
Selepas Kasuto membuka pintu mobil dan pergi keluar. Manager mencoba menghentikan Kasuto.
"Kasuto apakah kau tidak sayang dengan nyawamu? pergi ke kota Hamada sama saja dengan bunuh diri!"
Ucap manager sambil berteriak.
"Ada yang lebih penting daripada nyawaku yaitu menjemput adikku dikota Hamada. Karena dia adalah keluarga yang paling aku sayangi!" Ucap Kasuto.
Kasuto pergi meninggalkan managernya.
Managernya akhirnya kembali masuk ke dalam mobil dan membantu Kasuto untuk pergi ke kota Hamada.
"Hei Kasuto. aku bisa mengantarmu sampai di jalan dekat jembatan penghubung kota Hamada" Ucap Manager.
"Kenapa Manager ingin mengantarku. Mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi di perjalanan" Ucap Kasuto.
"Sudah lah. Kota Hamada juga cukup jauh setidaknya aku bisa membantumu sampai setengah jalan" Ucap manager.
"Klo begitu, baiklah" Ucap Kasuto.
Kasuto masuk kembali ke dalam mobil.
Setelah beberapa saat di jalan ada gerombolan penjahat berkendara mengejar mobil Manager dan ingin merampas mobilnya.
"Sial... kenapa mereka mengejar. Klo begitu Kasuto berpeganganlah." Ucap manager.
"Dor.....Dor...Dor...."
(Suara tembakan dari gerombolan penjahat)
__ADS_1
"Hoooh..... Berani sekali mereka mengarahkan pistol nya ke mobilku kesayangan ku. Kalo begitu akan ku berikan mereka pengalaman yang tak bisa dilupakan"
Ucap Manager sambil tersenyum.
Manager menginjak pedal gas dan mengebut serta melakukan manuver disepanjang jalan agar salah satu dari gerombolan penjahat itu jatuh.
"Jangan remehkan mantan pembalap International hahahaha"
Ucap manager sambil tertawa.
Kasuto yang ketakutan berpegangan di kursinya dan mengikat erat sabuk pengamannya.
"Manager sepertinya aku mau muntah"
Ucap Kasuto sambil menahan muntahnya.
Satu persatu gerombolan penjahat itu terjatuh, dan banyak dari mereka yang mundur. Akhirnya mereka berhenti mengejar.
"Sepertinya kita sudah aman" Ucap Manager.
"Manager boleh aku bertanya?" Ucap Kasuto.
"mau tanya apa?" Ucap Manager.
"Sebenarnya sebelum menjadi Bos Perusahaan apa pekerjaan Manager?"
Ucap Kasuto.
"Sebenarnya aku dulunya adalah seorang pembalap mobil yang hampir masuk Liga Balap International tanpa diketahui oleh ibuku dan ayahku. Dan akhirnya aku ketahuan dan aku dilarang untuk menjadi pembalap karena aku seorang perempuan."
__ADS_1
Ucap Manager.
"Bisakah kau berhenti memanggilku Bos. Aku juga mempunyai nama. Namaku adalah Kishi Akashi. Jadi tolong panggil Akashi"
Ucap Manager.
"Sepertinya memanggil anda dengan nama Akashi sangat tidak enak karena umur kita berbeda" Ucap Kasuto.
"Kalo begitu panggil Kak Akashi saja. Dan juga cara bicaranya jangan terlalu formal. kan kita bukan berada di kantor" Ucap Akashi.
"Kalo begitu baiklah kak Akashi" Ucap Kasuto
"ahh..... sudah lama aku ingin dipanggil Kak tapi belum ada yang pernah memanggilku seperti itu". Ucap Akashi.
"Kak Akashi apakah ada seseorang yang kak Akashi sukai?" Ucap Kasuto.
Ketika hampir sampai di perbatasan jembatan Kasuto dan Akashi melihat jalan di blokade oleh petugas kota Hamada dan akhirnya mereka turun dari mobil dan bertanya kepada petugas itu.
"Halo pak petugas. Boleh saya tanya Kenapa jalan ini di block?" Ucap Akashi.
"hhmm... ini adalah perintah dari pemerintah kota Hamada. katanya sebelum memasuki kota Hamada harus melewati pemeriksaan dulu" Ucap Petugas.
"Kalo begitu sampai disini Kasuto. Semoga kita bisa bertemu lagi. itupun kalau kau masih hidup hahaha" Ucap manager sambil tertawa.
"Tenang saja karena aku masih memiliki banyak nyawa. jadi aku tidak akan mati dengan mudah. kalo begitu terima kasih sudah mengantarkanku Kak Akashi"
Ucap Kasuto sambil tersenyum.
Akashi meninggalkan Kasuto dan pergi ke tujuan nya untuk mencari kota yang aman.
__ADS_1