
Kelahiran baby Gadis membawa kebahagiaan tersendiri buat Gladis dia menjadi semakin mengerti bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah...
"Bunda jadi seperti ini ya rasanya menjadi seorang Ibu.."ucap Gladis secara tiba tiba.
Ibu Inez pun langsung menatap kearah sang putri yang masih berada di tempat tidur..
"Emang kamu pikir rasanya menjadi seorang Ibu bagaimana?Apa kamu pikir menjadi seorang Ibu gak memerlukan keberanian yang kuat. Dan sekarang kamu telah menjadi seorang Ibu untuk itu Bunda mau kamu harus mengajari Gadis dengan baik."Ibu Inez pun menjelaskan dengan lembut.
Sementara para laki laki sedang berebut untuk bermain dengan Gadis bayi mungil yang baru saja lahir ke dunia...
"Sudah sekarang gantian biar Ayah yang menggendong cucu Ayah jangan kalian saja sudah sana minggir."ucap Pak Anjas mengusir Dirga dan Daffa yang sedang asik bermain bersama Gadis.
Daffa dan Dirga pun tertawa di buatnya...
"Ayah ini gak mau ngalah sama yang muda. Ya sudah silahkan Ayah bermain sama Gadis biar kami jalan jalan dulu.."ucap Dirga sembari menarik Daffa untuk menjauh.
Gladis dan Ibu Inez hanya tertawa melihat kelucuan keluarganya.
"Lihatlah dia baru lahir saja sudah membuat heboh di keluarga kita apa lagi nanti saat dia sudah bisa berjalan pasti setiap hari akan ada drama antara mereka."Ibu Inez pun tertawa sendiri sementara Gladis juga tak kuasa menahan tawanya.
Pak Anjas pun tak perduli dengan Dirga dan Daffa karena Pak Anjas sendiri ingin bermain dengan Gadis cucu pertamanya.
"Cucu Opa cantik sekali. Wah Opa sangat beruntung memiliki kamu sayang.."ucap Pak Anjas sembari mencium kening Gadis berulang kali...
__ADS_1
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Di tempat yang berbeda.
Setelah delapan bulan koma kini Purnama mengalami sedikit perubahan. Purnama telah di nyatakan sadar dari komanya dan kini belahan tapi pasti Purnama telah berhasil melewati masa kritisnya.
Namun sebagian memorinya hilang bahkan dia sendiri melupakan cintainya dan dengan liciknya pihak keluarga memperkenalkan gadis lain yaitu Irma kepada Purnama sebagai tunangannya..
Irma pun mengikuti saja apa yang di katakan oleh Nyonya Wijaya untuk mengaku sebagai tunangan Purnama dan sialnya Purnama pun mempercayai apa yang di katakan oleh oenag tuanya tentang siapa Irma.
"Bunda benarkah dia tunangan aku?Dan kapankah kita bertunangan?"tanya Purnama dengan wajah yang bingung.
Nyonya Wijaya pun menatap kearah Irma mengisyaratkan untuk tak memberikan jawaban.
"Sayang kalian tunangan sudah lama sebelum kamu kecelakaan dan mengalami koma,kamu dan Irma seharusnya sudah menikah sayang."jelas Nyonya Wijaya berbohong.
Purnama pun menatap kearah Irma mencoba mencari kebenaran karena sampai saat ini Purnama belum juga mengingat apa apa...
Purnama sendiri tak yakin jika Irma adalah tunangannya pasalnya Purnama tak ada rasa sedikitpun walaupun dia kehilangan sebagian memorinya namun instingnya gak bisa di bohongi..
"Benarkah apa yang di ucapkan oleh Mama bahwa Irma adalah tunanganku?Tapi kenapa hari ini tak yakin? Apakah ini ya Allah."pekik Purnama dalam hatinya.
Purnama sendiri pun mencoba untuk mempercayai kedua orang tuanya dan Purnama juga setuju untuk menikah dengan Irma wanita yang di bilang sebagai tunangannya.
__ADS_1
"Jika memang semuanya itu benar kenapa kita tak melangsungkan pernikahan saja toh aku sekarang sudah tak apa apa."ucap Purnama secara tiba tiba.
Nyonya Wijaya langsung tersenyum senang mendengar ucapan sang putra..
"Tentu saja itu yang kami inginkan kalian segera menikah."ucap Nyonya Wijaya penuh dengan kebahagiaan.
Sementara di lain tempat kabar tentang pernikahan Purnama dan Irma pun sampai ke telinga Gladis,Gladis tentu saja sedih terlebih lagi kini dia terlupakan bersama dengan sang buah hati yang tak pernah di inginkan oleh keluarga kekasihnya.
"Semoga kamu akan bahagia Mas Purnama,Aku tak akan pernah membencimu namun aku tak akan pernah memaafkanmu. Kamu melupakan aku dan Gadis putri kita. Sudahlah untuk apa aku bersedih bukankah sekarang aku sudah bahagia bersama putri kecilku,dan juga masih banyak orang orang yang menyayangiku bukan?"Gladis pun mencoba menghibur dirinya sendiri..
Tak lama setelah itu Dirga masuk kedalam kamar Gladis dan melihat adik kesayangannya tengah bersedih,sebagai seorang kakak hati Dirga sakit melihat adik kesayangannya terus saja menderita.
"Dis sudah saatnya kamu tunjukan pada dunia bahwa kamu bukan wanita yang lemah kamu kuat dan kamu akan bisa merawat Gadis dengan baik. Lupakan tentang siapa saja yang telah menyakitimu di masa lalu dan lupakan tentang siapa Ayah biologis Gadis disini ada Mas dan juga Daffa yang akan menjadi Ayah untuk Gadis kita."Dirga pun memberikan semangat baru untuk Gladis...
"Jika kamu ingin menangis menangislah tapi kamu harus janji setelah ini tak akan ada lagi airmata untuk orang orang yang menyakitimu namun kamu harus tersenyum dan buatlah mereka membayar mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadapmu.",
Gladis pun menangis dalam pelukan Dirga terdengar memilukan namun hal itu tak berangsur lama kini Gladis menghapus airmatanya dan tersenyum..
"Iya Mas aku janji aku akan bangkit dari keterpurukan ini,dan aku ingin bekerja mengejar karir dan suatu saat nanti aku akan bisa melihat orang orang yang pernah menzolimi aku akan bangga kepadaku."Gladis pun mencoba untuk memotivasi dirinya sendiri...
Dirga pun senang melihat senyuman yang merekah di wajah Gladis dan kini Dirga pun mengacak rambut adik kesayangannya dengan penuh kasih dan sayang...
"Ini baru namanya adiknya Dirga Airlangga."ucapnya seraya terus saja menjahili sang adik.
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian acara pernikahan Purnama dan Irma pun tengah di rasakan keduanya nampak sangat serasi,namun tiba tiba saja sebuah memori hadir di pikiran Purnama namun masih nampak samar memori dimana dia sedang bersama dengan Gladis waktu itu.