
Jatung Sonia langsung berdegup kencang pada saat Reno mulai mendekatkan wajah nya, sehingga membuat nafas mereka saling beradu.
"Kau terlalu peduli dengan ku, padahal aku sama sekali tidak pernah memperdulikan mu." ujar pria itu, sehingga membuat Sonia sadar bahwa dirinya telah di permainkan oleh suaminya sendiri.
Ia pikir kali ini akan mendapatkan sebuah ciuman yang romatis, tapi semuanya malah tak terduga. Bukan ciuman, tapi melainkan kalimat ucapan yang sangat menyakitkan dan mampu menusuk hatinya hingga kedalam.
Sakit tapi tak berdarah! Mungkin seperti itulah kalimat perumpaan nya, yang kini tengah di alami oleh Sonia.
Perempuan itu langsung berlari menuju ke dalam kamar. Lalu menangis sejadi-jadinya. Sementara Reno hanya bisa menghela nafas, karena sejatinya pria itu tidak akan pernah menyesal dengan apa yang sudah dirinya lakukan kepada Sonia.
Karena menurutnya itulah akibat dari keegoisan wanita itu yang memaksa untuk mendapatkan seorang pria yang sama sekali tidak mencintainya.
Sepasang suami istri, namun di antara salah satu nya ada yang tidak mencintai pasangan nya. Maka hal itu akan sangat menyakitkan.
Cinta hanya sepihak memang sangat berat dan hanya akan menimbulkan luka terus-terusan di setiap saatnya.
"Apa mamah menangis? Tapi kenapa?" tanya Samantha yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Sonia.
Gadis itu sejak awal tau bahwa kedua orang tuanya pasti sedang ada masalah atau bertengkar. Karena Samantha memperhatikan gerak-gerik aneh Sonia yang masuk ke dalam kamar sambil menutupi rapat wajahnya, seperti sedang menangis.
Setelah di cek, ternyata benar akan dugaan nya.
...****************...
Boby mengumpati kelakuan Reno akibat merasa kesal dengan tuan nya itu yang sama sekali tidak paham akan keinginan nya sendiri.
__ADS_1
Padahal sudah jelas-jelas jika pria itu mencintai Fatima. Jadi tidak ada salahnya memperjuangkan gadis itu, bukan malah mengakhiri semuanya.
Boby benar-benar merasa tidak mengerti. Mau sampai kapan tuan nya itu akan bertahan di dalam rumah tangga yang hambar ini, dan sama sekali tidak memiliki rasa di dalam nya. Yang ada Reno akan semangkin menderita karena di paksa untuk menikah dengan perempuan yang sama sekali tidak di cintainya.
Begitu pun dengan nona nya, meskipun Sonia sangat mencintai sang Tuan. Namun Boby merasa kasihan karena melihat cinta nona nya yang bertepuk sebelah tangan. Bukan nya bahagia karena berhasil menikah dengan pria idaman nya sejak kecil, tetapi Sonia malah akan semangkin menderita jika rumah tangga yang tidak sehat ini terus saja di pertahankan.
Mengingat bahwa Reno sama sekali tidak tertarik kepada perempuan itu, dan malah akan semangkin menyakiti hati Sonia.
Sulit memang untuk menjelaskan kepada dua orang majikan nya yang sama-sama egois.
...****************...
Andika merasa sangat kecewa sekarang. Reno yang selama ini dia jadikan sebagai panutan nya untuk menjadi seorang pengusaha sukses, namun nyatanya dengan tega malah menyakiti perasaan kakak kandungnya.
Adik siapa yang tidak akan sakit hati, ketika melihat kakaknya di duakan seperti itu?
Tidak ada kata maaf bagi Andika untuk abang iparnya tersebut. Tapi sayang nya dia juga tidak berdaya dan bingung harus melakukan apa.
Mengingat sebesar apa cinta kakaknya untuk pria itu, pasti Sonia menolak untuk cerai. Apalagi bukti perselingkuhan Reno belum dia dapatkan. Sangat sulit untuk membuat kakaknya mau percaya terhadap dirinya.
Akibat prustasi Andika sampai berteriak dengan melemparkan sebuah batu kecil ke arah sebrang jalan.
"Kenapa? Kenapa dia tidak bisa setia dengan satu wanita dan mencoba untuk mencintai kakak ku? Apakah karena dia adalah yang paling berkuasa sehingga bisa bertindak seenaknya? Ini pasti karena ulah perempuan jal*ng itu. Aku akan mencari mu sampai dapat, lalu membuat mu menjadi menderita karena sudah berani merusak kebahagian keluarga kakak ku. Asalkan kau tau, kebahagian kakak ku adalah kebahagiaan ku juga, tentu aku tidak akan terima melihat saudara kandung ku harus tersakiti seperti ini." ucap Andika dengan penuh penekanan dan juga rasa dendam di hatinya.
Siapa pun wanita yang menjadi selingkuhan Reno, dia pasti akan menghancurkan nya demi Sonia.
__ADS_1
Karena wanita itu lah, kakaknya harus menderita dan tidak mendapatkan cinta dari suaminya selama 15 tahun.
Andika bergegas bangkit dan ingin pulang ke rumah orang tuanya. Akibat tidak pokus membuat pria itu tidak sadar jika ada sebuah mobil truk yang tengah melaju tepat ke arah nya, sehingga membuat Fatima yang juga sedang ada disana langsung reflek berlari tanpa menghiraukan benda yang tengah ia pegang saat ini.
Gadis itu berlari sekencang mungkin untuk menyelamatkan Andika dari kecelakan yang mengerihkan. Dan jika dirinya tidak segera mendorong laki-laki itu ke pinggir, maka bisa di pastikan jika Andika pasti akan tewas terlindas oleh ban mobil truk.
Andika benar-benar kaget setengah mati, merasa seolah-olah baru saja melihat maut tepat di depan matanya.
Tak pernah menyangka jika akan ada Malaikat penyelamat yang bersedia menolongnya pada detik itu juga.
"Terima kasih banyak! Apa kau malaikat yang sengaja di kirimkan oleh Tuhan untuk menolong ku?" tanya Andika dengan serius.
Sementara Fatima hanya bisa tersenyum singkat sembari mencoba untuk membersihkan bajunya yang kotor akibat terkena tanah. Karena setelah mendorong Andika ke pinggir jalan, keduanya langsung terjatuh secara bersamaan sehingga meninggalkan bekas yang cukup serius.
Apalagi bagian tangan Fatima ternyata terluka akibat terkena goresan aspal. Namun Andika belum menyadari akan hal itu, karena sejak tadi dirinya masih saja asik memandangi wajah Fatima yang begitu cantik dan juga manis.
"Wow, ciptaan Tuhan yang begitu sempurna." Hingga tanpa sadar pujian tersebut terlontar begitu saja dari mulutnya.
"Maaf, saya tidak sesempurna seperti yang anda bilang Tuan. Saya adalah gadis yang cacat dan juga pembawa sial." sahut Fatima yang memang mendengar pujian dari Andika.
"Hah?" Karena bingung pria itu sampai tak tau harus bilang apa, menurutnya Fatima sangat sempurna, tidak ada kecacatan sama sekali.
Apa mungkin dia salah? Hingga pada akhirnya Fatima langsung menjelaskan bahwa jari tangan dan juga telinga nya tidak normal, pada saat itu juga Andika baru sadar. Dan hanya bisa tersenyum canggung.
"Maaf, aku tidak tau!" ujar Andika dengan polosnya, karena memang dia tidak terlalu memperhatikan bagian jemari tangan Fatima. Serta karena bagian daun telinga perempuan itu tertutupi oleh helaian rambut lurus nya. Jadi kecacatan itu sama sekali tidak nampak, dan hanya menonjolkan kecantikan alami pada wajah gadis itu.
__ADS_1
"Tidak masalah Tuan Andika." sahut Fatima dengan cepat.