Future : World

Future : World
EPISODE 6 : TERTINDIH


__ADS_3

Kasuto, Kishi Dan Kitanda pergi melarikan diri ke sebuah apartemen kosong yang sudah lama tidak berpenghuni.


"Hei kalian!. Cepat kemari mungkin di tempat kosong ini kita aman" Ucap Kitanda.


"Wahh... Kasuto kita selamat berkat Kitanda. Terima kasih" Ucap Kishi.


"Sama-sama, tapi ingat ya kalian berhutang budi padaku" Ucap Kitanda.


Mereka beristirahat setelah berlari menjauh dari pusat Kantor Kota Hamada. Dari lantai atas apartemen kosong itu Kitanda mencoba Drone yang dibuatnya untuk melihat keadaan sekitar.


"Baiklah semoga saja Drone ini berfungsi dengan baik" Ucap Kasuto.


"Wah... berarti Drone yang kau buat sebelumnya gagal ya?" Ucap Kasuto.


"Drone yang sebelumnya kubuat meledak karena baterainya tidak sesuai dengan kapasitas Drone nya" Ucap Kitanda.


Tidak lama kemudian dari Drone tersebut. Mereka melihat pasukan organisasi mencari-cari para pendemo yang kabur.


"Hei! ini gerombolan pasukan apa?"


Ucap Kasuto.


"Mereka adalah pasukan yang dibuat pemerintah untuk mengamankan para pendemo. Dari pada disebut pengaman sih lebih tepat disebut pembunuh" Ucap Kitanda.


"Wah... kau tahu banyak ya" Ucap Kishi.


"Hehehehe..." Ucap Kitanda.


"stssttststetetstettet"


(Suara sinyal jelek dari monitor).


"wah... ada apa ini. habis baterai atau kehilangan sinyal ya?" Ucap Kitanda.

__ADS_1


"Oke..... Siaran kali ini sudah selesai"


Ucap Kishi.


Mereka kembali ke rumah Kishi untuk membahas apa yang dilakukan untuk besok hari.


"Jadi... Kitanda apa kau tahu sesuatu tentang organisasi yang dibuat oleh pemerintah dan masyarakat yang memberontak itu?"


Ucap Kasuto.


"Klo disebut masyarakat pemberontak sih rasanya agak kasar" Ucap Kitanda.


"Klo begitu. Bagaimana kalau kita panggil masyarakat pemberontak dengan sebutan masyarakat Pembela?" Ucap Kishi.


"Hooohh... ya begitu saja lah" Ucap Kasuto.


Ketika mereka berbicara ada suara bel berbunyi. Dan ada petugas pengantar yang mengirim paket yang dipesan Kishi untuk Kasuto.


"Ding.. Dong.. Ding.."


"Permisi pak ini paket anda. Silahkan Tanda tangan disini dan berikan uangnya"


Ucap Pengantar.


"Baiklah. Kenapa ongkos pengirimannya mahal sekali? Ini bisa membeli 2 sampai 4 buah pizza loh" Ucap Kishi.


"Harap maklum. Ini paket luar setelah di cek isinya paket ini dicoba ditahan. Akan tetapi karena anda adalah langganan kami. Kami memberi sejumlah uang kepada salah satu penjaga pengawas. Untuk mengganti uang itu kami meminta biaya tambahan kepada anda" Ucap Pengantar.


"Hehehehehehe....." Ucap Kishi.


Petugas pengirim pergi dan Kishi membawa paket nya masuk kedalam kamarnya. Kishi mengajak Kasuto untuk ikut pergi ke kamarnya.


"Kasuto! bisakah kau ikut aku sebentar?.

__ADS_1


Oh ya Kitanda kau bisa pulang sekarang"


Ucap Kishi.


"Wah.. wah.. sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu dari ku ya. Kalo begitu aku akan ikut ke kamarmu"


Ucap Kitanda.


"Enggak ada kok. Kalo mau kau bisa menunggu sebentar disini. Hehehehe"


Ucap Kishi.


"Baiklah" Ucap Kitanda.


setelah Kishi dan Kasuto masuk ke kamar dan membuka paket. Kasuto kaget karena isinya adalah sebuah Headphone yang diinginkannya sejak lama. Akan tetapi bukan barang itu yang dibeli Kishi.


"Wah.... Terima Kasih banyak Kishi. Ini adalah hadiah terbaik yang kau berikan"


Ucap Kasuto.


"Haaa... perasaan bukan ini yang aku beli"


Ucap Kishi sambil terkejut.


Setelah mengambil Headphone didalamnya. Ada sebuah paket lain yang tertindih. Dan itu adalah paket yang dibeli Kishi.


agar paket itu tidak ketahuan. Si pengantar menaruh sebuah Headphone diatasnya agar mengelabui Penjaga Keamanan ketika di periksa.


"Hei Kishi! Ini kan"


Ucap Kasuto sambil tercengang.


"Ya... Kau tau kan ini apa. Hehehehe"

__ADS_1


Ucap Kishi.


__ADS_2