GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 15


__ADS_3

Daffa pun menatap Gladis yang sedang menatapnya mata keduanya pun bertemu dan hal itu membuat Gladis merasa malu di buatnya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah ada hal yang aneh pada wajahku?"tanya Daffa sembari tersenyum...


Gladis pun membuang pandangannya wanita berusia 26 tahun itu pun tersenyum...


"Gak ada yang salah Bang,aku hanya merasa beruntung saja kerena Allah telah mempertemukan kita. Maksudku menyatukan kita. Terima kasih Bang."Gladis pun kini kembali menatap Daffa.


Daffa pun tersenyum dan kemudian mendekati wanita yang sangat dia cintai dalam hidupnya.


"Aku tak akan membiarkan apapun mengganggumu sekarang karena kamu adalah calon istriku,calon ibu dari anak anak kita kelak,untuk itu tetap tersenyumlah dan percaya padaku aku akan melakukan apapun untuk tetap mempertahankan Gadis putri kita."Daffa pun mencoba memberikan harapan kepada Gladis untuk tetap percaya kepadanya.

__ADS_1


Gladis pun hanya mengangguk dan kemudian tersenyum..


"Aku selalu percaya padamu Mas dan aku juga yakin kamu akan menjadi malaikat untukku dan Gadis."Gladis pun memeluk laki laki yang sebentar lagi akan segera menjadi suaminya itu...


Setalah itu Daffa membawa Gladis dan Gadis untuk segera balik ke rumah..


"Lupakan semuanya dan tenanglah aku akan selalu ada di samping kalian kamu jangan takut ya aku tak akan penah membiarkan hal buruk menimpamu lagi."Daffa pun mencoba untuk menyakinkan Gladis.


Sementara itu Purnama tak penah percaya bahwa Gladis wanita yang sangat dia cintai di dalam hidupnya telah menjadi milik orang lain dan hal itu tentu saja menjadi pukulan yang hebat untuk piskis Purnama..


"Tapi bukankah aku yang menghantuinya terlebih dahulu? Aku yang tak ingat siapa kekasihku justru aku menikahi Irma dan itu tentu saja akan menjadi pukulan yang berat untuk Gladis waktu itu. Berarti aku yang salah aku yang seorang pecundang apakah pantas aku mendapatkan maaf dari Gladis."Purnama pun kini bermain dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Bahkan Purnama nyaris mengalami kecelakaan lagi untung saja dia bisa mengendalikan mobil yang dia tumpangi sehingga dia pun bisa selamat.


Purnama masih terlihat sangat kacau dia tak menyangka bahwa semuanya seperti mimpi buruk untuknya,lima tahun dia kehilangan ingatannya dan selama itu juga dia hidup di dalam kebohongan yang orang tuanya telah cipatakan..


Sesampainya Purnama di rumahnya dia nampak terlihat sangat murung hal itu membuat sang Bunda bertanya tentang sikap putranya itu..


"Nak apa yang terjadi? Apa kamu sakit apa kamu baik baik saja Nak."ucap Nyonya Wijaya dengan sedikit panik..


Purnama pun menatap wajah Bundanya.


"Bunda tolong katakan apa yang sebenarnya Bunda telah lakukan kepada Gladis? Apa Bunda selama ini mengurusnya di mana dia dan di mana anakku bersama Gladis?"ucapan Purnama membuat Nyonya Wijaya sangat kaget dia tak menyangka kalau Purnama akan kembali mengingat Gladis.

__ADS_1


Nyonya Wijaya pun diam sesaat dia sedang memutar otak untuk menciptakan kebohongan baru namun belum sempat dia menjawab Purnama pun kembali berbicara.


"Aku baru saja bertemu dengan Gladis,dia terlihat sangat berbeda dan dia bilang dia sudah menikah."ucapan Purnama tentu saja membuat Nyonya Wijaya kaget namun hal itu justru membuatnya beruntung karena Purnama tak perlu lagi kembali pada Gladis cukup mereka mengambil Gadis karena Gadis adalah darah daging Purnama..


__ADS_2