
"Ada pencurian di tempat senjata yang di teliti di ruangan 404. Cepat lah kemari!!"
Ucap Petugas.
Semua Unit Petugas dan semua organisasi pemerintah langsung mengepung dan menutup semua jalur keluar di dalam kantor kota Hamada.
"Wah... Kelihatannya Gawat sekali"
Ucap Kishi.
"Kalau begitu kita akan berpencar. Kau ambil bagian jalur kanan dak aku ambil kiri"
Ucap Kujo.
Kishi memberikan sebuah pistol dengan amunisi dan juga sebuah bom asap.
"Ini ambil lah. Jika aku tidak selamat kau sampaikan ucapan selamat tinggal ku kepada mereka" Ucap Kishi.
"Kau tidak akan tertangkap. Kau kan adalah binatang buas yang membasmi para pendemo" Ucap Kujo.
"Hahahaha.... Setiap aku mengingat hal itu aku merasa bersalah" Ucap Kishi.
Kishi dan Kujo berpencar untuk menemukan jalan keluar. dan mereka harus berhadapan dengan Semua petugas yang menghadang mereka.
Setelah jauh mereka berpencar Kishi bertemu dengan Hanko. Dan terjadilah Pertarungan antara Hanko si gadis Pysco dengan Kishi Si Binatang Buas.
"Wah.. Wah... Potensimu dalam bertarung ku lihat cukup besar. Tapi sayang kau berkhianat dan aku harus mengakhiri mu disini"
__ADS_1
Ucap Hanko.
"Kau tau. Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena memperlakukanku dengan baik. Kau mungkin di juluki gadis Pysco tapi jauh dari dalam hatimu kau adalah gadis yang sangat baik. Mau kah kau bergabung denganku?" Ucap Kishi.
"Hahahahaha... jangan mimpi kau KEPARAT!!!"
Ucap Hanko.
Kishi bertarung dengan sebuah pistol dan Hanko bertarung dengan sebuah pedang.
Sedangkan Kujo mencoba untuk melarikan diri lewat ventilasi.
Ketika Kujo berhasil menuju pintu keluar. Kujo bertemu dengan Hiki dan petugas yang mencoba menghalau Kujo.
"Sepertinya keadaan disini semakin memburuk ya. Ditambah aku harus bertemu denganmu" Ucap Kujo.
"Hei! Kujo kenapa kau berkhianat? Bukankah kau suka dengan tugas yang di berikan saat kau lahir yaitu memusnahkan semua manusia yang mencoba melawan peraturan keadilan kota Hamada!" Ucap Hiki.
Ucap Kujo.
Hiki mengarahkan pistolnya kepada Kujo. Begitu juga dengan Kujo yang mengarahkan pistolnya kepada Hiki.
"Kalau begitu akan ku paksa kau mengingat semua hal yang sudah diubah oleh profesor sialan itu" Ucap Kujo.
"Menyerahlah. Setidaknya itu bisa meringankan hukumanku" Ucap Hiki.
Programer pemerintah kota Hamada bertindak untuk melacak sinyal yang berhasil di diretas oleh Kitanda.
__ADS_1
"Baiklah.Scanning dimulai.....!"
Ucap Programer.
"Kalau begitu cepatlah. Dimana Letak lokasi orang yang meretas sistem kita" Ucap Mina.
"Titik koordinat 172,92,92,60. Dari titik itu sepertinya mereka berada di dekat gedung yang tidak terpakai di jalan GCN"
Ucap Programer.
"Baiklah Semuanya ayo kesana. Dan tangkap mereka untuk mendapatkan Imbalan yang tinggi" Ucap Mina.
"SIAP!!! LAKSANAKAN!!!!"
Ucap Semua anggota BULLET.
"1...2...3... Para peretas berada disalah satu gedung tidak terpakai di jalan GCN. Sebaiknya kalian cepat sebelum Organisasi BULLET datang"
Ucap anggota MARTIAL yang menyamar.
Semua anggota organisasi MARTIAL yang berkumpul di depan gerbang masuk mulai mendatangi dan mencari peretas di semua gedung tidak terpakai di jalan GCN.
Kitanda dan Mura melihat organisasi BULLET dari CCTV yang dipasang Kitanda langsung melarikan diri dari gedung tidak terpakai. tetapi mereka berdua di hadang oleh organisasi MARTIAL.
"Satu masalah hilang malah muncul masalah lagi" Ucap Kitanda.
"Kalau begitu aku akan menahan mereka kau segeralah pergi dari sini" Ucap Mura.
__ADS_1
"Kau adalah pahlawan ku. Aku akan segera kembali setelah mencari bantuan"
Ucap Kitanda.