Gadis Polos Dan Pria Sombong

Gadis Polos Dan Pria Sombong
Bab 21


__ADS_3

Fatima mengantar kepergian Reno sampai ke depan kost-kostan.


Setelah memastikan bahwa pria itu sudah benar-benar pergi, akhirnya dia bisa bernafas dengan lega dan langsung masuk setelah itu.


Sementara di desa, Sekar begitu marah karena nomor Fatima sama sekali tidak aktif ketika di hubungi.


"Hari ini harusnya gadis cacat itu sudah gajian dan mengirimi ku uang. Tapi kenapa nomornya sama sekali tidak aktif? Benar-benar membuat ku kesal saja, aku yakin dia pasti sengaja menonaktifkan handphone nya agar bisa menghindar dari ku. Dasar anak tidak tau di untung, sudah senang langsung lupa dengan kedua orang tuanya." ucap Sekar marah-marah.


"Sudahlah, jangan mengusik kehidupan nya lagi. Kau terlalu matre dan gila uang Sekar, apa gaji yang ku berikan selama ini tidak cukup? Sampai-sampai kau ingin meminta uang kepada anak mu lagi." balas Andre merasa sangat muak atas sikap istrinya yang sama sekali tidak mengerti.


"Diam! Dan jangan campuri urusan ku, urus saja urusan mu sendiri. Tidak usah pedulikan aku!" bentak Sekar secara langsung, dan wanita itu sudah bersiap ingin pergi meninggalkan suaminya.


Namun tiba-tiba saja Emi datang dan tak lupa untuk bertepuk tangan.


"Oh. Rupanya ini alasan mu meminta nomor handphone Fatima hanya untuk memalak uang dari hasil gajinya. Ibu macam apa kau? Berani sekali memanfaatkan nya hanya untuk kepentingan diri mu sendiri." bentak Emi merasa sangat marah dan juga emosi.


Tak menyangka bahwa dirinya akan sebodoh ini dan tertipu akan ucapan kakaknya pada saat itu, yang mengatakan bahwa tujuan Sekar meminta nomor telpon Fatima karena untuk meminta maaf. Tapi ternyata semuanya salah, dan Emi benar-benar menyesal dan pasti tidak akan mau mempercayai lagi setiap omongan yang di ucapkan oleh kakaknya itu.


...****************...


Fatima berjalan keliling toko sembari membereskan setiap pakaian yang berantakan karena perbuatan para pembeli.


Dengan telaten Fatima kembali melipatnya dengan rapi, karena terlalu fokus membuat wanita itu menjadi tidak sadar akan kehadiran Reno tepat di belakang tubuhnya.


Setelah selesai, Fatima pun langsung berbalik badan. Pada saat itu lah dia langsung terkejut karena kini sedang berhadap-hadapan secara langsung dengan pria itu.


"Kenapa dia harus ada disini?" batin nya merasa cemas.

__ADS_1


Namun Fatima masih mencoba untuk tetap profesional meskipun jantung nya sedang tidak karuan sekarang.


"Anda sedang mencari apa tuan?" tanya nya dengan ramah.


Namun Reno malah menjawab. "Sedang mencari mu!" Setelah itu, Reno pun langsung menarik tangan Fatima untuk di bawa keluar dari dalam toko pakaian.


"Ikutlah bersama ku!" perintah nya sebelum mereka masuk ke dalam mobil.


Namun Fatima langsung menolak dan melepaskan tangan Reno dari tangan nya.


"Tidak, aku harus bekerja! Dan anda tidak boleh bersikap lancang kepada orang yang tidak di kenal. Lebih baik anda pergi dan tinggalkan saya!" sahut Fatima merasa sangat marah atas tindakan Reno yang sesuka hatinya saja.


"Kau sudah tidak bekerja lagi disini dan mencoba lah untuk paham." balas Reno dengan cepat.


Tanpa berbasa-basi, pria itu langsung saja menggendong Fatima untuk di bawa masuk ke dalam mobil. Karena tidak ingin ada orang yang melihat keberadaan nya disini dan tengah bersama seorang wanita muda.


Di dalam perjalanan, suasana di dalam mobil begitu tenang dan juga senyap. Fatima maupun Reno sama-sama diam dan tidak ingin berbicara.


Karena memang Fatima sangat merasa canggung atas kejadian barusan, dimana Reno yang menggendong tubuhnya. Menurutnya hal itu sangat tidak biasa, sampai sekarang wanita itu sama sekali tidak mengerti entah apa alasan Reno menemuinya dalam 2 hari berturut-turut.


Kalau begini terus, bagaimana caranya agar Fatima bisa melupakan perasaan nya terhadap pria itu? Sementara Reno selalu saja hadir di kehidupan nya.


"Aku tau kau bekerja di toko pakaian itu dengan gaji yang sangat murah, jadi aku memutuskan untuk membawa mu pergi dari sana. Karena bagaimana pun juga, akulah yang sudah membuat mu harus merasakan penderitaan ini. Mulai besok, kau sudah bisa bekerja kembali di rumah makan tempat dirimu bekerja sebelumnya." ucap Reno secara tiba-tiba yang mampu memancing perhatian Fatima untuk melihat ke arahnya.


"Benarkah? Apa tuan tidak berbohong?" tanya Fatima masih kurang yakin.


Namun Reno langsung menggelengkan kepalanya. "Aku sudah menghubungi Talia sebelumnya, jadi kau tidak perlu merasa cemas. Anggap saja jika aku melakukan ini karena merasa bersalah atas apa yang sudah ku perbuat kepada mu." jelas Reno, karena jujur ketika melihat wanita yang di cintainya hidup dalam kesengsaraan membuat Reno seperti merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh Fatima.

__ADS_1


Sementara Fatima hanya bisa mengangguk paham, tak ingin menolak karena sejujurnya hatinya merasa sangat senang karena sudah di terima untuk bekerja kembali di rumah makan milik Talia.


"Soal kejadian di rumah makan itu, seperti nya memang karena kesalahan ku. Aku memang tidak bisa bersikap ramah terhadap pelanggan, senyuman ku begitu sulit untuk di tunjukan pada semua orang. Karena aku malu dan juga tidak pede!" balas Fatima, berbicara sambil meremas bagian ujung baju yang tengah di kenakan nya saat ini.


Seketika Reno langsung tertegun ketika mendengar ucapan itu. "Mungkin lain kali aku tidak akan menuntut mu untuk melakukan hal yang tidak kau sukai. Aku benar-benar minta maaf!"


Setelah itu keduanya pun sama-sama terdiam, dan suasana di dalam mobil harus kembali seperti semula. Yaitu senyap dan juga sunyi.


Sementara di saat mobil yang di kendarai oleh Reno melintas di kota, Boby yang tengah berada di sebuah tempat perbaikan mobil atau yang di sebut sebagai (bengkel) tiba-tiba saja malah tak sengaja memperhatikan plat mobil yang kebetulan tengah lewat di depan nya saat ini.


"Bukan nya itu mobil tuan?" batin nya bertanya-tanya.


Pria itu langsung saja melihat ke arah jam yang tengah melingkar di tangan nya. Masih jam 10 pagi, tapi tuan nya itu sudah keluar dari perusahaan dan entah hendak pergi kemana.


Padahal biasanya Reno tidak akan pernah melakukan hal seperti ini. Bahkan di saat jam kantor berakhir Reno masih memilih untuk lembur karena tidak ingin pulang cepat.


"Sudahlah, mungkin tuan ada keperluan sebentar." ujar Boby yang masih bisa untuk berpikiran positif terhadap tuan nya tersebut, dan lebih memilih untuk fokus bermain handphone lalu mengabaikan tentang Reno.


Namun sayang nya mobil yang di kendarai oleh Reno tiba-tiba saja mati di tengah jalan. Entah apa kesalahan nya sehingga membuat mobil kesayangan nya ini tiba-tiba saja mati.


Reno menduga bahwa anak buahnya yang tak lain adalah Boby pasti lupa untuk mengeceknya sebelum dia pergi ke kantor. Karena biasanya, setiap pagi hal itu pasti rutin di lakukan demi menghindari kejadian yang tidak mengenakan di tengah jalan seperti yang tengah di alami nya pada saat ini.


"Apa anda baik-baik saja tuan?" tanya Fatima yang menyadari bahwa wajah Reno sedang menunjukan suatu kepanikan.


"Ya aku baik-baik saja! Hanya saja mobilnya mogok dan aku tidak tau harus berbuat apa."


Keduanya lantas turun, Fatima lebih memilih untuk berdiri di pinggir jalan.

__ADS_1


Sementara Reno masih mencoba untuk mencari-cari keberadaan handphone miliknya di dalam mobil. Barang kali benda pipih tersebut sedang terjatuh dari kantong nya, karena tidak dapat menemukan ponselnya tersebut di dalam saku celana nya.


__ADS_2