
Halo para pembaca, selamat datang di karya novel pertama aku😃 Aku harap kakak semua suka, dan jangan lupa untuk senantiasa mendukung karya ini ya🥺
Terima Kasih!
Happy Reading🌹
Hyejin Oh, seorang gadis berusia 14 tahun. Dia tinggal bersama kakak laki-lakinya yang bernama Yohan Oh di sebuah perumahan kecil, blok Gangnam No.11.
Mereka diasuh oleh seorang nenek sampai Hyejin berusia 10 tahun, lalu neneknya itu meninggal karena usianya yang sudah semakin menua. Bahkan orang tua mereka telah tiada sejak keduanya masih kecil.
Hyejin adalah anak yang periang, dia banyak berbicara jika suasana hatinya sedang baik. Dan akan terlihat murung jika suasana hatinya sedang buruk.
Namun Hyejin bukanlah gadis yang pemarah, dia sangat suka memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh orang lain terhadapnya. Hyejin juga begitu bahagia jika bisa membantu seseorang dengan usahanya sendiri.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Sayup-sayup angin berhembus masuk melalui celah ruangan, semburat mentari pagi memanjakan mata Hyejin yang baru saja terbuka. Ditambah dengan suara kicauan burung merdu yang terdengar seperti alunan musik.
Hyejin beranjak turun dari ranjangnya, wajahnya terlihat begitu gembira di hari pertama dirinya akan masuk ke sekolah barunya. Yah, Hyejin akan bersekolah di sebuah sekolah ternama di Gangnam. Dia sudah menantinya sejak lama.
"Kakak! Dimana seragam ku?!" tanya Hyejin seraya berteriak memanggil kakaknya.
"Ada di lemari, Kakak sudak menyiapkannya sejak semalam." balas Yohan yang masih sibuk dengan pekerjaan dapur. Di pagi buta seperti ini, Yohan sedang menyiapkan sarapan untuknya serta adiknya.
Tidak menggunakan waktu lama, Hyejin pun datang ke ruang makan dengan penampilannya yang sangat amat rapih. Dia mengenakan seragam SMA Chunja, sekolah yang hanya bisa dimasuki oleh orang orang kaya saja.
"Silahkan dimakan Tuan Putri ... " ucap Yohan sambil tersenyum lebar menatap sang adik.
Hyejin dengan lahap memakan masakan buatan Yohan, dia paling suka dengan menu nasi goreng kimchi di pagi hari.
Begitu selesai dengan makanannya, Hyejin yang sudah terlihat tidak sabar itu lantas menuju pintu keluar rumah untuk segera menuju ke sekolahnya. Dia hanya perlu berjalan kaki untuk bisa tiba di SMA Chunja.
"Hei, apa kau tidak ingin Kakak antar?" tanya Yohan sembari berjalan mengikuti langkah kaki Hyejin.
__ADS_1
Lalu gadis itupun tersenyum sambil menggeleng sebagai tanda jawaban. Dia langsung berlari meninggalkan halaman rumah. Dalam sekejap, sosoknya itu sudah tidak terlihat dimata Yohan.
"Dia sudah besar, akhirnya Hyejin bisa masuk ke SMA impiannya." batin Yohan.
Hari sebelumnya saat akan melaksanakan ujian kelulusan, Hyejin sudah belajar dengan giat agar dirinya bisa masuk ke SMA impiannya, yaitu SMA Chunja.
Hanya orang orang kaya saja yang bisa masuk ke SMA itu, tetapi Hyejin berhasil masuk karena prestasinya. Dia adalah anak yang berbakat dalam ilmu matematika, bahkan pernah menjuarai SMP tempat sekolahnya dulu.
*****
Hyejin membulatkan kedua bola matanya, melihat seisi sekolah ramai dengan siswa siswi baru. Perlahan dirinya melangkahkan kaki menuju papan nama yang berisi nama nama murid angkatan baru.
"Hai, boleh permisi? Aku ingin melihat namaku," ujarnya menatap beberapa anak yang sedang berdesakan di tempat itu.
Namun tidak ada jawaban dari anak anak itu, mereka masih sibuk untuk bisa melihat nama mereka masing masing.
"Bagaimana ini? Jika tempat ini terus ramai ... aku pasti tidak akan bisa melihat namaku di sana, " ucapnya dalam hati.
20 menit telah berlalu. Namun tempat itu masih terlihat ramai dipenuhi oleh orang orang. Hyejin menunjukkan muka masam nya dan berlalu duduk di sebuah kursi panjang.
"A-- ah, aku Hyejin Oh. Salam kenal." Hyejin menjulurkan tangannya pada gadis yang berdiri dihadapannya.
"Aku Ye-In Han," kata gadis itu, ternyata namanya adalah Ye-In Han. Gadis dengan rambut pendek berwarna hitam pekat serta bola mata yang juga berwarna hitam.
Jika dilihat dari penampilannya, Ye-In sepertinya sangat menyukai warna hitam. Dan raut wajahnya juga menunjukkan bahwa dirinya adalah gadis tomboi.
"Dimana kelasmu? Kenapa kau hanya duduk di sini?" tanya Ye-In sambil memperhatikan sekitar.
"Aku ingin melihat namaku di papan itu, tapi sulit ... " dengus nya.
Gadis bernama Ye-In pun akhirnya menerobos masuk ke dalam kerumunan orang orang itu. Dia mencari dengan seksama nama Hyejin Oh yang seharusnya memang ada di sana.
Baru beberapa saat, Ye-In pun keluar dari kerumunan orang orang itu dengan wajahnya yang penuh senyuman. Dia mendekati Hyejin yang masih terduduk murung dengan langkah kaki pelan.
__ADS_1
"Hai! Kita satu kelas," ucapnya tiba tiba yang sontak membuat Hyejin kegirangan.
"Benarkah? Kita ada di kelas apa?" tanya Hyejin setelah bangkit dari kursi. Matanya itu menatap jelas pada Ye-In.
"Ayo ikut ...."
*****
Keduanya berlari menuju sebuah lorong yang terdapat banyak sekali kelas di sana. Mereka memperhatikan setiap papan yang terpampang di atas pintu dimana papan itu menunjukkan angka setiap kelas.
Setelah berkeliling cukup lama, Hyejin dan Ye-In akhirnya bisa menemukan lokasi kelas mereka. Yah, kelasnya berada di lantai dua setelah lobi yang berada di lantai dasar.
Hyejin menempati kelas yang sama dengan Ye-In. Mereka berada di kelas 10#4. Keduanya pun masuk ke dalam ruangan kelas yang sudah ramai dipenuhi oleh anak anak yang nantinya akan menjadi teman mereka.
Hyejin duduk dibangku terakhir dekat pintu, karena hanya kursi itu saja yang masih tersisa. Sedangkan satu kursi lagi yang tersisa sudah ditempati oleh Ye-In. Dia duduk tepat di sebelah bangku Hyejin.
Tidak berselang lama, seorang guru masuk ke dalam ruang kelas mereka. Tampangnya sih galak, tapi tidak tau bagaimana sifatnya.
"Selamat pagi anak anak, perkenalan nama saya adalah Suji Han," ucap guru wanita itu memperkenalkan dirinya pada seluruh anak di kelas.
"Di hari pertama ini, tidak ada kegiatan yang akan dilakukan. Umm, tapi kalian akan memperkenalkan diri masing masing di depan kelas. Kalian maju satu persatu sesuai nomor absen, ya. Mengerti?" jelasnya.
Satu persatu dari mereka pun mulai memperkenalkan diri masing masing. Lalu gilirannya seorang anak dengan rambut pirang panjang berdiri di depan kelas. Wajahnya cantik dan kulitnya putih. Lebih mirip dengan idol.
"Ekhem, halo. Pasti kalian sudah tau namaku, kan?" gadis itu berucap seraya tersenyum menatap anak anak yang sedang duduk. Seketika mereka semua bersorak dengan diiringi tepukan tangan meriah.
Hyejin yang tidak tau apa apa pun hanya bisa melongo dan memperhatikan gadis cantik itu.
"Meskipun mereka sudah tau namamu, tapi sebaiknya kau tetap perkenalkan pada mereka. Pasti ada salah satu dari mereka yang belum cukup kenal dengan namamu." tegur bu Suji.
"Baiklah ... namaku,"
Bersambung🍁
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, dengan cara like, komen, vote, gift and fav! Author tunggu dukungannya. Terima kasih~