Gadis Polos Dan Pria Sombong

Gadis Polos Dan Pria Sombong
Bab 17


__ADS_3

Bagaimana tidak? Karena biasanya Reno hanya akan di temani oleh beberapa Bodyguard jika sedang pergi untuk perjalanan bisnis keluar kota.


Untuk selain itu maka dia bisa pergi sendiri, apalagi dengan jarak yang sangat dekat.


🍸🍸🍸


"Dasar bodoh, kenapa kau melakukan ini Fatima? Kau sama sekali tidak becus dalam bekerja. Tuan Reno dan juga Tuan Boby adalah pelanggan kami, sudah sering mereka makan di sini, tapi baru kali ini mereka tidak puas dengan pelayanan yang karyawan ku berikan. Dan kali ini aku harus kehilangan kepercayaan pelanggan karena kebodohan mu, kau memang gadis pembawa sial. Tidak salah jika ibu mu sangat membenci dirimu dan tidak menginginkan kehadiran mu." bentak Talia akibat sudah terlanjur marah besar dan kecewa dengan hasil kerja Fatima yang sama sekali tidak memuaskan.


Padahal gadis itu sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun. Dia sudah melakukan tugas yang semestinya dengan benar. Tapi mau bagaimana lagi? Fatima sama sekali tidak berdaya untuk mengelak atau pun membela dirinya sendiri.


Fatima hanya terdiam sembari menundukan wajahnya.


"Maafkan saya karena tidak becus dalam bekerja. Nona memang benar kalau saya adalah anak pembawa sial dan tidak di inginkan oleh ibu saya sendiri." balas Fatima berbicara dengan nada yang pelan.


"Ya, kau memang pembawa sial! Karena mu kita harus kehilangan pelanggan yang begitu penting. Suatu kehormatan karena orang seperti Tuan Reno sering mampir untuk mecicipi masakan di rumah makan kita, tapi kau malah menghancurkan segalanya. Lebih baik kau pergi sekarang juga dari hadapan ku, aku sangat muak melihat wajah polos mu itu yang seolah-olah seperti meminta belas kasihan. Seharusnya kau bersyukur karena aku mau menerima mu bekerja di sini karena memandang kak Emi sebagai bude mu. Jika tidak lebih saja aku merekrut orang lain untuk menjadi karyawan ku." sahut Talia yang benar-benar sangat membenci Fatima.


Di saat Fatima hendak pergi dari dalam ruangan Talia, tiba-tiba saja dia malah tak sengaja melihat seorang pria yang tak lain adalah Reno sedang berdiri di depan pintu ruangan tersebut sembari memandang lekat ke arahnya.


Spontan Fatima bergegas menghapus air matanya dan pergi berlalu dengan cepat karena tidak ingin melihat wajah pria itu lebih lama lagi.


Sekarang dia benar-benar sangat membenci pria itu dan rasa cinta di dalam hatinya telah menghilang seketika dengan bergantikan oleh sakit hati. Karena pria yang di cintainya itu dia malah menerima penghinaan dari Bossnya dan terancam kehilangan pekerjaan.


Dari pada kehilangan pekerjaan, lebih baik Fatima kehilangan perasaan nya.

__ADS_1


Karena tidak ingin membuat Emi menjadi kecewa terhadapnya, mengingat betapa besarnya perjuangan sang bude agar dirinya bisa bekerja ke luar kota.


Reno langsung berdehem untuk menghilangkan rasa gugup di dalam dadanya. Apa-apan ini? Kenapa dia merasa tidak terima pada saat gadis itu mengabaikan nya seperti sekarang. Rasa nya serba salah, padahal sangat tidak mungkin jika Fatima harus memeluknya pada saat itu juga.


Aneh memang! Tapi Reno tidak sadar karena keegosian nya yang terlalu menuntut Fatima hampir saja membuat gadis malang itu kehilangan pekerjaan nya.


Bukan nya tidak ingin tersenyum pada saat sedang melayani. Tapi memang begitulah Fatima, dia sangat pemalu dan tidak bisa berbasa-basi dan bersikap ramah kepada pelanggan yang datang ke rumah makan ini. Padahal gadis itu sudah berusaha untuk tersenyum sesekali meskipun belum sempurna dan berpengalaman seperti karyawan yang lain nya.


"Tuan Reno!" ucap Talia merasa sangat terkejut akan kedatangan pria itu. Jujur dia merasa takut, namun masih berusaha untuk tetap tenang.


Tanpa berbasa-basi Reno pun langsung menyerahkan 5 lembar uang berwarna merah kepada wanita itu.


Talia yang terkejut karena tiba-tiba saja malah di sodorkan uang segitu banyak.


"Bukan, tapi tuan Boby tidak lupa.


Dia sudah membayarnya tadi sebelum pergi meninggalkan rumah makan. Jika tuan tidak percaya, maka tuan bisa tanyakan kepada Fatima juga. Kebetulan dia juga ada pada saat Tuan Boby sedang membayarnya." balas Talia dengan cepat, karena Boby sendiri yang membayar kepadanya.


Reno langsung terdiam, otak nya kini berpikir dengan keras dan sudah sadar jika anak buahnya itu pasti sedang mengerjai nya dan sengaja berbohong.


Di dalam hati, Reno benar-benar mengumpat dan merasa sangat geram dengan kelakuan Boby yang sudah kurang ajar kepadanya.


"Awas saja kau, aku akan memotong gaji mu bulan depan." batin Reno dan langsung saja pergi dari sana dengan meninggalkan Talia sendirian.

__ADS_1


Akibat sudah terlanjur di buat malu sekaligus canggung, karena dari awal pria itu sudah sangat pede jika anak buahnya kelupaan untuk membayar. Tapi ternyata ini adalah jebakan yang sengaja di buat Boby untuk nya.


Pada saat Reno sudah sampai di parkiran pria itu malah tak sengaja melihat Fatima yang sedang berjalan keluar dan seperti hendak pergi.


Entah mengapa insting nya mengatakan jika dia harus mengikuti kemana perginya gadis itu. Hingga pada akhirnya Reno pun menuruti apa kata hatinya dan malah menjadi mata-mata untuk Fatima.


Setelah beberapa saat mengendarai mobilnya secara perlahan, akhirnya Reno sampai juga di sebuah tempat kost-kostan yang ada di dalam komplek perumahan.


Kost-kostan itu terlihat sunyi karena mungkin para penghuni nya sedang keluar untuk bekerja atau pun kuliah.


Reno memberanikan diri untuk masuk ke dalam kost-kostan milik Fatima yang secara kebetulan tidak di kunci.


Saat pria itu sedang masuk, Reno samar-samar dapat mendengar suara tangisan dari dalam kamar dan mencoba untuk mengintip ke dalam.


Di lihatnya Fatima yang saat ini sedang meringkuk di atas tempat tidur sambil menangis. Entah mengapa suara tangisan itu mampu membuat hatinya menjadi sakit dan merasa tidak tega. Reno sama sekali tidak tau apa alasan gadis itu sampai menangis, mungkinkah karena permasalahan di rumah makan tadi?


Akibat terlalu sibuk berpikir Reno sampai tidak sadar jika Fatima sudah beranjak dari atas tempat tidurnya dan bersiap ingin keluar kamar karena hendak mandi.


Hingga pada akhirnya pada saat Fatima keluar, secara bersamaan Reno hendak kembali melihat ke arah dalam kamar.


Membuat tatapan mereka saling membentur dan juga terkejut satu sama lain.


Bergegas Reno membungkam mulut Fatima, karena dia paham betul sifat wanita pada saat sedang terkejut, jalan utamanya pasti adalah menjerit dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


Mulut Fatima berhasil di bungkam sehingga membuat jeritan yang keluar di mulutnya jadi tertahan. Gadis itu mencoba untuk memberontak namun tenaga nya masih kalah jauh dengan tenaga seorang pria dewasa dan hanya bisa pasrah dengan keadaan.


__ADS_2