
Purnama panik melihat Gladis yang tiba tiba pingsan hal itu membuat Purnama mulai punya pikiran yang aneh.
"Dengan keluarga pasien?"
Salah seorang perawat memanggil Purnama yang kebetulan masih mondar mandir di depan ruang IGD..
Purnama pun mendekat dan langsung bertanya keadaan kekasihnya tanpa menunggu apa apa lagi..
"Saya calon suaminya bagaimanakah kondisi calon istri dan anak saya?"tanya Purnama dengan nada yang sedikit panik..
Perawat itu pun tersenyum.
"Kondisinya sangat baik dia hanya tertekan sehingga membuat tensinya sedikit naik tapi jangan khawatir Dokter sudah memberinya obat dan sebentar lagi dia akan sadar."
Purnama pun menjadi sedikit lega setelah mendengar apa yang perawan itu katakan bahwa kekasihnya hanya terlalu stress sehingga membuat kehamilannya menjadi sedikit lemah..
"Terima kasih Sus bolehkan saya melihat calon istri saya?"Purnama pun bertanya dan berharap dia bisa mendampingi sang kekasih saat ini...
"Silahkan Pak tapi saya harap Bapak tetap bisa jaga suasana hatinya jika dia sadar nanti.."..
Purnama pun mengangguk dan kemudian dia masuk kedalam ruangan Gladis,Purnama nampak sedih melihat kekasihnya terbaring tak berdaya.
"Sayang kamu pasti akan segera baik baik saja kamu jangan terlalu banyak berfikir ya aku sayang kamu sampai kapanpun.".
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Di tempat yang berbeda Nyonya besar dari keluarga Wijaya sedang gundah gulana dimana kini sang putra kesayangannya Purnama telah berani melawannya bahkan menentang semua keputusan yang dia ambil..
__ADS_1
"Kenapa kamu menjadi seorang pembangkang sekarang? Apakah salah Bunda sehingga kamu menjadi anak yang kurang ajar?"Nyonya Wijaya pun melampiaskannya pada benda benda yang ada di hadapannya.
Tuan Wijaya yang baru saja masuk kedalam kamar pun kaget dan dia hampir saja tekena lemparan bantal dari sang istri yang sedang melampiaskan amarahnya.
"Bunda istighfar,Bunda bisa melukai orang lain kalau begini?"Tuan Wijaya pun berusaha membuat sang istri mengerti.
Sikap dan sifat keras Nyonya Wijaya yang tak bisa di sentuh pun kini semakin meledak.
"Ini semuanya salah Ayah jika saja tadi Ayah ikut melarang Purnama untuk tak menikahi wanita itu mungkin Purnama ku tak akan berani melawan Bunda......"
Tuan Wijaya pun sudah tahu bahwa dia yang akan menjadi pelampiasan kemarahan sang istri dan sebelum perang dunia itu terjadi Tuan Wijaya lebih memilih untuk pergi meninggalkan kamar mereka yang sudah nampak berantakan.
"Oh iya baiklah saya ke sana sekarang?"Tuan Wijaya pun berpura pura menelfon seseorang.
Mata sang Nyonya besar itu pun langsung mengalihkan pandangannya dari sang suami dia sendiri sangat tahu jika suaminya adalah orang yang paling sibuk dalam segala aspek.
Nyonya itu pun langsung membanting tubuhnya keatas pembaringan dan menutup matanya rapat rapat dia berharap semuanya itu hanyalah mimpi buruknya.
Sementara itu keluarga besar Purnama tetap bersih kukuh untuk melarang Purnama menikah dengan Gladis.
"Ma,, Pa sudah aku ingin menikahi Gladis aku ingin bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandungannya apa itu salah? Aku harap Mama dan Papa akan menghadiri acara ijab Qabul kami."ucap Permana sebelum pergi meninggalkan rumah dan pergi menuju rumah Gladis untuk segera melangsungkan pernikahan.
Namun nasib naas menimpa Purnama dalam perjalanannya menuju rumah sang kekasih dia mengalami kecelakaan dan kondisinya sangat parah hak itu membuat Gladis sangat terpukul.
Gladis sangat syok mendengar kabar bahwa Purnama kecelakaan dan hal itu membuat kondisi Gladis menjadi sedikit memperihatinkan...
Sementara itu di rumah sakit keluarga besar Wijaya telah berkumpul setelah mendengar kabar bahwa Purnama kecelakaan dan hal itu membuat syok semua keluarga terutama Nyonya Wijaya.
__ADS_1
Nyonya Wijaya tak berhentinya menangis melihat kondisi Purnama yang hampir saja kehilangan nyawanya. Saat yang sama Gladis pun pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang kekasih sekaligus calon Ayah dari anaknya tersebut.
Namun di saat yang bersamaan Nyonya Wijaya melihat kedatangan Gladis dan langsung memberikan Gladis sebuah tamparan yang sangat keras tepat di pipi sebelah kanan..
"Ini semua karena kamu ****** kamu yang telah membuat putraku kecelakaan demi menikahi wanita murahan sepertimu anakku harus kecelakaan."
Nyonya Wijaya pun tak hentinya berteriak hal itu membuat Gladis merasa sangat bersalah..
"Jika ada apa apa sama putraku kamu orang pertama yang akan aku masukan kedalam penjara karena kamu secara tak langsung yang menyebabkan ini semuanya. Pergi kamu dari sini dan jangan pernah kamu perlihatkan pilihan wajah kamu di hadapanku lagi."
Kebencian Nyonya Wijaya semakin memuncak ketika dia melihat Gladis,namun Gladis tetap ingin berada di samping Purnama bahkan Gladis tak perduli dengan apa yang di lakukan oleh Nyonya Wijaya yang terus saja mencaci makinya.
Tak lama kemudian Dokter yang merawat Purnama pun keluar dan langsung menemui keluarga Wijaya.
"Bagaimana kondisi putraku Dok apa dia baik baik saja bukan?"Tuan Wijaya pun mencoba menanyakan kondisi Purnama.
Dokter itu pun menundukkan kepalanya dan kemudian mengatakan hal buruk yang harus di terima oleh pihak keluarga dimana Purnama mengalami koma dan kemungkinan besar Purnama akan mengalami amnesia ringan.
Hal itu tentu saja membuat syok semua orang terutama Gladis, Gladis langsung histris ketika mendengar kabar bahwa kekasihnya harus mengalami koma dan juga amnesia ringan.
Gladis sudah bisa menebak apa yang akan terjadi padanya tentu saja dia tak akan pernah di izinkan untuk bertemu dengan Purnama..
Sementara itu Nyonya Wijaya langsung jatuh pingsan ketika mendengar kabar dari Dokter bahwa Purnama mengalami koma dan juga amnesia ringan hal membuat Tuan Wijaya semakin terlihat sedih.
Gladis menatap wajah kekasihnya dari balik pintu airmatanya langsung mengalir tak tertahankan lagi hatinya begitu pedih melihat Purnama terbaring tak berdaya.
"Mas kamu harus bangun kamu harus penuhi janjimu untuk menikahiku dan juga kamu harus melihat anak kita kelak. Mas aku minta kamu berjuang untuk aku dan untuk calon anak kita ini."ucapan Gladis terdengar sangat memilukan di telinga siapa saja yang mendengarnya.
__ADS_1
Berapa hari kemudian Gladis kembali mengunjungi Purnama di rumah sakit namun kini Nyonya Wijaya langsung menghadangnya dan menyuruh Gladis untuk pergi dari kehidupan Purnama untuk selama lamanya.
"Pergi kamu dari sini ****** bawa jauh jauh anak haram yang ada di dalam perutmu itu dan aku minta kamu jangan pernah terlihat lagi di hadapan keluarga Wijaya. Jika kamu mengingkarinya maka aku tak akan segan segan untuk membuat perhitungan yang sepadan denganmu aku akan membuat kamu menyesal seumur hidupmu."ucapan Nyonya Wijaya terdengar begitu menusuk di hati Gladis.