Gadis Cupu Anak Konglomerat

Gadis Cupu Anak Konglomerat
Bab 10 : Mencurigai Ayah


__ADS_3

Happy Reading🌹


Seluruh ruangan terlihat sunyi. Hanya ada suara detik jam yang terus berputar. Langit tampak gelap dan jalanan telah kosong dari orang orang. Bahkan beberapa lampu di setiap jalanan sudah menyala.


Hyejin masuk ke dalam rumah melalui pintu utama. Dilihatnya sosok sang kakak tengah menunggu kepulangannya sejak tadi di ruang tamu.


Gadis itu tak berani berkata, karena ia melihat wajah Yohan seperti orang yang sedang kesal. Yah, mungkin kakaknya itu merasa kesal karena dirinya yang juga tidak kunjung pulang.


"Darimana saja kau?" tanya Yohan seraya bangkit dari kursi ruang tamu. Ia melangkah mendekati Hyejin yang sedang berjalan menuju ke kamarnya.


Gadis itu lantas menoleh. "A-- aku, aku baru saja kerja kelompok."


"Jangan berbohong, aku bisa mengetahui dari raut wajahmu ... " tuturnya lirih.


Hyejin hanya bisa mengehela nafas panjang, dia sudah tidak bisa berbohong lagi pada kakaknya.


"Katakan dengan jujur!" tegas Yohan, dia menatap kesal wajah sang adik.


"Sudahlah, lagipula ini juga salah Kakak!" Dia berlari menuju ke kamarnya tanpa memperdulikan Yohan yang sedang berbicara.


"Hai! Kau ini kenapa, sih?" tanya Yohan, dirinya benar benar merasa aneh dengan sikap sang adik.


"Tadi kan Kakak sendiri yang tidak menjemputku, jadi jangan salahkan aku!" teriak Hyejin dari balik pintu kamar yang telah tertutup rapat.


"Iya iya, aku mengaku salah. Tapi jangan seperti itu dong ... " ucap Yohan. Dia memang harus mengalah pada Hyejin.


Waktu berlalu begitu cepat, malam semakin larut dan suasana hening menyelimuti kediaman Kim. Dimana terlihat sosok Jowon tengah duduk memandang putranya yang sedang fokus belajar itu.


"Yongju, Ayah ingin bertanya sesuatu kepadamu. Apa kau bisa berhenti belajar dulu?" tanya Jowon.


Yongju lantas menoleh pada pria di sebelahnya. Dia menatap sinis sang ayah. Kesal juga sih, karena menganggu proses belajarnya.


"Jika ingin bertanya, kenapa Ayah tidak tanyakan langsung saja?"


"Ini serius, tidak ada kaitannya dengan kehidupanmu," decak sang ayah. Dia berlalu pergi meninggalkan Yongju yang masih terduduk di kursi belajarnya.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Yongju yang sontak mampu menghentikan langkah kaki sang ayah.


Keduanya pun berjalan menuju sebuah ruangan pribadi yang isinya hanya terdapat dua buah kursi yang saling berhadapan. Meskipun ruangannya begitu luas, namun tidak ada barang lain lagi selain dua kursi tersebut.


"Kau mengenal gadis tadi sejak kapan?" tanya Jowon seraya menatap putranya dengan tatapan yang begitu serius. Hal itu lantas membuat Yongju jadi merasa heran.


"Kenapa? Ayah penasaran ya dengan anak itu? Apa Ayah ingin menikahinya?" tanya Yongju sedikit meledek. Bagaimana tidak heran? Ayahnya itu terus menanyakan soal Hyejin.


"Apa salahnya Ayah bertanya, huh. Jawablah dengan benar," ujarnya sedikit merasa jengkel.


"Pertama kali aku bertemu dengannya, di kantin. Dia menabrak ku seperti orang yang sedang di kejar-kejar oleh sesuatu. Lalu kedua kalinya aku bertemu saat aku--- "


Drrttt ...


Ponsel Jowon tiba tiba berdering, hal itu membuat Yongju tidak dapat melanjutkan ceritanya.


"Sebentar," kata sang ayah seraya menjauh dari tempat itu. Yah, pria itu selalu mengangkat telepon di tempat yang sepi dan bahkan jarang ada orang berada sana.


"Aku jadi merasa curiga dengan ayah. Kenapa dia menanyakan gadis itu terus? Lagipula aku juga tidak tau namanya. Sungguh menjengkelkan!" ungkapnya dalam hati.


"Kau ceritakan lain kali, ya!" pintanya seraya meraih sebuah jas yang terlampir di kursi. Pria itu berlalu meninggalkan Yongju seorang diri di dalam ruangan yang begitu luas ini.


"Sialan, seharusnya aku tidak ke sini tadi." Yongju berjalan menuju pintu keluar. Dia harus kembali ke ruangan belajarnya untuk melanjutkan proses belajar.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Kring!!!


Sebuah alarm berbunyi nyaring tepat di sebelah ranjang Hyejin. Gadis itu terbangun oleh suara yang baru saja didengarnya. Perlahan ia membuka kedua bola mata yang terasa berat akibat sulit tidur semalam.


Begitu melihat arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 06.01 WS, Hyejin sontak terkejut dan langsung bangkit dari ranjang. Dia berlari menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.


"Hei! Sialan, apa yang kau lakukan?!!!" teriak Yohan dari balik pintu kamar mandi.


Anak lelaki itu kaget saat Hyejin tak sengaja membuka pintu kamar mandi yang didalamnya terdapat Yohan.

__ADS_1


Yah, apa boleh buat? Yohan hanya bisa menahan rasa malu lantaran sang adik melihat seluruh tubuhnya sedang telanjang.


"Maaf, aku kira tidak ada orang," cakap nya seraya tertunduk ke bawah.


Dia merasa telah bersalah karena tak sengaja membuka pintu kamar mandi itu. Jika tau didalamnya ada orang, ia pasti akan menunggu sampai orang itu keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah cukup lama berdiri di depan pintu kamar mandi, Yohan akhirnya keluar. Hyejin dengan terburu-buru langsung masuk tanpa memperdulikan Yohan yang masih berdiri di depan pintu tersebut.


"Anak itu dari kemarin kenapa, sih?" gumamnya bertanya pada diri sendiri.


"Hei, aku dengar Kakak berbicara loh," timpal Hyejin yang tak sengaja mendengar ucapan kakaknya barusan.


"Iya maaf." Lelaki itupun berlalu meninggalkan halaman kamar mandi. Dia segera menuju kamarnya untuk memakai pakaian.


Selang beberapa waktu, Hyejin akhirnya telah selesai membersihkan tubuhnya. Dia juga sudah mengenakan seragam sekolah dengan sangat rapih. Tidak lupa juga baginya untuk menata gaya rambut kesukaannya. Yakni kapang dua.


Begitu tiba di ruang makan, Hyejin sontak dikejutkan oleh sosok sang kakak yang hanya mengenakan pakaian biasa. Yap, kakaknya itu sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi sampai tak sadar bahwa Hyejin telah berada di sana.


"Silahkan dimak-- " ucapannya itu terpotong saat melihat Hyejin dengan seragam sekolah dan penampilan yang sudah begitu rapih.


"Hahaha!!! Haha! Kau kenapa, sih? Kau mau berangkat di hari libur?" tanya Yongju dengan di iringi canda tawa.


"Astaga, pantas saja alarm nya berbunyi jam segini. Aku sampai lupa kalau hari ini adalah hari libur ... "


"Aku lupa, hehe ...." Gadis itu langsung bangkit dari kursi untuk kembali ke kamarnya lantaran salah pakaian.


Dia langsung mengganti seragamnya dengan pakaian sehari-hari. Begitu selesai, ia lekas kembali menuju ruang makan karena tidak sabar menyantap sarapan pagi.


Hanya ada suara sendok dan garpu yang saling berperang. Keduanya itu tidak pernah membuka pembicaraan saat sedang menyantap makanan.


*Kakak semua juga jangan ngobrol saat sedang makan, ya! Tidak baik^^


Bersambung🍁


Mohon dukungannya dari kalian semua untuk like, komen dan fav karya ini. Jangan lupa juga untuk berikan tips serta gift ya~

__ADS_1


Thank you❤


__ADS_2