GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 04


__ADS_3

Gladis pun langsung lemas setelah mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan dari Nyonya Wijaya dan hal itu membuat kondisi Gladis langsung drop.


"Kamu gak usah berpura pura seperti itu saya tak akan tertipu dengan tampang polos kamu. Ingat ini jika terjadi apa apa sama Purnama saya tak akan pernah memaafkan kamu seumur hidup saya.."Nyonya Wijaya pun telihat begitu marah.


Gladis hanya bisa tertunduk menahan sakit di dadanya di saat dirinya kini sedang berbadan dua dan kekasihnya koma,namun ada hal yang jauh lebih menyakitkan buat Gladis yaitu dia harus rela menjauh dari Purnama...


"Pergi kamu dari hadapan saya dan ini,ambil uang itu dan menjauhlah kamu bisa gunakan uang itu bersama anak yang ada di dalam perut kamu itu. Dan ingat jangan pernah kamu anggapan bahwa keluarga besar Wijaya akan menerima anak haram itu. Bahkan jika saya matipun saya gak akan pernah mau mengakuinya sebagai cucu keluarga Wijaya."


Tuan Wijaya langsung berdiri setelah mendengar sumpah serapah dari istrinya yang menurutnya sangat kelewatan.


"Ma cukup hentikan ucapan kamu itu..Jangan sampai suatu saat nanti ucapan itu berbalik kepada kita sendiri."


Tuan Wijaya terlihat sangat kesal itu untuk pertama kalinya dia berani memarahi sang istri. Tuan Wijaya langsung menatap kearah Gladis dengan tatapan yang kurang bersahabat.


"Pergilah dan jangan pernah muncul lagi di hadapan kami,ambil cek itu dan pergilah anggaplah kamu dan Purnama tak pernah berjodoh."


Gladis pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit dengan perasaan yang hancur dia tak tahu lagi harus bagaimana dan harus seperti apa lagi mengahadapi kehidupan selanjutnya.


"Aku harus bagaimana sekarang? Bagaimana jika kedua orang tuaku tahu aku hamil di luar nikah dan bagaimana jika Mas Dirga tahu tentang semua ini pasti dia akan sangat kecewa karena adiknya melempar kotoran kewajah keluarga.."


Gladis pun semakin frustasi dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini yang pasti Gladis down saat ini..


Setelah mendengar berbagai caci dan makian dari keluarga besar Wijaya kini Gladis pun menatap selembar cek yang ada di hadapannya dia menatapnya dengan tatapan kosong harga dirinya seakan runtuh hanya dengan uang senilai 2 miliar.


Gladis memungut cek tersebut dan kemudian menggenggamnya dengan erat, Gladis menghapus airmatanya dan memutuskan untuk mengembalikan cek tersebut kepemilikannya.


Gladis menyuruh seseorang untuk mengembalikan cek itu dan kemudian Gladis pergi meninggalkan rumah sakit dengan membawa sejuta kekecewaan yang di torehkan oleh keluarga Wijaya.


Gladis berjalan dan terus berjalan tanpa arah dan tujuan hidupnya seakan-akan hancur karena sebuah hinaan dan kini anak yang ada di dalam perutnya pun tak akan pernah memiliki Ayah kandung lagi.

__ADS_1


Gladis akhirnya pulang kerumahnya dan kemudian dia menangis memohon ampunan kepada kedua orang tuanya dan sang kakak Dirga yang kebetulan sedang berada di Indonesia.


"Ayah.. Bunda maafkan Gladis,Gladis bersalah sama kalian Gladis telah membuat kalian malu." isak tangis Gladis pun semakin pecah terdengar memilukan telinga.


Sementara Pak Anjas dan Bu Inez merasa bingung dengan apa yang di ucapkan oleh putri kesayangannya itu.


"Nak apa yang kamu katakan? Kamu kenapa apa ada masalah yang serius?"tanya Ibu Inez lirih.


Dirga pun yang sedang berada di ruang kerjanya langsung keluar begitu mendengar suara ribut dari ruang tamu...


"Ayah... Bunda... Gladis hamil. Dan sekarang kekasihku koma dan anak ini?"ucapan Gladis tertahan ketika mendengar suara Dirga mulai meninggi.


"Apa yang kamu katakan Dis? kamu hamil dan siapa laki laki yang telah menghamilimu dan tak mau bertanggung jawab biar Mas yang akan memberi perhitungan."Dirga pun terlihat sangat marah dengan apa yang di alami sang adik..


Pak Anjas langsung menengahi ucapan Dirga, Pak Anjas mencoba membicarakan semuanya dengan kepala dingin.


"Dirga hentikan, jangan kayak gini kasihan Gladis nanti tambah tertekan."ucapan Pak Anjas membuat Gladis merasa sedikit tenang.


Dirga sendiri merasa bahwa Gladis ketakutan dan Dirga langsung menurunkan emosinya.


"Dis maafkan Mas karena telah membuat kamu ketakutan. Sekarang kamu jangan takut ada kami keluargamu dan sebesar apapun kesalahan yang telah kamu lakukan kami akan memaafkanmu."Dirga pun ikut memeluk Gladis.


Gladis pun semakin merasa sangat bersalah dengan semua keluarganya disaat dia melakukan kesalahan yang begitu besar namun keluarganya masih mau memaafkannya.


"Maafkan Gladis Ayah,,maafkan Gladis Bunda.. maafkan Gladis Mas.."ucapan Gladis pun tertahan dengan airmatanya..


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Di lain tempat Indra yang mendengar kabar bahwa Purnama mendapatkan musibah pun langsung pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi sahabatnya.

__ADS_1


"Om... Tante bagaimana keadaan Purnama?Apakah dia baik baik saja?"tanya Indra lirih.


Indra yang sudah di anggap seperti anak pun langsung mendapatkan pelukan hangat dari Nyonya Wijaya..


"Ndra, Purnama kecelakaan dan kata Dokter dia koma dan dia juga harus mengalami amnesia ringan. Ndra bantu Tante untuk mendoakan Purnama agar dia bisa segera sembuh."


Nyonya Wijaya pun langsung memeluk Indra dengan erat bahkan di depan Tuan Wijaya sendiri...


"Ndra kamu darimana saja kenapa baru sekarang kamu datang?"tanya Tuan Wijaya mencoba membuka percakapan dengan Indra..


Indra pun langsung mencium punggung tangan keduanya dengan bergantian,Indra sendiri juga sudah menganggap keluarga Purnama sebagai keluarganya sendiri...


"Maafkan Indra Om,, Tante karena Indra baru mendengar kabar bahwa Purnama kecelakaan. Indra juga baru dari Bandung dan baru saja kembali ada urusan disana."Indra pun mencoba menjelaskan..


Singkat cerita kini Indra pun dengan setia menemani keluarga Wijaya di rumah sakit. Indra sendiri tak pernah tahu apa yang telah di lakukan oleh keluarga itu pada saudara sepupunya Gladis.


Sementara itu Gladis masih mengurung diri di dalam kamarnya dan hal itu membuat Bu Inez dan Pak Anjas merasa khawatir.


Bu Inez dan Pak Anjas masuk kedalam kamar Gladis untuk berbicara dari hati ke hati.


"Sayang sudah kamu jangan larut dalam kesedihan terus menerus Ayah dan Bunda tahu apa yang kamu rasakan saat ini dan Ayah dan Bunda tak menyalahkan kamu atas musibah ini."jelas Bu Inez mencoba membuat hari Gladis menjadi sedikit tenang.


Gladis menatap wajah kedua orang tuanya dengan seksama dia merasa malu karena telah melemparkan kotoran dia wajah keluarganya.


"Ayah... Bunda. maafkan aku karena aku telah membuat kalian malu dan perut Gladis pasti semakin hari akan semakin membesar dan nanti pasti kalian akan menjadi gunjingan para tetangga."ucapan Gladis pun terhenti..


Bu Inez pun tersenyum dan memeluk putri kesayangannya...


"Kamu jangan memikirkan itu kami tak apa apa sekalipun kami akan menjadi bahan omongan tetangga kami adalah orang tuamu dan kami adalah rumahmu jadi apapun keadaanmu kami akan selalu memaafkan kamu sayang sudah jangan bersedih lagi."Bu Inez mencoba membuat Gladis tak memikirkan apapun saat ini.

__ADS_1


Tiba tiba saja Dirga masuk kedalam kamar sang adik dan dia melihat Gladis sangat tertekan hal itu membuatnya ikut merasakan apa yang sang adik rasakan saat ini.


"Dis kamu jangan sedih ya kalau kamu mau kamu boleh ikut kakak tinggal di Singapura,kamu bisa memulai kehidupan baru disana bersama calon anak kamu." Dirga pun mencoba memberikan solusi untuk masalah sang adik.


__ADS_2