
Pria yang ada di hadapan nya ini seperti bukan pria yang ia temui pada saat di rumah makan itu.
Sikap nya jauh berbeda, dan kali ini pria itu bersikap ramah dan seolah-olah begitu peduli dengan nya. Membuat Fatima kembali mengingat tentang kejadian di depan toko roti kala itu.
Dimana dia hampir terjatuh karena tak sengaja di tabrak oleh Reno, dan pria itu langsung menolong nya dan juga begitu perhatian serta memberinya peringatan untuk berhati-hati.
"Sangat sulit untuk mengenali sikap mu yang sebenarnya. Jadi kau ini sebenarnya memiliki sifat yang mana? Sombong dan juga Angkuh? Atau ramah serta baik hati seperti pertama kali kita bertemu pada saat itu? Aku menyukai sifat mu yang ramah, tapi aku begitu membenci ke sombongan mu tuan!" ucap Fatima di dalam hatinya.
Dia sungguh tak menyangka bahwa dia akan di pertemukan kembali oleh pria yang di cintainya itu.
Setelah Fatima mengetahui sikap Reno yang asli dan ternyata tidak sebaik yang dia kira. Akhirnya gadis itu memilih untuk melupakan perasaan nya, meskipun sempat beberapa kali mendapatkan motivasi dari sahabatnya bahwa jodoh tidak akan kemana asalkan kita sendiri mau berjuang.
Namun Fatima sama sekali tidak berniat untuk memperjuangkan nya. Karena takut jika nantinya dia akan lebih kaget setelah mengetahui lebih banyak tentang pria yang bernama Reno itu.
Tidak ingin berjuang mendapatkan cinta pertamanya, gadis itu memilih untuk menghindar karena banyak faktor yang sama sekali tidak mendukung terutama status sosial keduanya sangat jauh berbeda.
Fatima pernah mendengar tentang kalimat, bahwa asalkan cinta, seseorang pasti tidak akan memandang tentang status sosial mu meskipun berasal dari kalangan pengemis sekalipun.
Jika pria itu mencintai mu, dia pasti akan memperjuangkan mu dan menerima keadaan mu.
Tapi apakah Reno mau melakukan itu? Sementara Fatima juga belum tau pasti apakah pria itu merasakan hal yang sama dengan yang dia rasakan? Dan mencintai dirinya seperti ia mencintai pria itu.
Kalimat di atas hanya berlaku untuk sepasang kekasih yang saling mencintai dan rela melakukan apapun asalkan bisa hidup bersama selamanya.
Fatima merasa bahwa Tuhan berlaku tidak adil kepadanya. Setelah sekuat tenaga dia mencoba untuk sadar diri dan melawan perasaan nya. Namun dia malah kembali di pertemukan sekarang.
Dengan sikap pria itu yang sama pada saat momen di mana Reno berhasil mengambil hatinya dan membuatnya merasakan cinta pertama.
__ADS_1
Andai saja Tuhan mengirimkan Reno kembali dengan sikap yang sama seperti pada saat pertemuan keduanya di rumah makan, yaitu sombong dan juga angkuh maka Fatima tidak akan terbawa perasaan seperti sekarang.
Tapi salahnya Tuhan mempertemukan dirinya bersama Reno dengan sikap pria itu yang terlihat baik dan juga perhatian kepadanya.
Jangan salahkan Fatima jika perasaan di dalam hatinya harus kembali lagi, dan mengharapkan cinta dari pria itu.
Fatima tak tau harus berbuat apa dan menjadi salah tingkah ketika melihat bahwa Reno sedang memandang wajahnya saat ini.
Dia pun mengalihkan pandangan ke arah jam dinding dan melihat bahwa hari sudah malam, tepatnya yaitu pukul 7.
Tak terasa waktu berlalu begitu sangat cepat!
"Tuan, ini sudah malam sebaiknya anda pulang. Tidak baik kita berada di dalam rumah hanya berdua, bisa-bisa akan menimbulkan fitnah." ucap Fatima yang langsung berdiri dari duduknya, begitu pun juga dengan Reno yang ikut serta berdiri dan melihat ke arah luar.
Ternyata memang benar, hari sudah malam dan juga gelap. Wajah Fatima mampu mengalihkan dunia nya, sehingga membuat pria itu tak sadar akan waktu yang telah berlalu.
"Tidak!" jawab gadis itu secara langsung.
"Apa? Kau tidak ingin menikah dengan ku?" tanya Reno dengan gila nya.
Pria itu seolah-olah tidak mengingat akan statusnya yang sudah memiliki seorang istri dan juga anak. Reno telah melupakan janjinya untuk tetap setia kepada Sonia, namun faktanya hatinya tidak bisa berbohong bahwa dirinya sangat menginginkan untuk hidup bersama dengan wanita yang di cintainya.
Tidak peduli apa anggapan semua orang mengenainya nanti. Bolehkan kali ini dia menjadi egois dan memikirkan tentang kebahagian nya sendiri? Tidak lagi memikirkan tentang kebahagiaan Samantha, namun sepertinya sangat mustahil dia bisa melakukan hal itu.
Kelemahan terbesarnya kali ini bukanlah tentang dia yang hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup, tapi melainkan darah daging nya sendiri yaitu Samantha.
Dia bukan memikirkan tentang Sonia! Meskipun harus menyakiti istrinya itu Reno sama sekali tidak keberatan dan akan d3ngan senang hati melakukan nya. Namun untuk menyakiti anak nya, hal itu bukanlah suatu kebahagiaan.
__ADS_1
Karena kebahagian Samantha adalah yang terpenting bagi hidupnya.
Tak lama kemudian, Reno akhirnya sadar dengan ucapan nya barusan dan langsung mengklarifikasi perkataan nya.
"Maaf, lupakan soal itu! Aku hanya bercanda. Apa kau punya nomor telpon? Boleh aku meminta nya? Akan aku hubungi untuk suatu keperluan."
"Tidak! Aku tidak punya nomor telpon, bahkan handphone pun aku tidak punya." jawab Fatima secara jujur.
Sementara Reno langsung memijit keningnya sendiri ketika mendapat jawaban dari Fatima.
Bagaimana mungkin di zaman sekarang ada seorang anak gadis yang tidak memiliki handphone android? Itu terdengar sangat mustahil.
"Bukankah kau bekerja dan memiliki penghasilan sendiri? Tidak ada salahnya untuk membeli handphone baru." pendapat Reno.
"Tanpa tuan beri tahu aku bahkan sudah melakukan nya lebih dulu. Aku baru membeli handphone tapi sudah hancur karena terlindas ban truk saat sedang menyelamatkan seseorang."
Setelah Fatima menelaah kembali ucapan nya, dia baru mengingat tentang pria yang ia selamatkan dari maut kala itu.
"Bagaimana kabarnya sekarang ya? Apakah dia tau bahwa aku harus kehilangan benda paling berharga di dalam hidupku karena memilih untuk menyelamatkan nyawanya?" batin Fatima bertanya-tanya di dalam hatinya.
Hingga pada akhirnya ucapan Reno membuat wanita itu jadi tersadar dari lamunan nya.
"Kau terlalu baik, lain kali coba lah untuk tidak peduli pada orang di sekitar mu. Karena mereka juga belum tentu peduli kepada mu. Menjadi cuek dan sedikit arrogant adalah hal yang begitu menyenangkan, kau harus mencobanya!" pesan Reno memberikan sebuah nasehat kepada Fatima.
Namun gadis itu hanya mengangguk saja, yang pasti dia tidak akan mau melakukan hal itu. Menurutnya Reno begitu kejam dan juga tidak memiliki hati, karena sudah menghasutnya untuk menjadi jahat.
Karena sesama manusia harus saling tolong-menolong. Bukan masalah mereka mau peduli kepada kita atau tidak! Karena sejatinya jika kau tidak dapat menemukan orang baik maka jadilah salah satunya. Menolong dengan tulus tanpa menerima imbalan.
__ADS_1