Gadis Cupu Anak Konglomerat

Gadis Cupu Anak Konglomerat
Bab 8 : Preman


__ADS_3

Happy Reading🌹


Suasana seketika berubah hening. Sepasang mata banyak menatap mereka, lantas membuat keduanya menjadi canggung. Yongju tidak menjawab, jutru dirinya malah menatap Hyejin dengan sebelah mata.


"Kak, aku mohon ... " Hyejin memohon, saat ini dia benar benar membutuhkan bantuan anak laki-laki dihadapannya.


"Kenapa hatiku rasanya sakit melihat gadis ini meminta tolong padaku? Apa mungkin ... "


"Baiklah, aku harus apa sekarang?" tanya Yongju setelah dirinya memutuskan dengan matang untuk membantu Hyejin.


Hal itu membua gadis dihadapannya merasa lega, dia bahkan tersenyum lebar sembari menatap Yongju.


Keduanya langsung berjalan menuju ruang bu Suji, dimana terdapat sosok guru yang tengah menanti kedatangan mereka.


"Yongju? Apa benar kau yang menyelamatkan Hyejin tadi? Apa bisa kau menceritakannya pada saya?" tanya bu Suji dengan sorot mata yang terus tertuju pada Yongju. Yah, meskipun hal itu membuatnya sedikit tidak nyaman.


Selang beberapa waktu, Yongju akhirnya selesai menceritakan seluruh kejadian yang telah menimpa Hyejin hingga membuatnya tidak dapat mengikuti pelajaran.


Begitu mendengar cerita langsung dari lelaki itu, bu Suji pun langsung bisa percaya. Dia lantas tersenyum memandang kedua murid yang duduk berhadapan dengannya.


"Terima kasih, mungkin kalian memang anak yang jujur," ujar nya. Dia merasa bangga terhadap muridnya yang bisa berkata jujur meskipun berada di situasi yang sulit.


"Saya juga berterima kasih karena Bu Suji sudah mau percaya pada saya," kata Hyejin.


"Ngomong-ngomong, kenapa kalian terlihat mirip ya?" lontar bu Suji yang sontak membuat keduanya kalang kabut.


Yongju dan Hyejin lantas saling memandang satu sama lain. Mereka memperhatikan wajah masing masing. Hyejin mengeluarkan cermin dari dalam saku rok nya, lalu menatap wajahnya melalui cermin itu.


"Ah, tidak kok. Wajah saya biasa saja, tapi kalau wajah kak Yongju sepertinya sangat tampan."


Sontak Yongju menjadi salah tingkah dibuatnya, dia berusaha memalingkan pandangan dari dua wanita yang tengah menatapnya dengan serius.


Waktu berlalu begitu cepat, Yongju dan Hyejin akhirnya bisa keluar dari ruangan itu. Hyejin merasa kalau semua masalahnya selesai dalam sekejap. Sedangkan Yongju senang karena dapat membantu gadis itu.


Keduanya lantas kembali ke kelas masing masing. Namun Yongju tidak mengucapkan salam perpisahan saat dirinya hendak pergi. Begitu juga dengan Hyejin yang tidak berani mengucapkannya.

__ADS_1


Setelah tiba di ruang kelas, Hyejin dikejutkan oleh teman satu kelasnya. Yap! Tepat sekali, mereka sedang membicarakan soal Hyejin dibelakang.


Gadis itu sendiri tidak sengaja mendengar pembicaraan Hanbyeol, saat dirinya berkata bahwa ialah orang yang telah merencanakan masalah agar Hyejin terjebak di dalam gudang olahraga.


Begitu terjebak di tempat itu, maka Hyejin akan di cap buruk oleh guru karena tidak mengikuti jam pelajaran.


"Oh, benar dugaanku," ucapnya memberanikan diri.


Lantas mereka semua menatap ke arahnya yang masih berdiri di pintu masuk ruang kelas. Anak anak itu terlihat kaget saat Hyejin tiba tiba berada di sana.


"Ya, memang kenapa jika aku yang merencanakannya?" kata Hanbyeol seraya melangkah mendekati Hyejin.


Tubuhnya yang tinggi jadi terlihat merendahkan Hyejin. Namun Hyejin tidak ambil pusing soal itu.


"Kau adalah anak bermasalah, ya! Tidak ada kerjaan selain mengganggu orang lain," lontar Hyejin dengan penuh rasa percaya diri. Ia juga menunjukkan sorot mata kesal terhadap Hanbyeol.


"Hei! Jaga bicara mu, dasar bocah tidak ada sopan santunnya!" Hal itu membuat Hanbyeol menjadi kesal, amarahnya melonjak dan tanpa sadar dirinya telah mendorong Hyejin dengan keras hingga membuat gadis itu terjatuh.


"Ugh!" Hyejin memegang kepalanya, dia merasa kesakitan setelah terbentur ke lantai.


Hyejin pun segera bangkit, dia ingin keadilan. Sebelum anak itu melangkah lebih jauh, Hyejin dengan cepat berlari ke arahnya.


Dengan rasa kesal Hyejin akhirnya bisa mendorong Hanbyeol. Sama seperti yang anak itu lakukan terhadapnya tadi.


"Apa yang kau lakukan! Hanbyeol, apa kau tidak apa apa?" tanya Naseo merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya. Lantas iapun menolong segera Hanbyeol.


Kring!!! Bel berbunyi nyaring di setiap kelas. Hanbyeol yang masih terjatuh di lantai pun segera bangkit setelah Naseo mengulurkan tangan padanya.


"Jika bel tidak berbunyi pun, aku tidak akan tinggal diam,"


Suasana kelas seketika berubah menjadi hening setelah seorang guru memasuki ruang kelas. Namun ada beberapa tatapan sinis tertuju padanya. Sudah pasti Hyejin akan berada dalam masalah besar.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Waktu berlalu begitu cepat. Langit berubah menjadi gelap dan matahari tergantikan oleh rembulan yang akan segera muncul.

__ADS_1


Hyejin berjalan menuju gerbang sekolah, dimana terlihat banyak sekali anak berebut jalan untuk bisa secepatnya keluar dari halaman sekolah ini.


Ia menoleh ke segala arah, mencari keberadaan sang kakak. Namun sudah hampir 10 menit lamanya, Hyejin masih belum melihat sosok kakaknya itu.


"Apa kakak tidak akan menjemput ku lagi?" gumamnya sedikit menebak.


Karena langit yang semakin gelap, Hyejin akhirnya nekat untuk berjalan pulang menuju rumahnya seorang diri. Yah, meskipun mungkin kakaknya itu akan menjemputnya saat dirinya sudah tidak ada di sana.


Begitu melewati sebuah gang kecil di sebelah gedung besar, Hyejin sontak dikejutkan oleh kawanan Hanbyeol. Tidak hanya ada dua sahabatnya, namun ada juga beberapa preman dengan tongkat kayu di tangan mereka.


Hyejin yang tidak tau harus berbuat apa lantas hanya bisa berdiri di sana, lantaran banyak sekali preman yang mengepungnya.


"Mati saja kau, dasar brengs*k!" seru Hanbyeol dengan geram. Sorot matanya terlihat dendam pada gadis itu.


"Aku tidak tau apa kesalahan ku sampai membuatmu sebenci itu. Tapi apakah bisa kau tidak melakukan ini?" tanya Hyejin dengan raut wajah tegas.


Dirinya tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang yang selalu merendahkannya, meskipun jantungnya itu sudah berdebar kencang karena merasa takut. Begitu juga dengan keringat dingin yang sudah membasahi sekujur tubuhnya.


"Bilang saja takut," timpal Jinsang dengan senyuman lebar diwajahnya. Sepertinya anak laki-laki itu akan merasa puas saat Hyejin menghilang dari dunia ini.


Tidak berselang lama, kawanan preman itu lantas mendekati Hyejin. Mereka sudah siap untuk melakukan tugas dari Hanbyeol, seorang anak dari keluarga kaya yang bisa melakukan apa saja.


"Tidak! Jangan!!!" teriaknya dengan histeris. Ia menutup matanya erat erat dengan tangan yang melindungi kepalanya.


Ckit___


Sebuah mobil dengan warna hitam tiba tiba berhenti tepat di depan gang tersebut. Membuat kawanan preman itu tak dapat berkutik. Semuanya menatap mobil yang tengah berhenti dengan rasa was-was.


"Jangan ganggu dia," ucap seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil.


Sontak Hanbyeol beserta dua sahabatnya itu terkejut setelah melihat orang yang baru saja keluar dari mobil ternyata adalah Yongju.


"Apa kalian berniat membunuh nya?" tanya Yongju seraya menatap para preman dihadapannya.


Bersambung🍁

__ADS_1


Wajib tinggalkan jejak, ya😌


__ADS_2