
Dirumah Kishi. Kasuto menceritakan tujuannya di kota Hamada. Kitanda yang mengetahui bahwa Kasuto memiliki adik pun terkejut dan sangat sedih akan hal itu.
"Ehh..... Kasuto mempunyai adik?. Hah Aku turut sedih atas terpisahnya kakak beradik yang sangat menyayangi"
Ucap Kitanda sambil menangis.
"Apa kamu tahu tujuan dari pemerintah membeli seorang budak dipasar gelap?"
Ucap Kasuto.
"Hhmmm.... sepertinya mereka dibeli untuk membuat sebuah organisasi agar pemerintah masyarakat tidak berani melawan. dan juga akhir-akhir ini demo sering terjadi di pusat Kantor Pemerintah Kota Hamada" Ucap Kitanda.
"Hoooo.... apa kalian mau melihat aksi demonya?. Kebetulan aku mendapatkan kabar bahwa besok akan diadakan demo. Tapi harus hati-hati ya. Jangan sampai kena tembak" Ucap Kishi.
"Kalian saja aku tidak ikut. Aku masih sayang dengan nyawaku"
Ucap Kitanda.
Setelah lama berbicara. Kitanda pulang karena hari sudah mulai gelap. Kasuto dan Kishi mengantarkan Kitanda sampai kerumahnya jika kalau sesuatu yang buruk terjadi.
"Terima kasih sudah mengantarku"
Ucap Kitanda sambil tersenyum.
"Sama-Sama" Ucap Kasuto dan Kishi.
Kasuto dan Kishi pulang kerumah. Akan tetapi mereka berhenti sejenak untuk makan malam di sebuah kedai di dekat persimpangan lalu lintas.
__ADS_1
"Permisi pak. kami pesan 2 Nasi Telur plus 2 Teh Hangat. Tolong ya" Ucap Kishi.
"Baiklah mohon tunggu sebentar. Ini
silahkan dinikmati" Ucap pemilik kedai.
Setelah mereka selesai makan. mereka pulang ke rumah. Kasuto yang tidak memiliki tempat tinggal di kota Hamada bermalam dirumah Kishi selama Kasuto berada di kota Hamada.
(Jam 09 : 55 Pagi)
Sebelum berangkat menuju pusat Kantor Kota Hamada. Kasuto dan Kishi sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan mereka bersiap-siap menuju ke pusat Kantor Kota Hamada dengan menggunakan pakaian yang sangat tertutup.
"Kishi!. Kenapa kita harus menggunakan pakaian tertutup seperti ini?"
Ucap Kasuto.
"Tapi aku lihat di TV ada yang terbuka"
Ucap Kasuto.
"Masyarakat yang tidak menutupi identitasnya adalah masyarakat yang sudah rela berkorban untuk aksi demo itu" Ucap Kishi.
Sesampai Kasuto dan Kishi di pusat Kantor Kota Hamada. Mereka memilih tempat yang agak jauh dari kerumunan pendemo.
"Sepertinya tempat ini aman. Kasuto kita lihat dari sini saja ya" Ucap Kishi.
"Baiklah" Ucap Kasuto.
__ADS_1
Tidak lama para Pemerintah keluar beserta dengan Organisasinya, dan juga para petugas keamanan yang siap menembak.
"Wahai Rakyatku sekalian. Terima lah Sistem Pemerintahan yang baru ini!. Karena adanya sistem ini kalian masih bisa hidup sebagai orang kaya maupun sebagai budak"
Ucap salah satu anggota pemerintahan.
"Kami sangat tidak setuju dengan sistem baru ini karena kami merasa sangat dirugikan. dan juga banyak dari kami rakyat miskin yang mati karena kelaparan dan mati karena kesenangan dari orang-orang kaya"
Ucap salah satu pendemo.
setelah lama berdebat. para pendemo kesal dan akhirnya melempar sebuah bom yang terbuat dari bahan-bahan dapur.
"BBOOMMM... DDOORR... BOOMM.. GUMMM"
(Suara Bom dan juga Pistol)
"Waduh... sepertinya kita harus cepat-cepat pergi dari sini" Ucap Kishi.
Ketika Kasuto dan Kishi mencoba melarikan diri. Mereka ketahuan oleh petugas keamanan dan ingin ditembak oleh petugas. Tetapi untungnya Kitanda datang menyelamatkan Mereka.
"Hei Kalian!. Sedang apa disana. Angkat tangan kalian dan tiarap!!!!" Ucap Petugas.
"DDDUUAARRR."
(Suara Bom yang dilemparkan Kitanda)
"Kalian berhutang 1 nyawa padaku. Ayo kita pergi dari sini!" Ucap Kitanda.
__ADS_1
Mereka pergi meninggal kan pusat Kantor Kota Hamada dan mencari tempat aman untuk bersembunyi.