GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 01


__ADS_3

"Apakah Ibu lupa bagaimana dulu Ibu memperlakukanku?Dulu Ibu gak pernah mau menerima kami dan sekarang Ibu ingin mengambil Gadis dariku? Enggak bisa Bu."Gladis pun kini menatap Nyonya Wijaya..


Sementara itu Nyonya Wijaya pun menatap Gladis dengan tatapan yang kurang suka..


"Tapi Gadis adalah cucu saya dan dia anak Purnama jadi Purnama pun punya hak atas Gadis."ucap Nyonya Wijaya tak mau kalah.


Sementara itu Gadis pun ketakutan melihat sang Ibunda dimarahi oleh nenek nenek yang baru saja dia lihat.


"Jangan marahin Bundaku,nenek jahat Gadis gak mau. Bunda ayo kita pergi Gadis gak mau melihat nenek ini lagi.."Gadis pun menangis histris..


Gladis pun langsung memeluk Gadis dan kemudian menatap kearah Nyonya Wijaya.


"Ibu sudah lihat sendiri bukan? Bahkan anak kecil pun tahu siapa yang menyayanginya dengan tulus."Gladis pun langsung pergi meninggalkan Nyonya Wijaya..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Di sebuah universitas ternama seorang wanita cantik bernama Gladis Anggraini tengah duduk di bangku taman dia sedang bercanda gurau dengan seorang sahabatnya..


Di lain sisi seorang lelaki tampan bernama Purnama Alfahri Wijaya sedang menatapnya sembari tersenyum,senyumannya mengisyaratkan sesuatu,iya laki laki itu telah lama menaruh hati pada Gladis namun sikap Gladis yang acuh tak acuh membuat Purnama enggan untuk mendekati..


"Cantik ya.."


Salah satu sahabat Purnama mendekatinya dan dia juga tersenyum melihat Purnama sedang menatap Gladis.


Mata Purnama langsung menatap kearah sahabatnya yang tengil itu,nama sahabatnya adalah Indra yang merupakan saudara sepupu dari Gladis sehingga tak susah untuk Purnama mendapatkan banyak informasi tentang Gladis..


"Santai Bosku jangan menatap aku seperti itu? Apa jangan jangan kamu suka sama aku? Ih sorry ya aku masih normal sana jauh jauh dariku."


Indra pun mulai mencibir Purnama namun Purnama enggan menanggapinya...

__ADS_1


"Siapa juga yang suka sama kamu dasar cowok alay pantesan aja kamu jomblo abadi.."


"Emang situ enggak?"


"Tapi aku kan paling tampan dan setidaknya aku tak se lebay kamu." Purnama pun tak mau kalah mereka bagaikan tom and Jerry yang selalu saja berdebat..


Di sebarang sana Gladis juga menatap kearah saudara sepupunya yang sedang tertawa dengan seorang lelaki yang merupakan lelaki tertampan di kampus itu. Gladis tersenyum kearah Purnama dan Indra membuat Purnama sedikit salah tingkah..


Indra pun melambaikan tangannya dan tak lama kemudian Gladis pun mendekat..


"Dis sini ada yang mau aku omongin?"


Indra pun mendekati Gladis sembari berbisik.


Gladis tersenyum karena apa yang di katakan oleh Indra menurutnya sangat lucu..


"Masa dia begitu? Ah gak mungkin?"


Indra pun tersenyum seolah dia memang dan pada saat itu Gladis pun berkenalan dengan Purnama..


Tak butuh waktu lama keduanya pun kini dekat bahkan semakin dekat dan mereka juga mengatakan bahwa keduanya saling mencintai hingga pada akhirnya mereka pun berpacaran.


Seiring berjalannya waktu hubungan keduanya pun semakin dekat bahkan kini keduanya pun sudah tak canggung lagi untuk memperlihatkan hubungan keduanya di depan umum.


Hingga pada suatu hari ketika sedang mengadakan studi tour hal yang tak terduga terjadi,tanpa mereka sadari keduanya melakukan hubungan terlarang.


"Kenapa kamu melakukan ini padaku Mas?"


Gladis pun tak kuasa menahan airmatanya sedangkan Purnama bingung karena telah menodai Gladis wanita yang begitu di cintainya.

__ADS_1


"Aku pasti akan bertanggung jawab." Purnama pun mencoba menyakinkan Gladis bahwa dia akan segera menikahinya.


Purnama pun berjanji bahwa dia akan segera menemui kedua orang tua Gladis walaupun kemungkinan besar hubungan keduanya akan di larang keras oleh kedua orang tua Purnama,namun Purnama yang terlalu mencintai Gladis tak bisa jika harus melihat wanita yang dia cintai harus menderita.


Namun hal yang di janjikan oleh Purnama tak kunjung terjadi bahkan saat ini hubungan keduanya pun sedikit merenggang.


Tepat dua bulan setelah itu Gladis ternyata mengandung anak dari Purnama namun ketika Gladis mendatangi rumah Purnama bukan sebuah tanggung jawab yang dia dapatkah namun sebuah hinaan dan cacian dari Ibunda Purnama. .


"Sebenarnya apa niatan kamu menjerat putraku? Apa buktinya jika anak itu adalah anak Purnama?" wanita paruh baya itu pun mengungkapkan kata kata kasar...


Gladis hanya bisa diam,dia tak percaya tentang apa yang di katakan oleh wanita yang terlihat berwibawa itu yang menyebutkan bahwa dirinya itu murahan..


"Cukup Ma, aku ingin menikahi Gladis? Aku tahu Ma aku salah kami khilaf waktu itu jadi aku mohon Mama dan Papa mengerti restu hubungan kami."


Purnama pun kini mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya bahwa semua itu adalah kesalahannya. Namun kedua orang tua tetap tak mengizinkan Purnama untuk menikah muda,karena Purnama adalah satu satunya pewaris keluarga Wijaya bagaiman bisa dia menghamili anak gadis orang itu sama saja dengan mencoreng citra keluarga.


"Mama dan Papa tak setuju kamu menikah muda,apa jadinya keluarga kita jika kamu harus menikahi wanita ini karena dia hamil. Jika anak itu benar anak kamu jika bukan?"


Gladis hanya bisa menitikan airmata dia bingung harus berbuat apa, apalagi kini dia sedang berbadan dua dan jika sampai keluarganya tahu sudah bisa di pastikan bahwa Gladis akan di usir dari rumah.


Purnama pun mencoba meyakinkan kedua orang tuanya untuk mengizinkannya menikahi Gladis.


"Mama bilang tidak ya tidak apa kamu tak mengerti juga?" Nyonya Wijaya masih besi kekeh untuk menolak permintaan Purnama.


Purnama menatap sendu wanita yang kini ada di hadapannya,dia merasa kasihan apalagi kini Gladis tengah mengandung anaknya..


"Kamu jangan khawatir aku akan tetap menikahimu dengan atau tanpa restu kedua orang tuaku."


Gladis menatap tak percaya dia mau melawan kedua orang tuanya hanya untuk bisa menikahi wanita yang telah dia nodai dan hal itu membuat Nyonya Wijaya murka.

__ADS_1


"Purnama sadarkah apa yang kamu ucapkan barusan?Apa kamu lebih memilih menjadi anak durhaka demi menikahi wanita ini?Mama tetap tidak setuju."


Nyonya Wijaya pun menatap sengit kearah Gladis dan dia hanya bisa tertunduk mendengarkan begitu banyak cacian dan hinaan yang harus dia dapatkan hari ini..


__ADS_2