
Setelah Kasuto selesai melakukan pemeriksaan. Petugas keamanan memperingati Kasuto untuk berhati-hati saat berada di kota Hamada.
"Baiklah pemeriksaan sudah selesai. Hei nak saat kau berada di kota Hamada, kau harus berhati-hati disana. Dan kau jangan ikut berdemo disana". Ucap Petugas.
"Ya. Aku juga sudah tahu. Mereka yang melakukan demo akan ditembak"
Ucap Kasuto.
"Karena sistem pemerintahan yang baru ini sangat merugikan rakyat kota Hamada. Mungkin kau akan menemukan segala kecurangan yang dimainkan di kota ini"
Ucap Petugas.
"Kalau begitu saya permisi" Ucap Kasuto.
Kasuto pergi menuju masuk ke dalam kota Hamada. Kasuto lupa membawa uang, untungnya Akashi Boss nya menyelipkan uang di dalam tasnya.
Pada saat Kasuto pergi ke dalam pasar, ia pergi mencari tempat orang yang berjualan budak. Ditengah pasar itu Kasuto tidak bisa membeli sesuatu karena kota Hamada membuat mata uangnya sendiri.
Selanjutnya pada saat di jalan. Kasuto bertemu dengan teman lamanya Kishi. Kishi adalah teman dekat Kasuto semenjak pertama masuk SMA sebelum Kasuto berhenti sekolah untuk bekerja.
"Hei Kau!, kamu Kano Kasuto kan?"
Ucap Kishi.
"Eh... Kamu kenal aku?... Siapa kamu?"
Ucap Kasuto.
"Aku Jun Kishi. Aku teman paling dekatmu di SMA. Jahat ya. Teman yang sudah dianggap seperti saudara malah dilupakan."
Ucap Kasuto.
__ADS_1
"Kishi?... ohh Murid Terbaik. Aku ingat sekarang" Ucap Kasuto.
Setelah berbincang-bincang. Kasuto meminta bantuan untuk menukarkan uangnya dengan mata uang kota Hamada. Kishi menunjukkan jalan menuju tempat pertukaran uang.
"Permisi Nona. Saya ingin menukarkan mata uang luar dengan mata uang kota Hamada"
Ucap Kasuto.
"Baiklah. Mohon tunggu sebentar......
Ini dia uangnya. Terima kasih telah menukarkan uang disini"
Ucap Karyawan.
"Permisi Nona. Jumlah mata uang kota Hamada tidak senilai dengan mata uang luar ini Nona" Ucap Kishi.
"Ini sudah sesuai dengan yang tertera mas.
Ucap Karyawan.
Setelah lama berdebat akhirnya Kasuto menghentikan permasalahan tersebut.
"Sudah lah Kishi. Segini juga udah cukup"
Ucap Kasuto.
"Tapi kan.... ini.... Ya sudahlah"
Ucap Kishi.
pada saat berjalan dipasar. Kasuto ingin pergi ke tempat pasar gelap. tetapi Kishi tidak mau membantunya karena terlalu berbahaya.
__ADS_1
"Eh... Kishi kamu tau dimana tempat penjual budak?" Ucap Kasuto.
"Hhmm.... gak tau" Ucap Kishi.
"Ayolah.. kamu kan sudah lama tinggal di kota ini. Pasti kamu sudah tahu tempat penjualan budak kan!" Ucap Kasuto.
"Sebenarnya aku tahu tapi tempat itu terlalu berisiko. Seperti Pembajakan, Pencopetan dan Pembunuhan" Ucap Kishi.
"Tolonglah Ini demi mencari adik perempuan ku bernama Hiki yang dijual ayahku"
Ucap Kasuto.
Terkejut Kishi mengetahui bahwa Kasuto mempunyai adik perempuan. Kishi setuju membantu Kasuto untuk pergi ke pasar gelap.
"Baiklah. Tetapi jika sesuatu terjadi jangan libatkan aku" Ucap Kishi.
"Tenang saja" Ucap Kasuto.
akhirnya Kasuto dan Kishi pergi ke pasar gelap dan mencari pedagang yang menjual budak. Dan akhirnya mereka menemukannya setelah beberapa kali bertanya.
"Permisi Pak!. Apakah anda pernah melihat anak ini dijual disini?"
Ucap Kasuto sambil memperlihatkan foto.
"Sepertinya anak perempuan itu pernah dijual disini tetapi sudah lama sekali. Dan dia dibeli oleh orang berjas" Ucap Pedagang.
"Apakah anda tahu anak perempuan itu dibawa kemana?" Ucap Kasuto.
"Maaf. Saya tidak tahu kemana anak itu dibawa. Akan tetapi mungkin yang membelinya adalah orang dari pemerintah kota Hamada" Ucap Pedagang.
"Kalo begitu Terima Kasih infonya. Saya permisi" Ucap Kasuto.
__ADS_1
Kecewa akan hal itu dan juga Kasuto tidak memiliki tempat tinggal, Kishi mengajak Kasuto untuk tinggal bersama. Kebetulan Kishi tinggal sendiri di kota Hamada karena kedua orang tuanya sudah tidak ada.