Gadis Polos Dan Pria Sombong

Gadis Polos Dan Pria Sombong
Bab 6


__ADS_3

"Awh!" Fatima meringis ketika merasakam bahwa seseorang tengah menabrak nya.


Sudah tubuhnya kecil, namun malah di tabrak oleh seorang pria dewasa yang memiliki tubuh besar dan juga tinggi. Beruntung karena Fatima tidak jatuh, akibat tangan nya sudah di tahan lebih dulu oleh pria itu.


"Hati-hati." ucap pria dewasa tersebut memberikan pesan pada Fatima.


"Iya!" balasnya secara singkat, lalu pria itu pun sudah pergi meninggalkan nya.


Fatima hanya bisa memandang dari arah kejauhan, punggung pria itu. Sangat tegap dan juga berwibawa, pastinya dia bukanlah orang biasa. Karena terlihat seperti pria yang berasal dari kalangan atas atau (orang kaya).


Terbukti dengan adanya beberapa bodyguard atau anak buah yang ikut bersama pria itu.


Cukup mengagumi, karena pastinya Fatima harus sadar diri akan statusnya sebagai wanita miskin. Wanita itu pernah mendengar, lelaki berkualitas pasti akan mencari istri yang sama-sama berkualitas.


Intinya pria kaya akan mencintai wanita kaya juga, sangat mustahil akan mencintai wanita miskin sepertinya.


Takdirnya seolah telah di tetapkan, bahwa wanita miskin harus menerima takdirnya untuk menikah dengan pria miskin juga. Dalam istilah. Yang kaya akan semangkin kaya, yang miskin akan semangkin menderita. Seperti itu lah kehidupan yang nyatanya memang sangat menyakitkan bagi masyarakat di kalangan bawah seperti keluarga Fatima.


Saat sedang sibuk berbelanja mie instan di sebuah toko makanan. Tiba-tiba saja Fatima mendapatkan sebuah pesan dari ibunya.


[Kiriman uang nya sudah masuk. Tapi bulan besok kau harus mengirimkan ibu uang senilai 1,5 juta. Tidak boleh di tawar, 500 rb sudah sangat cukup untuk biaya keseharian mu.]


Gadis itu langsung menghela nafas sesudah membaca pesan tersebut.


"Bagaimana caranya aku menabung jika ibu meminta uang kiriman sebanyak itu? Bahkan ibu sama sekali tidak mengucapkan kata terima kasih setelah aku mengirimkan uangnya. Ah sudahlah, jangan terlalu di pikirkan! Dia itu ibu mu, memang seharusnya kau memberikan nya uang setiap bulan." ungkap Fatima berbicara dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah selesai memilih 30 bungkus mie instan seharga 2 ribu rupiah. Akhirnya Fatima memilih untuk pergi ke kasir dan langsung membayar itu semua.


Sementara kini, Reno yang tak sengaja sempat mendengar keluhan gadis itu. Hanya bisa merasa simpatik dan juga sedikit kasihan.


Pria yang sudah berusia 40 tahun itu tadinya sedang ingin membeli minum. Namun matanya tak sengaja menangkap sesosok gadis kecil yang sudah ia tabrak tadi. Karena penasaran, jadi tidak ada salah nya untuk mencari tau.


"Ternyata dia memiliki ibu yang sangat buruk." ujar Reno sambil tersenyum sekilas ketika memperhatikan Fatima yang sudah keluar dari toko dengan membawa belanjaan mie instan nya.


Kini uang gadis itu hanya tinggal tersisa 40 ribu saja. 60 ribu rupiah telah ia habiskan untuk membeli sebuah mie instan sebanyak 30 bungkus. Mungkin kah selama sebulan ini dia akan makan mie instan setiap hari dan hanya akan makan sekali saja dalam sehari? Semoga Fatima bisa melewati ini semua.


"Uang nya harus aku sisahkan untuk membeli air mineral." gumam nya yang kembali melangkah pergi, secara bersamaan dengan Reno yang baru saja keluar dari dalam toko.


"Apakah sudah selesai tuan? Anda tidak perlu repot-repot keluar mobil hanya untuk membeli minum saja." ucap salah satu bodyguardnya yang baru saja datang.


Reno langsung mengangkat tangan nya. "Tidak masalah, kebetulan aku juga sedang memantau seseorang."


"Tidak!" jawab pria itu dengan segera, karena faktanya memang seperti itu. Bukan musuh yang sedang ia pantau tapi melainkan gadis yang mampu memancing perhatian nya dari mulai beberapa menit lalu.


Bodyguard itu tidak lagi banyak omong, tapi melainkan langsung mempersilahkan sang tuan untuk masuk ke dalam mobil.


Hanya saja sebagai anak buah tentunya ia sangat khawatir, mengingat jika Reno adalah seorang pembisnis dan masuk ke dalam jajaran pria terkaya di Negara ini. Pasti akan memiliki banyak musuh melalui persaingan bisnis.


Ya namanya adalah Reno Putra Cendana, seorang pria keturunan bangsawan dan juga konglomerat di negara ini.


Merupakan orang terpandang dan juga kekuasaan nya yang tidak main-main. Namun satu hal yang pasti, jika Reno adalah merupakan orang yang cukup misterius.

__ADS_1


Tidak ada yang tau pasti tentang identitas keluarganya, umurnya dan siapa nama lengkap pria itu. Semuanya di rahasiakan dari publik dan sangat benar-benar misterius.


"Kau sudah kembali?" tanya Reno kepada adik iparnya yang baru saja tiba ke negara ini. Setelah lamanya pria muda itu memilih untuk tinggal diuar Negri demi membangun bisnis dan juga menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi. Agar memiliki gelar yang panjang dan juga di segani oleh orang-orang, seperti kakak iparnya Reno.


"Kekuasaan-kekuasaan! Kau pemuda yang haus akan kekuasaan, padahal menempuh pendidikan kuliah selama 10 tahun bukan kah sudah lebih dari cukup." tanya Reno kepada Andika.


"Belum bang, itu belum cukup! Aku ingin sama seperti mu, meskipun misterius dan wajah mu tidak di ketahui oleh orang-orang. Namun mendengar nama mu mereka semua akan merasa segan dan juga langsung menghormati mu." sahut Andika dengan cepat.


Sehingga membuat Reno hanya bisa tertawa pada saat mendengarnya.


"Menghormati ku?" tanya Reno ingin memastikan.


"Hh, memangnya siapa aku?" sambung pria itu lagi bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


"Dengarkan aku secara baik-baik Andika! Aku bukalah ayah mu yang merupakan seorang pemimpin di negara ini. Aku hanya pengusaha, sementara ayah mu adalah orang nomor 1 di negara tercinta kita ini."


"Tetap saja, kau adalah orang terpandang dan juga berdarah bangsawan." sahut Andika memprotes.


"Jadi sebenarnya kau ini ingin menjadi seorang pengusaha seperti ku, atau menjadi Presiden seperti ayah mu?" tanya Reno dengan bersungguh-sungguh.


"Aku tidak bisa memilih! Kalau bisa 2 kenapa harus 1? Aku bisa menjadi keduanya." balas Andika sambil tertawa keras, merasa konyol akan jawaban nya sendiri.


Reno pun sampai ikut tertawa juga, ketika melihat kelakuan adik iparnya tersebut.


Hingga pada akhirnya, Sonia yang merupakan istri dari seorang Reno Putra Cendana datang ke arah mereka. Lalu menghentikan tentang lelucon ini.

__ADS_1


"Jangan egois dan selalu memikirkan tentang karir mu! Pikirkan juga masa depan dengan anak-anak mu kelak. Kau harus menikah dengan cepat, karena usia mu sudah 30 tahun sekarang." sambar Sonia secara tiba-tiba yang membuat Andika langsung malas ketika mendapat ceramah dari kakaknya itu.


__ADS_2