merahasiakannya dari ku ya?" Ucap Kitanda.
"Tok... Tok... Tok..."
(Suara dari pintu).
"Kitanda!. Cepat tidur, ini sudah larut malam"
Ucap orang tua Kitanda dari balik pintu.
"Ya.... Ini juga mau tidur. eh mungkin ini harus ku foto dulu agar bisa membuat duplikatnya heheheheh" Ucap Kitanda.
"Oi... Kitanda cepat tidur sana. Jangan main-main dengan project sains mu. sudah larut malam ini"
Ucap orang tua Kitanda dari balik pintu.
"Iya... iya" Ucap Kitanda.
"Mungkin besok sore aja ya ku kembalikan senjata ini" Ucap Kitanda dalam hati.
(Jam 07:00 Pagi)
"GGGAAAWWWWAAATTT......
KISHIIIIII BARANG YANG KAU BERIKAN TELAH MENGHILANG!!!!!"
Ucap Kasuto yang berteriak.
"APAAAAAA!!!!!!!!!!!"
__ADS_1
Ucap Kishi yang berteriak.
"OYYYY... JANGAN RIBUT PAGI-PAGI BUTA BEGINI" Ucap tetangga disebelahnya.