GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 08


__ADS_3

Daffa menatap ke arah Gladis dengan tatapan yang tak biasa,dalam hati Daffa masih menyimpan perasaan walupun pada akhirnya harus melepaskan karena Daffa dan Gladis adalah saudara sepupu.


Namun yang namanya perasaan tak bisa di paksakan dimana ia akan tumbuh,seiring berjalannya waktu walaupun mencoba untuk menepiskan namun perasaan itu suci sehingga tak akan mudah untuk memudar begitu saja.


"Bang Daffa kenapa jadi bengong?kesambet ya masa di negara maju seperti Singapura ada jurik si?"Gladis pun kini berbalik menertawakan Daffa..


Daffa pun hanya menggelengkan kepalanya namun ada perasaan bahagia takkala melihat Gladis bisa tersenyum dengan sangat manis hari ini..


"Dis apakah jadi kita membelikan baju untuk Gadis?"tanya Daffa tiba tiba membuat Gladis kembali mengingat tujuannya datang ke pusat perbelanjaan.


"Bang Daffa kenapa gak bilang dari tadi?Ya sudah ayo kita pergi kasihan Mas Dirga pasti kesusahan mengurus Gadis sendirian.."Gladis pun langsung menarik lengan Daffa dengan lembut.


Daffa hanya tersenyum hampir satu tahun mereka selalu dekat membuat rasa yang telah Daffa coba untuk kubur kini tumbuh lagi bahkan semakin berkembang..


"Pelan pelan dong Dis?"ucap Daffa sembari menggelengkan kepalanya.


Setalah itu Daffa dan Gladis pun pergi kesebuah pusat perbelanjaan dan kemudian membeli beberapa pakaian untuk Gadis sementara itu Daffa hanya asik menatap Gladis yang sedang sibuk dengan belanjaannya..


Jam menunjukkan pukul empat waktu Singapura,Dirga sudah sangat kelelahan menghadapi Gadis yang selalu saja rewel hal itu membuat Dirga berfikir betapa susahnya menjadi seorang Ibu...


"Apakah ini yang di alami Bunda dulu mengurus aku dan Gladis secara bersama sama.Bunda maafkan Dirga ya yang belum bisa menjadi anak yang baik untuk Ayah dan Bunda."pekik Dirga dalam hatinya.


Tak lama kemudian Daffa dan Gladis pun sampai di apartemen,Gladis tersenyum melihat Mas Dirga sedang menggendong Gadis yang terlelap.


"Mas maaf ya kami lama,soalnya kami makan dulu oh ya Mas Dirga sudah makan? Gimana Gadis rewel gak?"tanya Gladis sembari mendekati sang kakak.


Dirga pun hanya menarik nafas panjang dan membuangnya secara belahan.


"Anakmu baru saja diam sedari tadi dia rewel terus?"jawab Dirga sembari duduk di sebelah Daffa.


Gladis pun kaget mendengar bahwa Gadis rewel..

__ADS_1


"Kenapa Mas gak telfon Gladis kan kalau tadi telfon Gladis pasti langsung pulang."ucap Gladis merasa sedikit bersalah.


Dirga pun hanya tersenyum..


"Sudah sudah Dis bisa tolong buatin Mas makanan gak Mas lapar."ucap Dirga sembari merebahkan tubuhnya keatas sofa...


Gladis pun langsung bersiap ke dapur untuk memasak..


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Empat tahun kemudian kini usia Gadis sudah memasuki empat tahun,dan sekarang juga Gladis tengah bekerja di salah satu perusahan milik keluarganya dan karirnya juga sangat maju sehingga membawanya menjadi seorang pengusaha muda yang berbakat.


Gladis berrencana untuk membawa Gadis ke Jakarta karena Gladis ada urusan bisnis yang harus segera dia selesaikan...


Gladis dan Gadis pun ke Jakarta bersama dengan Daffa dan Dirga mereka juga sudah lama tak pulang ke tanah kelahiran mereka..


Daffa telihat sangat menyayangi Gadis bahkan Daffa meminta Gadis untuk memanggilnya Papi sedangkan Gadis memanggil Dirga dengan sebutan Daddy.


Gadis pun menatap kearah sang Bunda dan kemudian memeluknya..


"Bunda ikut sama Gadis saja kalau nanti Gadis di ajak main sama Papi atau Daddy.."jawab Gadis dengan sangat polosnya.


Kehidupan berbeda pun di alami oleh keluarga Wijaya pasalnya setelah empat tahun menikah namun Irma belum juga mengandung hingga saat ini hal itu membuat kesehatan Nyonya Wijaya sedikit menurun.


"Kalian itu kapan mau kasih Mama cucu? Kalian menikah saja sudah empat tahun Irma."ucapan Nyonya Wijaya membuat batin Irma sedikit hancur.


"Iya Maa maafkan Irma jika sampai saat ini belum juga mengandung. Maa Mama sabar ya kami juga selalu berusaha kok."jawab Irma sedikit melawan.


Hati Nyonya Wijaya langsung terbakar ketika mendengar menantunya melawannya.


"Irma kamu itu seharusnya bersyukur kamu bisa menikahi Purnama dan sekarang ini balasan kamu ke Mama?"Nyonya Wijaya pun telihat sedikit emosi.

__ADS_1


Irma pun tak mendengarkan ucapan sang Ibu mertua yang sangat menjengkelkan itu. Irma memilih untuk pergi dan berbelanja.


Nyonya Wijaya telihat semakin kesal bahkan dia pun langsung ikut pergi mencari ketenangan.


Beberapa hari kemudian Nyonya Wijaya sedang mengunjungi taman dan disana Nyonya Wijaya melihat seorang gadis kecil yang sangat cantik wajahnya sangat mirip dengan wajah Purnama waktu kecil dan hal itu membuat Nyonya Wijaya kembali mengingat tentang wanita bernama Gladis yang mengaku hamil anak Purnama.


Nyonya Wijaya pun berusaha mencari tahu tentang siapa Gladis yang sebenarnya.


Dan alangkah terkejutnya Nyonya Wijaya saat tahu bahwa Gladis adalah putri dari Anjas Wicaksono pengusaha sukses yang memiliki banyak anak perusahaan di berbagai wilayah.


"Tak mungkin jika dia adalah Gladis Anggraini anak dari Bapak Anjas."Nyonya Wijaya pun telihat sedikit syok.


Nyonya Wijaya pun langsung mencari tahu tentang keberadaan Gladis dan cucunya saat ini..


"Aku harus menemukan cucuku apapun caranya aku harus bisa mendapatkan hak asuh atas cucuku."ucap Nyonya Wijaya dengan penuh keegoisan.


Tak lama kemudian seseorang dari sebrang sana menghubungi Nyonya Wijaya dan mengatakan bahwa saat ini Gladis dan anaknya sedang berada di Indonesia.


"Kerja bagus.."ucap Nyonya Wijaya sembari tersenyum licik. Cari tahu semua informasinya tanpa terkecuali dan jika kamu berhasil aku akan memberikan bonus yang besar untukmu.",ucap Nyonya Wijaya kemudian.


Orang suruhan Nyonya Wijaya pun tersenyum senang karena akan mendapatkan bonus yang sudah berada di depan mata dan hal itu membuat laki laki itu sangat senang dan tersenyum bahagia..


"Baik Nyonya semuanya akan saya lakukan."ucap laki laki itu kemudian sambungan telfon pun terputus.


Nyonya Wijaya pun tersenyum senang setelah tahu bahwa dia memiliki cucu perempuan yang sangat cantik dan juga menggemaskan.


"Aku pasti akan mendapatkan cucuku dan dia akan menjadi anggota keluarga Wijaya."ucap Nyonya Wijaya dengan begitu angkuhnya..


Sementara itu Gladis sedang bersama dengan kedua orang tuanya mereka sedang menikmati waktu bersama mereka sedang berada di sebuah taman yang sangat asri..


Gadis sendiri sedang asik bermain dengan Papi Daffa mereka telihat begitu dekat bahkan Ibu Inez yang melihat itu pun turut bahagia beliau merasakan kasih sayang yang sangat tulus dari dalam hati seorang Daffa.

__ADS_1


__ADS_2