GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 10


__ADS_3

Nyonya Wijaya pun langsung pucat sembari menatap Gladis yang membawa pergi Gadis.


Dia tak pernah menyangka ucapannya dulu justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Dulu Nyonya Wijaya tak mengingunkan cucunya tapi kini justru dia ingin mengambilnya kembali..


"Tapi aku neneknya dan aku berhak atas Gadis,apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan hak asuh atas Gadis,dia cucuku dan selamanya akan tetap menjadi cucuku."Nyonya Wijaya pun berniat untuk mengambil Gadis secara hukum...


Sementara itu Gladis pergi dengan wajah ketakutan dia tak pernah menyangka bahwa dia akan bertemu lagi dengan wanita yang dulu menyakitinya wanita yang begitu memiliki pengaruh bagi putrinya dan kini Gladis pun berada dalam ketakutan yang mendalam.


"Dis kamu jangan khawatir aku akan selalu ada untuk membantumu dan aku akan berusaha untuk melindungi kamu dan Gadis dengan sepenuh hatiku dan sebisaku.


Gladis pun menatap kearah Daffa yang kini sedang menatapnya.


Gladis tersenyum dan kemudian mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Aku akan menghadapinya,terima kasih ya Bang karena selama ini Abang selalu membantuku dan juga selalu menjadi Papi yang baik untuk Gadis."Gladis pun tersenyum sembari menatap Gadis yang sedang bermain.


"Aku sudah menganggap Gadis seperti putri kandungku sendiri dan aku juga sangat menyayanginya jadi kamu jangan khawatir aku akan selalu ada buat kalian berdua. Ya sudah sebaiknya kita pulang saja kita aja Gadis jalan jalan sebentar gimana tapi sebaiknya kita menjauh dari sini.."Daffa pun mengajak Gadis dan Gladis untuk berjalan jalan sejenak supaya Gladis bisa melupakan apa yang baru saja dia alami.


Gladis pun mengikuti apa yang Daffa ucapkan baginya kini Daffa adalah sahabat dan juga orang yang paling bisa mengerti dirinya melebihi apapun terlebih lagi Daffa selalu ada untuk mereka dan tanpa Gladis sadari kini Gladis pun mulai merasakan sesuatu yang berbeda di hatinya apa mungkin itu cinta.


Daffa pun membawa Gladis dan Gadis berjalan jalan di sekitar puncak itu supaya Gladis bisa menghirup udara segar dan juga bisa membuat ketiganya merasakan seperti sebuah keluarga yang utuh.


Gladis dan Daffa hanya tersenyum mendengar ucapan Gadis,mereka juga mengajak Gadis untuk berkeliling mengitari sebuah taman..


Gladis juga nampak senang ada senyuman dia wajahnya yang membuat Daffa juga ikut merasakan kebahagiaan yang sedang Gladis rasakan walupun Daffa hanya bisa memendam dalam hati..


"Bang kok bengong?"tanya Gladis membuat Daffa yang dengan terdiam pun langsung menatap wajah Gladis.

__ADS_1


Daffa tersenyum dan berbalik menatapnya..


"Enggak ada kok kenapa emangnya? emangnya aku kelihatan bengong gitu?"tanya Daffa lirih.


Gladis pun hanya tersenyum dan kemudian mengalihkan pandangannya.


Gladis pun menjadi salah tingkah ketika tatapan keduanya bertemu dia merasakan ada sesuatu yang mengalir di dalam darahnya mungkinkan kini perasaan Gladis pada Daffa telah berubah menjadi perasaan sayang? Namun Gladis menyadari bahwa dirinya tak pernah pantas untuk Daffa terlebih lagi dia telah memiliki anak di luar pernikahan.


Daffa pun kembali menghampiri Gladis yang nampak sedang terdiam..


"Hayoo kenapa sekarang kamu yang diam saja apa yang sedang kamu pikirkan? Untuk masalah yang tadi gak usah di pikirkan ya aku pasti akan membantumu sebisaku. Jika perlu aku akan menikahimu supaya kita punya hak penuh atas Gadis."ucapan Daffa membuat mata Gladis terbelalak.


Gladis pun seolah tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Daffa dia tak pernah menyangka jika kata itu akan keluar dari mulut laki laki yang telah menempati ruang hatinya itu.

__ADS_1


__ADS_2