
Happy Reading🌹
"Namaku Hanbyeol Sook." gadis bernama Hanbyeol Sook itu memperkenalkan dirinya. Sontak beberapa anak dikelas langsung bersorak ria, entah apa yang terjadi pada mereka. Hal itu membuat sebagian anak menjadi bingung.
"Apakah gadis itu populer?" tanya Hyejin dalam hatinya.
Lantas sekarang adalah giliran Hyejin untuk memperkenalkan dirinya maju ke depan kelas. Tangannya terasa gemetar membuat langkahnya semakin pelan.
"Hai semua, salam kenal. Namaku adalah Hyejin Oh," ucap Hyejin memperkenalkan dirinya. Ia menunjukkan senyum manis serta tangan yang melambai pada anak anak di depannya.
Suasana kelas yang semula santai tiba tiba menjadi ricuh, mereka saling melontarkan beberapa kalimat aneh yang membuat Hyejin merasa bingung.
"Haha! Lucu sekali, kan? Dia adalah anak yang masuk ke SMA ini dengan menggunakan beasiswa. Cih, menjijikkan," kata seorang anak perempuan yang duduk di kursi paling depan.
"Gila, dia beraninya masuk ke SMA ini dengan beasiswa. Aku melihat namanya di papan tadi."
"Aku malu jika menjadi dirinya."
Hyejin termenung diam, dia hanya bisa memperhatikan anak anak itu. Sebenarnya hatinya terasa begitu sakit saat mendengar perkataan perkataan yang terlontar dari mulut mereka.
"Benar, tadi juga aku melihat namanya di papan. Dia masuk ke SMA ini dengan beasiswa ... " batin Ye-In seraya menatap Hyejin dari tempat duduknya.
"Anak anak, bisa kalian diam? Hyejin sedang berbicara di depan, seharusnya kalian menghormatinya," cakap bu Suji melerai anak anak itu. Lantas suasana kelas pun kembali hening, dan Hyejin kembali duduk ke kursinya.
Setelah semua anak selesai memperkenalkan diri mereka masing masing, waktu yang sudah lama di tunggu pun akhirnya tiba. Kring!!! Bel istirahat berbunyi nyaring dan membuat mereka berlarian menuju kantin.
"Sial, kenapa ada Hyejin di kelas kita? Bukankah itu memalukan?" ucap seorang gadis dengan rambut hitam yang panjang dan sedikit keriting. Gadis itu menatap Hyejin dengan wajah jengkel.
"Sudahlah, penampilannya juga cupu. Apa yang bisa kita harapkan darinya?" imbuh Hanbyeol.
Hanbyeol adalah gadis yang sudah cukup populer sejak SMP, banyak anak yang mengenali wajahnya. Hanbyeol memiliki banyak teman perempuan, bahkan juga teman laki-laki.
Anak yang sekarang dekat dengannya adalah gadis dengan rambut panjang berwarna hitam tadi, namanya adalah Naseo Im. Gadis yang juga cukup populer di kalangan sekolah.
Tidak hanya Naseo, Jinsang Choi juga menjadi salah satu teman akrab dengan Hanbyeol. Dirumorkan bahwa Jinsang dan Hanbyeol adalah teman masa kecil. Keduanya sudah begitu dekat sejak SD.
__ADS_1
*****
Hyejin berjalan menuju kantin bersama Ye-In, keduanya duduk tepat di sebuah kursi paling pojok. Karena hanya kursi itu saja yang tersisa. Lagi lagi mereka mendapat kursi terakhir, sangat menyedihkan.
"Kau, ingin pesan apa?" tanya Ye-In menatap gadis didepannya. Wajahnya terlihat murung dan bahkan kepalanya terus menunduk sejak keduanya menuju kantin.
"Sudahlah, jangan perdulikan omongan mereka. Lagipula, kau itu keren karena bisa masuk ke SMA Chunja dengan prestasi yang bahkan tidak banyak orang kuasai," kata Ye-In berusaha menyemangati Hyejin.
"Benarkah?" Hyejin mengangkat kepalanya, ia menatap Ye-In sambil tersenyum lebar.
"Benar."
Waktu menunjukkan pukul 11.23. Setelah bel masuk berbunyi, semua anak langsung kembali ke kelas masing masing. Termasuk Hyejin dan Ye-In.
Sejak memasuki ruangan kelas, Hyejin terus menatap bukunya dengan tatapan kosong. Dia masih merasa takut untuk mendengar perkataan yang menyakitkan dari anak anak itu.
Tidak berselang lama, guru yang sebelumnya memasuki ruangan kelas pun kembali. Ditangannya terlihat beberapa buku yang cukup banyak, bahkan ia terlihat kewalahan saat membawanya.
"Aku akan membantu guru itu untuk membawa bukunya nanti," gumamnya dalam hati.
"Biar saya bantu," ucap Hyejin dengan ramah. Namun banyak anak dikelas tidak menyukai sikapnya. Mereka berpikir kalau Hyejin sok baik dan sok perhatian pada bu Suji.
Karena sudah saatnya jam pulang, gerbang sekolah pun berakhir dengan dipenuhi anak anak yang sudah tidak sabar untuk kembali ke rumah mereka masing masing.
Ruangan kelas yang kosong, serta lorong lorong sepi membuat para guru menjadi rindu terhadap murid muridnya itu. Karena merekalah yang selalu mengisi tempat kosong tersebut.
Hyejin melangkah menuju gerbang sekolah, dilihatnya sosok Yohan tengah menunggunya di tempat yang tak jauh dari sekolahnya.
"Kakak!" teriak Hyejin seraya berlari menghampiri sang kakak.
"Wah ... adikku terlihat sangat bahagia," seru Yohan dengan senyuman mengambang diwajahnya. Dia mengelus kepala gadis kecil di depannya.
"Bagaimana hatimu? Menyenangkan?" tanya Yohan merasa penasaran. Apa boleh buat? Hyejin terpaksa harus berbohong terhadapnya dengan mengangguk.
"Kenapa Kakak menjemput ku? Apa Kakak tidak lelah setelah seharian belajar di sekolah?" tanya Hyejin lantaran melihat sosok kakaknya masih dengan menggunakan seragam sekolah. Lalu terlihat sebuah tas yang juga masih di punggungnya.
__ADS_1
Yah, mereka berada di sekolah yang berbeda. SMA Chunja adalah SMA impian Hyejin sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Dia bisa berusaha masuk ke SMA itu berkat kecerdasan yang ia miliki.
Berbeda dengan Yohan, dia tidak memiliki kecerdasan yang bahkan dimiliki adiknya. Yohan bersekolah di SMA Seon yang terletak cukup jauh dari perumahan. Itu adalah SMA biasa pada umumnya.
Setelah pulang sekolah, dia akan menjemput adiknya. Lalu saat malam tiba, Yohan akan bekerja part time di sebuah toko swalayan di seberang jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
"Ayo pulang," ajak Yohan seraya menarik lengan Hyejin.
Dimatanya, Hyejin masih tetap gadis kecil. Meskipun kini usianya telah menginjak 14 tahun. Hanya selisih satu tahun dengannya.
Setelah cukup lama berjalan, keduanya pun akhirnya tiba di sebuah perumahan kecil. Yah, mereka tinggal di tempat itu sejak usia mereka yang masih begitu kecil.
Hyejin langsung berbaring di ranjang dan menatap langit langit di kamarnya. Dia berharap suasana kelas akan berubah besok pagi.
"Apa hanya karena aku masuk dengan beasiswa
... mereka jadi benci kepadaku?" ucapnya dalam hati. Tanpa disadari, air matanya itu keluar dan membasahi pipinya.
"Hyejin, kau--" ucap Yohan terpotong setelah melihat sosok adiknya tengah menangis di atas ranjang.
Dia langsung berlari dan memeluk Hyejin, hatinya terasa begitu sakit melihat gadis kecil menangis tepat di depan matanya.
Hyejin yang baru tersadar akan kedatangan kakaknya sontak menjadi terkejut dan langsung mengusap air matanya dengan kain baju yang ia kenakan.
"A-- aku tidak apa apa. Aku hanya kelelahan," ujarnya gugup.
"Serius?" tanya Yohan masih belum percaya akan perkataan yang baru saja dikatakan oleh Hyejin.
"Serius, kok."
Bersambung 🍁
Halo kakak semuanya, jangan lupa untuk selalu dukung karya Author, ya! Satu like saja sudah sangat berarti bagi saya^^
Jika tertarik, bisa bantu sebarluaskan juga, hehe.
__ADS_1
Terima kasih~