Gadis Polos Dan Pria Sombong

Gadis Polos Dan Pria Sombong
Bab 8


__ADS_3

Kedatangan Andika tentu mampu mengejutkan kedua pria itu. Namun Reno berusaha untuk mengatur ekspresi nya agar terlihat seolah-olah tenang dan tidak terjadi masalah apapun.


"Kau selingkuh di belakang kakak ku? Berani sekali kau!" bentak Andika yang marah karena sudah mendengar secara jelas, tentang pembicaraan abang iparnya tersebut dengan Boby yang mengarah kepada seorang perempuan bernama Fatima.


Andika yakin jika gadis yang mereka bicarakan adalah wanita simpanan Reno. Benar akan dugaan nya selama ini jika abang iparnya tersebut pastilah memiliki wanita lain selain Sonia. Maka dari itu rasa cinta di hati Reno tak juga kunjung tumbuh untuk kakaknya karena ada wanita lain.


"Diam dan tutup mulut mu! Jangan berbicara sembarangan, aku sama sekali tidak berselingkuh. Kau sudah berani sekali memfitnah ku!" balas Reno yang akhirnya membuka suara dan menyangkal tuduhan yang sudah di berikan oleh Andika kepadanya.


"Lalu, apa maksud perkataan mu itu tadi?" tanya Andika dengan serius.


"Perkataan yang mana?" tanya Reno balik, karena ada banyak ucapan yang mereka sebutkan sebelumnya.


"Dasar brengsek!" maki Andika tanpa sadar, akibat sudah terlanjur emosi.


"Hei diamlah! Jangan berani memaki tuan ku. Semua yang kau ucapkan sama sekali tidak benar, karena tuan Reno tidak ada waktu untuk seorang wanita. Aku yang selalu ada di sisinya, jadi aku tau jelas apa yang sudah tuan Reno kerjakan selama ini." bela Boby mengatakan yang sebenarnya.


Karena memang begitu lah faktanya, selama menikah dengan sang nona. Tuan nya itu tidak pernah berpikiran untuk selingkuh dan hanya menghabiskan waktu setiap harinya di kantor perusahaan.


Kejadian pada minggu lalu mungkin suatu ketepatan yang mempertemukan tuan nya dengan Fatima. Wanita yang sudah berhasil membuat Tuan nya menjadi penasaran.


Tapi tentu pembelaan dari Boby hanya di anggap mitos belaka oleh Andika. Karena pria itu sudah menganggap bahwa abang iparnya merupakan seorang pengkhianat dan juga pengecut sekaligus brengsek.


"Aku akan mencari tau sendiri siapa perempuan itu." ucap Andika dengan penuh penekanan.


Reno tak bisa berkata-kata lagi selain hanya bisa membiarkan apa yang hendak di lakukan oleh adik iparnya itu.


Mencegah pun sama sekali tidak berguna, jadi terserah apapun yang hendak Andika lakukan.

__ADS_1


Adik iparnya itu kini telah pergi meninggalkan ruangan kerjanya. Dan hanya tersisa ia bersama dengan orang kepercayaan nya yaitu Boby.


"Tuan bukankah ini adalah kesalah pahaman? Bagaimana jika Andika nekat dan hendak membunuh gadis polos itu? Ku rasa tuan harus mengambil tindakan secepatnya." saran Boby.


Sementara Reno hanya bisa tersenyum miring ketika melihat dengan jelas raut wajah kecemasan pada anak buah nya.


"Kau jangan cemas, dia tidak akan bisa menemukan nya. Negara ini sangat luas, dan ada banyak sekali seorang perempuan yang bernama Fatima. Sampai kapan pun dia tidak akan bisa bertemu dengan gadis itu." sahut Reno dengan segera.


"Satu yang pasti, lebih baik mulai sekarang aku tidak usah berurusan dengan gadis itu. Entahlah rasanya sangat bingung, kenapa aku bisa seperti ini? Baru kali ini aku bisa melakukan hal bodoh hanya untuk seorang wanita." sambung Reno lagi secara tiba-tiba.


Sehingga membuat Boby hendak tertawa dengan lepas, pada saat mendengar penuturan yang terdengar begitu menggelikan.


"Tuan, biasanya itu di sebut sebagai perasaan cinta. Tanpa sadar bahwa anda telah mencintai gadis polos yang masih berusia 17 tahun itu pada saat pandangan pertama." sahut Boby memberikan sebuah masukan, berharap semoga saja tuan nya itu lekas sadar bahwa Reno sudah berhasil menemukan cinta yang di carinya selama ini.


"Benarkah begitu?" tanya pria itu sedikit merasa kurang yakin.


Raut kebahagian pada wajah anak buah nya itu telah tergantikan dalam waktu yang singkat.


"Memang nya kenapa tuan? Kenapa tuan harus mengakhiri semua ini? Bukankah selama ini dia lah orang yang anda cari?" tanya Boby, nadanya terdengar seperti sedang protes.


"Apa maksudmu? Aku tidak pernah mencari Fatima selama ini. Jangan mengarang cerita dan menuduh ku yang tidak-tidak!" bentak Reno merasa geram.


Pria itu berpikir jika Boby ternyata sama saja seperti adik ipar nya.


"Bu-bukan seperti itu tuan, maksud saya_"


"Ah, sudahlah! Diam kau, dan pergi dari sini. Tinggalkan aku sendirian!" potong Reno dengan cepat.

__ADS_1


Pikiran nya benar-benar pusing, memikirkan tentang perasaan yang sedang tidak menentu dan berhasil di porak-porandakan oleh gadis itu. Namun kini, Boby malah semangkin menambahi beban pikiran nya dengan cara menuduh dirinya yang tidak-tidak. Padahal dia sama sekali tidak pernah mencari gadis itu sebelum nya. Pertemuan pada saat di toko makanan itu merupakan pertemuan yang pertama, jadi mana mungkin dia bisa mengenal siapa Fatima sebelum nya.


Seketika Boby hanya bisa menelan ludahnya sendiri, dan mau tak mau harus tetap pergi dari dalam ruangan sang tuan. Padahal pria itu masih ingin menjelaskan makna dari ucapan nya di atas, tapi karena Reno tak menginginkan nya. Maka yasudah, lebih baik dirinya pergi dari pada harus kembali di marahi oleh tuan nya itu.


"Baiklah tuan, saya permisi!" pamit Boby dengan sopan.


Reno tak menjawab dan langsung mengusap wajahnya secara kasar.


Pada saat Boby keluar, secara bersamaan dia dan juga Sonia malah berselisihan.


Membuat perempuan itu akhirnya berinisiatif untuk menanyakan apa yang sedang terjadi sebenarnya kepada Boby.


Jawaban yang Sonia dapatkan dari orang kepercayaan suaminya itu hanyalah sebuah kalimat.


"Tidak ada yang terjadi, nona tenang saja." Terdengar singkat, namun mampu membuat hatinya menjadi sedikit tenang.


Karena awalnya dia merasa sangat khawatir pada saat mendengarkan suara ledakan dari arah ruangan kerja Reno, dan Boby sudah menjelaskan bahwa itu adalah suara pintu yang lepas karena minta di ganti dengan pintu yang baru.


Meskipun terdengar aneh, Sonia tak bisa menyangkal jika hal itu adalah benar. Terbukti karena pada saat dia melihat secara langsung ke dalam ruangan suaminya, pintu tersebut memang sudah lepas dan memang seperti minta di ganti.


"Suami ku, apa kau baik-baik saja?" tanya Sonia pelan.


"Hm, memang nya aku kenapa? Tentu aku baik-baik saja sekarang. Kau melihatnya sendiri bukan?" balas Reno, dan langsung membuat Sonia hanya bisa tersenyum canggung.


Suaminya itu sangat sensitif dan paling tidak suka jika harus berbasa-basi.


"Bukan itu maksud ku! Wajah mu terlihat tegang seperti ada sesuatu yang terjadi." ungkap Sonia menjelaskan apa yang ia dapat sesuai pengelihatan nya.

__ADS_1


Lantas Reno bangun dari kursi kerjanya. Membuat Sonia merasa heran akan hal itu.


__ADS_2