Gadis Cupu Anak Konglomerat

Gadis Cupu Anak Konglomerat
Bab 6 : Terjebak


__ADS_3

Happy Reading🌹


Suasana kericuhan terdengar jelas di koridor sekolah. Beberapa anak yang merasa penasaran lantas berlarian menuju sumber suara tersebut. Tak sedikit dari mereka yang terdiam, hampir semuanya melerai pertengkaran yang tengah terjadi di tempat itu.


"Hai, dasar bajingan!" teriak Duho pada seorang anak lelaki dihadapannya. Yah, dia sedang mencari keributan dengan Yongju Kim. Seorang anak laki-laki yang sebelumnya tak sengaja bertabrakan dengan Hyejin di kantin sekolah.


Yongju sangat populer di kalangan sekolah dan media sosial sejak awal dirinya masuk ke SMA Chunja. Tak sedikit lawan jenis yang mendekatinya.


Dia adalah seorang anak dari keluarga konglomerat generasi ke-2. Yongju hanya tinggal bersama seorang Ayah sejak dirinya masih berusia satu tahun.


"Berhenti! Jangan bertengkar lagi!" timpal salah seorang teman Yongju.


Sejak tadi ia terus berusaha melerai pertengkaran yang terjadi dengan sengit. Entah apa alasan yang membuat keduanya menjadi ribut, tak ada satupun anak yang mengetahuinya.


Pertengkaran keduanya itupun tersebar hingga ke kelas 10#4. Hal itu membuat Hyejin penasaran dengan keributan yang sedang terjadi di koridor sekolah.


Hyejin berlari menuju koridor tanpa seorang pun teman di sisinya. Tentu saja, Ye-In sedang izin hari ini.


Begitu melihat keributan yang tengah terjadi, Hyejin hanya bisa ternganga. Dia tidak tahan melihat sosok Duho dengan wajah yang sudah babak belur dan penuh dengan darah.


"*Kak Duho kan, anak yang kemarin ke kelas ku. Bukannya Hanbyeol menge*nal kak Duho? Tapi kenapa dia tidak ada di sini untuk melerai pertengkaran?" Hyejin bertanya-tanya dalam benaknya. Dia mencoba untuk menebak alasan mengapa keduanya bisa sampai ribut.


Tidak berselang lama, bapak kepala sekolah pun turun tangan setelah mendengar bahwa Yongju Kim anak dari kelas 12#1 sedang ribut dengan Duho Lee selaku anak dari kelas 11#2 di koridor sekolah.


Dia memisahkan kedua anak itu lalu menyuruh mereka untuk bicara empat mata dengannya. Tentu saja secara bergilir.


Duho diperintah untuk kembali ke kelasnya terlebih dahulu. Sedangkan Yongju dibawa menuju ruang BK untuk menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi.


Hanya dalam waktu beberapa saat, berita itu lantas tersebar di setiap grup kelas masing masing. Siapa lagi kalau bukan siswi heboh yang menyebarkannya?


Kericuhan yang sebelumnya sempat membuat kebisingan di koridor pun berlalu damai setelah kedua anak itu dipisahkan.


Beberapa orang lantas buyar dan kembali ke tempat mereka sebelumnya. Berbeda dengan Hyejin, dia memutuskan menuju ke taman sekolah untuk mengisi waktu luang di jam kosong ini.


Drrrttt ...

__ADS_1


Ponselnya berdering. Hyejin segera meraih ponselnya di dalam saku rok. Begitu melihat layar ponsel, ternyata Ye-In adalah orang yang tengah menghubunginya.


"Hyejin, apa yang telah terjadi?" tanya Ye-In tiba tiba setelah Hyejin mengangkat panggilan dari nya.


"Apa maksudmu?" Hyejin tak mengerti, dia berbalik tanya dan mencoba untuk memahaminya.


"Di grup kelas heboh dengan keributan antara kak Yongju dengan kak Duho. Apa kau tau?" tuturnya serius.


Hyejin menghembuskan nafasnya, dia tak habis pikir dengan sahabatnya yang ternyata juga ikut heboh hanya karena masalah seperti ini.


"Aku tidak tau kenapa mereka ribut. Tapi aku melihat jelas kalau wajah kak Duho sampai babak belur. Apa kak Yongju yang sudah memukulnya?" kata Hyejin mencoba menebak.


"Ah, aku jadi penasaran. Besok aku akan berangkat!"


"Hah? Memangnya hari ini kau kemana?" tanya Hyejin dengan rasa penasaran di benaknya. Sontak dirinya pun mulai curiga dengan ketidakhadiran sahabatnya di sekolah hari ini.


"Sebenarnya aku sempat ribut dengan orang tuaku tadi pagi, jadi aku memutuskan untuk tidak hadir," ungkap nya lirih.


Karena bel masuk telah berbunyi, Hyejin pun mengakhiri obrolannya dengan Ye-In. Dia berlalu meninggalkan taman untuk segera kembali ke kelasnya.


Hampir seluruh anak dikelas menertawakannya, namun tidak dengan Daeshim yang selalu terdiam duduk di bangkunya. Dia memang anak yang sibuk dengan sebuah buku.


"Kenapa kalian melakukan ini?" tanya Hyejin menatap sinis pada Hanbyeol. Namun Hanbyeol hanya berdecih dan tak merespon pertanyaan dari Hyejin.


Tap ... tap ... tap ...


Suara langkah kaki terdengar mendekati ruang kelas 10#4. Beberapa anak yang sebelumnya asyik menertawakan Hyejin lantas berlari menuju tempat duduk masing masing.


"Hanya dengar suara langkah kaki saja sudah buyar seperti itu. Apa sebegitu takutnya mereka pada guru? Jika iya, kenapa mereka berani merundung ku?" batinnya seraya duduk di kursi.


Ternyata ransel miliknya sudah dikembalikan oleh mereka. Ia pun segera mengeluarkan buku dari dalam ranselnya untuk persiapan pelajaran berikutnya.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Matahari telah berada di puncaknya. Suasana panas pun mulai menggelora. Bahkan tak sedikitpun angin bersiul masuk ke dalam ruangan melalui celah jendela.

__ADS_1


Mereka menjadi kewalahan lantaran cuaca siang hari ini yang begitu panas tak seperti biasanya.


"Hyejin, kau di panggil pak Lim tuh di gudang olahraga," ucap salah seorang teman kelasnya.


"Untuk apa?" tanya Hyejin merasa heran. Lagipula tak ada alasan pasti mengapa guru olahraga tiba tiba memanggilnya ke gudang olahraga di luar jam pelajaran.


"Aku tidak tau. Tapi sepertinya dia murka," cakap nya dengan raut wajah serius.


Jika diingat-ingat, minggu kemarin memang Hyejin sempat diperintah untuk mengembalikan perlengkapan basket ke gudang. Namun dirinya merasa tidak melakukan kesalahan sama sekali.


"Cepat sana!" lanjutnya. Gadis itu menarik lengan baju Hyejin dan membuat Hyejin terseret dari bangkunya.


Tanpa pikir panjang, ia pun langsung berlari dan menuju gudang olahraga sesuai perkataan gadis tadi. Meskipun dirinya sempat merasa aneh dengan hal itu.


Setibanya di depan gudang olahraga, Hyejin berusaha memikirkannya kembali. Apakah dia akan djebak dalam situasi ini? Atau mungkin memang pak Lim telah mengutus temannya itu.


"Permisi ... " Hyejin memperhatikan sekeliling ruangan, dia masih belum melangkah masuk ke dalam gudang tersebut.


Brak!!!


"Ugh, apa ini?"


Entah siapa orangnya, namun Hyejin telah didorong masuk ke dalam gudang olahraga tersebut. Benar seperti dugaannya, pasti ada sesuatu dibalik perkataan teman sekelasnya tadi.


"Hei, buka!" teriak Hyejin seraya berusaha membuka pintu gudang yang telah terkunci.


Ingin berusaha untuk meminta bantuan dari seseorang, namun ponselnya tertinggal di dalam kelas. Ia pun pasrah untuk menerima bantuan dari siapapun.


Yah, sebenarnya akan sulit bagi seseorang untuk bisa menolongnya. Karena letak gudang olahraga tersebut memang terpisah dari gudang sekolah.


Bersambung🍁


Tolong tinggalkan jejak dengan cara like, komen, vote, fav dan gift karya ini ya! Salam manis dari Author~


Thank you🌹

__ADS_1


__ADS_2