
Gladis masih bengong setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Daffa. Hatinya bergetar namun secapat mungkin kesadarannya kembali bahwa dirinya tak pernah pantas untuk Daffa.
"Jangan bercanda Bang,aku berterima kasih karena Mas selama ini telah membantuku mengurus Gadis dan aku tak tahu jika tak ada Mas hidupku akan seperti apa?"ucap Gladis sembari menatap pepohonan yang rindang dan teduh.
Daffa pun menggenggam tangan Gladis untuk pertama kalinya dengan penuh kelembutan.
"Aku serius Dis aku ingin menjaga dan melindungi kalian jujur Dis mungkin ini terdengar lucu atau apa yang kamu pikirkan tentang aku tapi perlu kamu tahu aku serius dengan ucapanku."jelas Daffa mencoba menyakinkan Gladis.
Gladis pun tersenyum dan menatap wajah tampan Daffa yang ada di hadapannya.
"Tapi aku tak pantas untukmu Bang,kamu tahu sendiri bagaimana buruknya masalaluku,dan juga mana mungkin Om dan Tante akan mengizinkan kamu menikahi wanita sepertiku."ucapan Gladis terdengar sangat putus asa.
Daffa pun menatap wajah wanita yang begitu dia cintai dalam diam selama ini...
__ADS_1
"Papa sama Mama pasti akan merestui kita karena aku sudah bilang sama mereka sebelum aku bilang sama kamu ini."Daffa pun tersenyum penuh dengan kemenangan.
Gladis pun menatap tak percaya bahwa ternyata Daffa sudah bertindak sangat jauh selama ini...
"Tapi kemungkinan besar Ayah sama Bunda tak akan mengizinkannya apalagi Mas Dirga."Gladis pun merasa putus asa...
Daffa pun tersenyum lagi dan kali ini dia terlihat sangat tampan.
"Bahkan Om dan Tante sudah setuju dan Bang Dirga juga tak kebertaan kamu tahu kalau aku diam diam sudah melamar kamu sama Om dan Tante apa kamu mau menikahiku Dia?"Daffa pun harap harap cemas.
"Are you sure? bagaimana mungkin bisa seperti itu Bang? Abang telah merencanakan semuanya dengan rapi tapi kenapa gak ada yang memberi tahu aku?"Gladis terlihat sangat kesal sehingga dia memilih untuk pergi.
Daffa pun sengaja tak mengejar Gladis,Daffa sengaja memberikan ruang untuk Gladis bisa berfikir.
__ADS_1
Daffa lebih memilih untuk bermain dengan Gadis yang nampak sedang tersenyum menatap bunga bunga yang bermekaran.
"Anak Papi sedang apa kok senang banget senyum senyum sendiri."Daffa pun tersenyum menatap Gadis yang nampak senang.
Gadis pun langsung memeluk Daffa yang kini sedang berada di hadapannya.
"Papi lihatlah bunganya sangat cantik sama Gadis yang cantik."ucap Gadis dengan sangat polosnya hal itu membuat Daffa tersenyum.
"Anak Papi emang paling cantik dan Gadis adalah kesayangan Papi dan Bunda."Daffa pun mencoba membuat Gadis senang.
Di tempat lain Gladis yang sedang galau memikirkan ucapan Daffa yang tengah melamarnya,kini hati Gladis pun berubah menjadi dilema namun tak dapat dia pungkiri bahwa dia juga sangat senang mendengar ucapan bahwa Daffa mencintainya..
Berlahan tapi pasti rasa sakit hati dan rasa trauma karena kesalahannya di masa lalu kini bisa Gladis lupakan seiring berjalannya waktu dan Gladis juga memutuskan untuk membuka lembaran baru bersama Daffa.
__ADS_1
"Mungkin sudah waktunya aku melupakan masalaluku dengan Mas Purnama lagipula dia juga sudah bahagia bersama istrinya dan aku juga harus bahagia bersama orang yang mencintaiku."Gladis pun mulai bermain dengan perasaannya sendiri.