
Jantung Talia langsung berdegup dengan kencang ketika merasakan hawa tidak enak dan ini adalah awal dari mimpi buruk baginya.
Namun tak di sangka-sangka, beruntung karena pada akhirnya Talia melihat bahwa pria itu sudah pergi berlalu sendirian.
Membuat wanita itu hanya bisa menundukan wajah nya, sementara tidak dengan Fatima. Gadis itu malah memandang polos ke arah Reno sehingga membuat pria itu jadi salah paham dan mengira bahwa Fatima sedang menantang nya saat ini.
Setelah kepergian sang Tuan, Boby benar-benar bingung dan merasa permasalahan ini bukanlah masalah yang begitu serius. Tapi tuan nya itu malah seperti sengaja ingin menojolkan kesalahan Fatima di depan atasan nya.
Membuat Boby benar-benar sama sekali tidak paham dengan konsep nya. Malang sekali nasib gadis itu, tidak memiliki kesalahan namun malah sengaja di salah-salahkan oleh pria sombong dan tak berhati.
"Tuan!" panggil Boby seraya berlari ke arah mobil untuk menyusul Reno.
"Cepat masuk! Jangan membuang-buang waktu ku." tegur pria itu karena tidak ingin berbasa-basi.
Boby langsung mengangguk dan setelah nya begegas masuk ke dalam mobil.
Sementara Reno, dari arah kejauhan pria itu dapat melihat jika Fatima seperti sedang di marahi sehingga membuat sudut bibirnya langsung tertarik ke atas dengan seketika.
Di dalam perjalanan. Setelah cukup lama terdiam, akhirnya Boby memberanikan diri untuk bersuara dan berpendapat tentang kejadian tadi.
"Tuan, maafkan saya sebelumnya karena sudah lancang. Tapi kenapa tuan bisa sekejam ini terhadap gadis itu? Dari awal jika seandainya tuan tidak nyaman untuk sarapan di rumah makan biasa, anda bisa saja memberitahukan nya kepada saya. Lagi pula bukan kah anda tau jika di rumah makan biasa hanya menyediakan air putih, dan tidak ada pilihan lain untuk jenis minuman." ujar Boby berbicara sambil menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal akibat terlanjur di buat bingung dan juga penasaran.
Padahal hari ini bukanlah pertama kalinya Reno ia bawa ke tempat makan biasa selain restoran. Tapi kelakuan tuan nya itu seperti baru pertama kali menginjakan kaki di sana dan berlaku sombong serta seenak jidatnya.
Tapi mau bagaimana lagi, ingin marah namun tidak bisa dan Boby hanya bisa melampiaskan nya saja lewat pukulan kecil terhadap setir mobilnya.
__ADS_1
Tentu Reno memperhatikan hal itu dan langsung menegurnya.
"Hei, jangan sembarangan memukul mobil ku. Kau tau bahkan harga diri mu tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan harga mobil ku." ketus Reno dengan mudahnya sehingha membuat Boby langsng tertampar dengan kenyataan.
Anak buahnya itu hanya bisa tertawa canggung lalu meminta maaf kepada tuan nya.
Tak lama kemudian Reno pun kembali berbicara.
"Aku melakukan ini karena aku sangat membencinya."
"Hah, siapa yang di maksud oleh tuan? Apakah dia adalah gadis polos itu?" batin Boby bertanya-tanya.
"Tidak bisa kah dia berprilaku ramah saat sedang menghidangkan makanan di hadapan kita? Wajahnya terlihat lugu dan polos, tapi kelakuan nya sangat angkuh. Bahkan di saat aku hendak pergi dia masih sempat-sempatnya memandang ku dengan tatapan sinis." sambung Reno lagi, sementara Boby hanya bisa mendengarkan keluhan dari tuan nya ini.
Memang sebelumnya gadis itu terlihat tidak bersemangat saat menghidangkan makanan untuk mereka dan hanya tersenyum sesekali saja.
Mungkinkah Reno sedang berhalusinasi atau geer?
Dan ternyata inilah alasan mengapa tuan nya itu marah-marah tidak jelas. Rupanya tuan nya tersebut hanya ingin melihat senyuman di bibir Fatima saja, tapi karena Fatima tidak tersenyum membuat Reno jadi emosi.
Tapi Boby tidak berani mengatakan nya dan hanya bisa tersenyum tidak jelas ketika melihat tingkah konyol dari tuan nya tersebut.
Tidak tau apakah mungkin Reno sadar dengan ucapan nya barusan. Bahwa alasan dari kemarahan nya itu cukup menggelikan dan juga kurang masuk akal.
"Mungkin dia sedang lelah jadi tidak sempat untuk tersenyum." sahut Boby secara asal, dia sangat tidak mengerti sejak kapan tuan nya itu mau membahas hal yang tidak penting hanya perkara sebuah senyuman seorang gadis pelayan saja.
__ADS_1
"Hm," jawab Reno secara singkat.
"Rupanya begini kalau baru pertama kalinya jatuh cinta pada seseorang. Hanya karena senyuman saja bisa membuatnya jadi emosi dan marah, dan langsung membenci tanpa alasan. Sungguh kekanak-kanakan! Tidak kah Tuan sadar jika umurnya sudah sangat tua? Hh, sampai kapan pun dia pasti tidak akan mau sadar diri." ucap Boby berbicara dalam hati.
🍸🍸🍸
Setelah sampai di kediaman. Reno langsung turun dari dalam mobil, melihat punggung anak buah nya yang hendak pergi. Lalu dia pun ikut menyusul.
"Apa kau tadi sudah membayar makanan nya?" tanya Reno secara tiba-tiba.
"Untuk apa tuan? Lagi pula bukan kah kita tidak jadi memakan nya? Jadi untuk apa di bayar, yang ada nantinya kita malah akan rugi." sahut Boby dengan cepat.
Mendengar nya tentu membuat Reno langsung marah.
"Dasar bodoh, membayar makanan saja tidak akan membuat ku jadi miskin. Bisa-bisanya kau berpikiran seperti itu." gertak Reno merasa geram.
"Kalau begitu cepat bayarkan makanan nya sekarang! Karena bagaimana pun kita sudah terlanjur memesan nya, mau di makan atau tidak nya itu adalah pilihan kita." sambung Reno lagi yang langsung saja mengeluarkan uang dari dalam dompetnya dan memberikan uang tersebut kepada Boby.
Pria itu hanya bisa menerima uang yang di berikan oleh tuan nya tersebut. "Tapi tuan, tidak bisakah tuan saja yang membayarkan nya? Karena aku harus pulang! Lagi pula sudah semestinya sejak semalam sore aku libur dan kembali ke rumah istri dan juga anak ku. Tapi karena tuan mengajak ku menginap di kediaman keluarga besar Tuan, akhirnya aku hanya ikut saja dan mengorbankan waktu libur ku." kata Boby yang menolak dengan memberikan alasan berlogika.
Karena memang sudah semestinya hari ini dia libur untuk melayani tuan nya itu dan pulang ke rumah keluarganya.
Al hasil Reno pun merasa tidak tega dan akhirnya mengizinkan Boby untuk pulang, dan anak buahnya itu akan kembali lagi besok.
Terpaksa harus dia sendiri yang membayarkan makanan nya dan kembali lagi ke rumah makan itu sendirian dengan mengendarai mobilnya.
__ADS_1
Awalnya Boby sempat menawarkan agar tuan nya itu di dampingi oleh bodyguard yang lain. Namun Reno langsung menolak dengan tegas karena menurutnya hal itu sangat berlebihan.