GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 02


__ADS_3

Gladis hanya bisa menatap kearah sang kekasih yang saat ini sedang berdebat dengan kedua orang tuanya hatinya ikut pedih karenanya tanpa sengaja telah membuat Purnama dan sang Bunda bertengkar..


"Ma aku akan tetap bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandungan Gladis Ma,aku mencintainya dan aku ingin mendampinginya seumur hidupku.."


Purnama pun mencoba untuk menyakinkan sang Bunda dan lagi lagi Nyonya Wijaya tak mau mendengarkan apa yang di katakan oleh putranya itu..


"Sekali Bunda bilang gak ya gak? apa kamu mau jadi anak durhaka hanya karena wanita ini?"


Purnama pun merasa tak enak hati terhadap Gladis,Gladis sendiri sudah tahu apa yang akan tejadi yaitu kedua orang tua Purnama akan menentang keras hubungan keduanya apalagi mereka punya anak di luar nikah.


"Percayalah aku akan tetap menikahimu dan aku akan tetap bertanggung jawab atas anak yang ada didalam perut kamu itu.."Purnama pun membawa Gladis pergi dari rumahnya....


Gladis pun hanya mengikutinya tanpa berkata apa apa...


"Dis apakah kamu marah sama aku kok kamu diam saja? apakah kamu kecewa sama kedua orang tuaku yang belum bisa menerima semuanya ini?" Purnama pun mencoba memberitahu Gladis bahwa sesuatu hari nanti kedua orang tuanya pasti akan menerima hubungan mereka...

__ADS_1


Gladis pun tersenyum dan kemudian mengangguk menandakan bahwa dia percaya dengan apa yang dia katakan oleh Purnama.


"Iya Mas aku percaya semuanya pasti akan baik baik saja bukan?"tanya Gladis sembari menatap wajah sang kekasih.


Di lain tempat Nyonya Wijaya sangat marah dengan apa yang terjadi hari ini.. Bagaimana bisa putra kesayangannya dan putra kebanggaannya bisa menghamili anak orang..


Nyonya Wijaya tak pernah percaya dengan apa yang di katakan oleh Gladis itu semua bohong...


"Awas saja jika wanita berani menjerat Purnama dengan kehamilannya aku tak akan pernah memaafkan apa yang dia lakukan dan aku akan pastikan dia akan menyesal seumur hidupnya."..


"Bunda sudahlah jika memang anak yang di kandung gadis itu adalah anaknya Purnama lalu apa yang kita bisa perbuat? Restui saja hubungan mereka dan kita nikahkan mereka mudah bukan?"Tuan Wijaya pun mencoba mengambil jalan tengahnya.


Nyonya Wijaya tak terima dengan apa yang di katakan sang suami baginya ini aib bagi keluarganya terlebih lagi Nyonya Wijaya menginginkan Irma untuk menjadi menantunya.


"Jangan harap Bunda akan merestui mereka Yah karena Bunda ingin adalah Irma yang menjadi istri untuk Purnama bukan wanita yang tak tahu siapa dan bagaimana bebet bobotnya."

__ADS_1


Tuan Wijaya hanya bisa menggelengkan kepalanya di mata istrinya dia selalu saja salah bahkan ketika dia benar pun dia yang bersalah.


"Terserah Bunda saja Ayah gak mau ikut campur tapi ingat jangan menyesal di kemudian hari jika sesuatu buruk terjadi."


Setelah mengatakan itu Tuan Wijaya pun langsung pergi meninggalkan sang istri yang masih telihat kesal..


Di tempat lain.


Purnama dan Gladis baru saja sampai di parkiran dan tiba tiba saja Gladis merasa pusing hingga pada akhirnya Gladis pun jatuh pingsan.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Purnama panik..


Purnama pun langsung membawa kekasihnya itu menuju rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan.


Sesampainya di rumah sakit Gladis langsung di masukan ke ruang IGD untuk segera mendapatkan perawatan sementara itu Purnama pun panik melihat kondisi Gladis yang tiba tiba saja lemas dan jatuh tersungkur.

__ADS_1


__ADS_2