Gadis Cupu Anak Konglomerat

Gadis Cupu Anak Konglomerat
Bab 7 : Tunas Kesalah-pahaman


__ADS_3

Happy Reading🌹


Sebuah ruangan yang tampak begitu gelap, tak ada sedikitpun sorot cahaya yang masuk kedalamnya. Bahkan se hembus angin pun tak sampai terasa. Gudang itu begitu luas dan hanya berisi sebuah benda perlengkapan olahraga.


"Siapapun yang ada di luar, apakah bisa tolong bukakan pintu ini?" Hyejin masih berusaha untuk mengeluarkan dirinya dari dalam sana. Bahkan sudah hampir 20 menit lamanya ia terkurung di tempat itu.


"Bagaimana jika kelas sudah masuk? Apakah aku akan terkena masalah?" ucapnya seraya menghelai rambut menggunakan tangan kirinya.


Sedari tadi Hyejin hanya berjalan ke sana kemari menunggu pertolongan dari seseorang. Ia sendiri sudah hampir pingsan karena terlalu lama berada di ruangan tertutup.


"Hai!!! Ayolah, masa tidak ada yang lewat?" teriaknya seraya menggedor pintu tersebut berulang kali.


Tap ... tap ... tap ...


Setelah beberapa saat, terdengar lah suara langkah kaki yang semakin mendekat, Hyejin lantas bersemangat karena berpikir dirinya akan segera keluar dari tempat gelap ini.


"Tolong aku, aku terkunci di sini!" teriaknya lagi.


Seketika orang itu pun berjalan semakin mendekat ke arah pintu gudang yang tengah terkunci.


"Siapa di dalam?" tanya seseorang dari balik pintu. Didengar dari suaranya, dia adalah anak lelaki. Bahkan suaranya terdengar begitu familiar di telinga Hyejin.


"A-- aku Hyejin. Aku terkunci, bisa tolong bukakan pintunya?"


"Mundurlah beberapa langkah. Aku akan coba membukanya."


Anak tersebut pun mendobrak pintu yang terkunci itu. Hampir beberapa kali dirinya mencoba, namun hasilnya nihil. Hingga pada akhirnya saat hampir putus asa, diapun berhasil membuka pintu gudang tersebut.


Raut gembira terpampang pada wajah gadis dihadapannya. Meskipun tubuhnya sudah tampak melemas.


Hyejin melangkah keluar dari dalam gudang, dia menghampiri anak lelaki yang masih berdiri di pintu gudang.


"Terima kasih telah menolong ku ... " kata Hyejin sambil membungkukkan tubuhnya sebagai rasa hormat.


Belum sempat memandang wajahnya, pria itu lantas berlalu meninggalkan Hyejin tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


Hyejin hanya bisa ternganga melihat sikap anak yang tidak ada sopan santunnya. Yah, meskipun sebenarnya Hyejin jauh lebih muda darinya.


Selang beberapa waktu, Hyejin akhirnya bisa kembali ke kelas. Begitu tiba di depan pintu masuk ruang kelas, dia sudah melihat seorang guru tengah menerangkan materi pembelajaran di depan kelas.


Ingin coba untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kelas, namun di sisi lain dirinya juga merasa ragu karena takut akan dimarahi oleh sang guru.


"Apa aku kembali ke kelas nanti saja ya saat pergantian jam pelajaran?" gumamnya berusaha mencari jalan keluar.

__ADS_1


"Kenapa tidak masuk?" ucap seseorang tiba tiba sembari meletakkan telapak tangannya di pundak Hyejin.


Gadis itu lantas menoleh ke belakang, dan terlihat sosok lelaki yang sepertinya adalah orang yang sudah membantu Hyejin keluar dari dalam gudang tadi.


"I-- itu, aku takut ... " ucapnya lirih memandang Yongju. Anak laki-laki yang kini sedang berdiri di depannya.


"Masuklah jika tidak ingin masalahnya lebih panjang," cakap Yongju.


Hyejin hanya bisa mengangguk pelan, dia kemudian menuruti ucapan lelaki itu.


Cek lek ...


Pintu itu terbuka, sontak semua anak memandangnya sinis. Termasuk sang guru yang juga ikut memandangnya dari depan kelas.


"Darimana saja kau? Kenapa baru kembali? Apakah ini sikap yang baik sebagai wakil ketua kelas?" tanya bu Suji, beliau sudah hilang kesabaran akibat terlalu lama menunggu kedatangan sosok Hyejin, selaku wakil ketua kelas.


"Maaf Bu, saya sempat terkunci di gudang olahraga. Saya baru bisa keluar dari sana saat seseorang menolong saya," balasnya dengan kepala tertunduk.


"Jangan alasan! Istirahat nanti, ikutlah ke ruangan saya," cakap nya dengan mata yang masih tertuju pada Hyejin.


"Baik ... "


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Kring!!! Waktu berlalu begitu cepat. Setelah bel istirahat ke-3 dibunyikan, seluruh anak langsung berlarian menuju tempat kesukaan mereka. Tentu saja kakak semua sudah tau, kan. Mana lagi kalau bukan kantin?


Di sisi rasa takutnya itu, Hyejin juga ingin mencari sosok Yongju. Dia ingin jika anak itu menjelaskan kejadian yang sebenarnya agar Hyejin lolos dari hukuman.


"Jujurlah, kau pergi kemana tadi?" tanya bu Suji. Mereka duduk berhadapan di sebuah kursi di dalam ruangan.


"Saya sudah jujur. Saya sempat terkunci di gudang olahraga," balasnya dengan raut wajah cemas.


"Jika Bu Suji tidak percaya, saya akan mencari kak Yongju. Beliau yang telah menyelamatkan saya tadi!" lanjutnya dengan suara sedikit lantang.


Sontak Hyejin langsung bangkit dari kursinya, dia nekat keluar dari ruangan itu sebelum diizinkan oleh sang guru.


Selama berada di koridor, Hyejin terus fokus untuk mencari keberadaan seseorang. Dia menatap ke segala arah bahkan sampai sudut ruangan sekaligus hanya demi menemukan sosok Yongju.


"Oh iya, kenapa aku tidak ke kelasnya saja?" ucapnya dalam hati sambil menepuk jidatnya. Hal itu biasa orang lain lakukan saat mereka melupakan sesuatu.


"Etttt, tapi aku kan ngga tau kak Yongju kelas berapa. Huh, gimana ya?"


Setelah beberapa saat, sebuah ide pun terlindas dalam benaknya. Yah, tepat sekali. Dia akan menanyakan dimana ruang kelas Yongju pada sahabatnya melalui pesan telepon.

__ADS_1


*****


**Message_


Me: Hai, Ye-In.


Sahabat: Iya? Ada apa?


Me: Aku ingin menanyakan dimana letak kelas kak Yongju. Apa kau tau?


Sahabat: Kelasnya di 12#1. Memang ada apa?


Me: Aku akan menceritakannya besok saat kau sudah hadir, oke?


Sahabat: Huh, baiklah**!


*****


Hyejin berlari menuju kelas Yongju. Dia tak ingin menghabiskan banyak waktu hanya untuk menyelesaikan suatu kesalah-pahaman.


Begitu tiba di depan ruang kelas 12#1, Tuhan telah menolongnya. Dia langsung dipertemukan oleh sosok seseorang yang sedari tadi ia cari keberadaannya.


"Permisi, Kak?" Hyejin menarik seragam Yongju hingga membuatnya menoleh. Tetapi tatapan yang tak diinginkan terpampang diwajah anak lelaki itu.


"Sopan santun mu dimana?" tanyanya seraya menodongkan jari telunjuknya pada jidat Hyejin.


Gadis itu hanya bisa menahan rasa malu lantaran banyak kakak kelas menatapnya. Rasanya ingin segera kabur dalam situasi saat ini.


"Maaf, tapi aku butuh bantuan Kakak," ucapnya lirih, dia tak ingin orang lain mendengarnya.


"Bantuan? Bantuan apa?"


"Syutt, jangan terlalu keras," ujar Hyejin berusaha mengingatkan karena Yongju bertanya dengan suara yang terlalu keras.


Anak lelaki itu sedikit menundukkan kepalanya, lalu mendekatkan wajahnya pada Hyejin.


Deg ... deg ... deg ...


Jantungnya berdetak kencang, sorot mata Yongju mampu meluluhkan hatinya itu.


"Kakak harus menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi. Aku tidak ingin bu Suji salah paham," Hyejin berkata lirih tepat di sebelah telinga Yongju.


•Kalian penasaran ngga? Apa Yongju bakal bantu Hyejin dalam situasi saat ini? Atau tidak? Baca episode selanjutnya ya^^

__ADS_1


Bersambung🍁


Tinggalkan jejak kalian say. Author tunggu dukungannya, ya! Thank you❤


__ADS_2