Gadis Polos Dan Pria Sombong

Gadis Polos Dan Pria Sombong
Bab 11


__ADS_3

Cukup sadar diri dan tidak perlu berharap lebih! Memang nya siapa dia? Hanyalah seorang gadis pembawa sial dan juga cacat yang sama sekali tidak pantas untuk menjadi pendamping pria itu.


Sehabis pulang kerja, Fatima memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, agar bisa menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.


Gadis itu merasa sangat tak berdaya ketika melihat ponsel barunya kini telah hancur lebur akibat terlindas oleh ban truk.


Ya, ternyata pada saat dia sedang berusaha menyelamatkan Andika. Handphone di tangan nya tiba-tiba saja terlepas tanpa di minta, sehingga kini hanya tersisa bangkai nya saja.


Rasanya begitu menyedihkan, ia tidak punya uang sama sekali. Sementara barang berharga satu-satunya sudah lenyap dan tak bersisa.


Tak tau apa yang harus dia lakukan setelah ini. Tadinya Fatima ingin meminta ganti rugi kepada Andika, namun mengingat jika pertolongan itu dia berikan atas kehendaknya sendiri. Dan hancurnya handphone milik gadis itu bukan berarti atas kesalahan Andika.


Biarkanlah, lagi pula semuanya sudah berlalu.


Keesokan paginya, seperti biasa Fatima akan bangun pada pukul 7 pagi lalu bersiap dan langsung pergi menuju ke Rumah Makan milik Talia.


Mulai hari ini dia tidak akan sarapan.


Dan hanya akan makan mie instan pada saat menjelang sore hari.


Rasa lapar itu masih bisa untuk di tahan nya sampai siang hari, barulah pada sore harinya Fatima akan mengisi perut dengan meminum banyak air putih agar kenyang. Lalu pada malam harinya, rasa lapar akan hilang dan tidak terasa karena


Fatima memilih untuk mengalihkan nya dengan tidur.


...****************...

__ADS_1


Sementara kini di kediaman Keluarga Reno.


Pria itu terlihat sedang asyik menyantap makan malam nya, tanpa mau menoleh kesana kemari. Sementara Sonia terlihat termenung dan enggan untuk makan.


Samantha yang merupakan putri mereka akhirnya memutuskan berbicara dan bertanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada mama dan papa nya itu.


"Pah, sebenarnya apa yang sudah papa lakukan terhadap mama semalam? Aku liat sendiri mama nangis di dalam kamar. Hal itu terjadi pasti gara-gara papa kan?" tanya Samantha, nadanya terdengar protes dan sedikit tidak senang.


"Sudahlah, lebih baik kamu makan. Jangan pikirkan mama, semalam itu mama nangis bukan di sebabkan oleh papa. Tapi mama rindu sama kakek kamu. Kalau begitu, besok kita berdua pergi ya ke rumah kakek." balas Sonia dengan cepat.


Perempuan itu sengaja berbohong untuk menutupi semuanya. Dan mengalihkan pembicaraan agar Samantha tidak mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi di antara mereka berdua.


Sonia tidak mau masa kecil Samantha harus berubah menjadi buruk, karena memikirkan tentang persoalan hubungan antara mama dan papa nya.


Maka dari itu dengan sekuat tenaga Sonia mencoba untuk menutup rapat tentang rahasia ini, dan bersikap seolah-olah sedang baik-baik saja.


"Reno!" bentak nya tanpa sadar.


Namun sesaat kemudian. Sonia langsung menyesali tindakan cerobohnya tersebut yang nantinya malah akan membuat putri mereka bertambah curiga.


"Ma-maksud ku, suamiku. Bolehkah kita berbicara sebentar?" tanya Sonia berbicara dengan nada yang lembut dan juga sembari melepas senyuman di bibirnya.


Reno tak menjawab dan langsung pergi begitu saja. Melihat akan hal itu, Sonia lantas berpamitan terlebih dahulu kepada putrinya, dan menyuruh Samantha agar tetap berada di meja makan.


"Baiklah ma!" sahutnya dengan segera.

__ADS_1


Sonia langsung memutuskan pergi setelah itu untuk menyusul Reno yang ternyata kini sedang menunggu di dalam kamar mereka.


"Apa yang mau kau katakan? Jangan berbasa-basi, karena aku sangat membenci hal itu." ujar suaminya yang mampu membuat Sonia merasa geram.


"Berhentilah menjadi egois dan arogan seperti itu, terutama di depan anak kita. Kau tau dia masih kecil, aku tidak mau kalau sampai semua ini berdampak pada masa depan nya kelak." tekan Sonia dengan sangat tegas.


Selama ini dirinya berusaha sekeras mungkin untuk menutupi aib rumah tangga mereka di depan putrinya. Namun Reno dengan seenaknya malah berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.


Tentu perkataan itu mampu membuat Reno tidak terima. Karena sejatinya wanita itu sudah menyalahkan nya, padahal menurut Reno ini semua terjadi karena keegoisan Sonia lah yang memaksa untuk menikah dengan dirinya dulu.


"Bukan kah kalimat Arogan dan egois itu lebih pantas untuk di sematkan kepada dirimu Sonia? Jika kau tidak memaksakan kehendak mu, maka kita berdua tidak akan sampai sejauh ini bahkan memiliki seorang anak." bentak Reno merasa sangat geram sekaligus marah kepada istrinya itu.


"Ya, aku memang egois! Tapi kau sangat munafik. Dan itu lebih menjijikan dari pada sebutan egois untuk seorang wanita." sahut Sonia dengan begitu lantangnya.


Kali ini perempuan itu benar-benar sudah menunjukan wajah aslinya di depan Reno secara langsung.


"Apa maksud mu?" tanya Reno yang sama sekali tidak paham dengan perkataan Sonia yang mengatakan jika dirinya adalah pria yang munafik.


"Kau memang munafik Reno, mengatakan jika kau sama sekali tidak mencintai ku. Tapi buktinya pada malam pertama kau malah meniduri ku sehingga membuat ku menjadi hamil dan melahirkan seorang anak." tukas Sonia sambil tersenyum miris.


Reno benar-benar tak habis pikir, lalu menjawab.


"Dasar bodoh, tentu saja aku harus meniduri mu karena pada saat itu kau sudah sah menjadi istri ku. Aku sudah membayar mahal atas pernikahan kita, jadi anggap saja hal itu sebagai bayaran nya. Soal cinta, aku memang tidak mencintai mu sama sekali. Apa kau tau selama ini aku hidup tersiksa dan terus mencoba untuk berusaha mencintai mu, namun hasilnya nihil. Selama 15 tahun kita bersama, tapi perasaan itu tak juga kunjung tumbuh. Namun aneh nya pada saat aku bertemu dengan seorang gadis pada sore itu, dia mampu membangkitkan gairah perasaan di hati ku. Sehingga membuat ku mampu merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kali nya."


Sonia langsung terkejut dan melebarkan kelopak matanya. Omongan dari suaminya itu merupakan suatu bencana besar yang dapat mengakhiri rumah tangga mereka. Jadi ternyata inilah firasat buruknya selama ini, bahwa suaminya itu telah jatuh cinta dengan wanita lain. Dan bukan kepada dirinya!

__ADS_1


Sakit, rasanya sangat sakit. Dunianya seakan runtuh dan juga hancur berkeping-keping. Sonia sangat tidak tahan dan harus menarik perkataan nya beberapa hari yang lalu, pada saat ia mengatakan jika dirinya akan pasrah bila suatu saat nanti mereka berdua di takdirkan untuk tidak bersama lagi atau berpisah.


__ADS_2