
Pada saat yang sama tiba tiba saja Purnama mengingat satu memori yang tiba tiba saja muncul di benaknya bayangan seorang wanita dengan rambut panjang sedang tersenyum kearahnya dia terlihat sangat cantik hal itu membuat kepala Purnama tiba tiba merasakan nyeri yang luar biasa.
"Aduh sakit....."teriak Purnama secara tiba tiba membuat Irma kaget.
"Mas kamu kenapa?"tanya Irma sedikit panik.
Tiba tiba saja Purnama jatuh dan kepalanya nampak membentur sesuatu sehingga membuatnya jatuh pingsan.
Dengan cepat Irma memanggil Dokter dan kemudian memeriksa kondisi Purnama. Dan pelan pelan Purnama bisa mengingat semuanya mengingat masa lalunya bersama Gladis..
Namun Purnama tercengang ketika melihat Irma ada di kamarnya hal itu membuatnya bertanya.
"Kamu kenapa ada di kamarku?"tanya Purnama Pelan..
__ADS_1
Mata Irma seketika membesar dia tak percaya bahwa sekarang Purnama telah mengingat semuanya hal itu tentu saja membuatnya sedikit khawatir...
"Apa maksud kamu Mas?Aku istrimu Irma,kita sudah menikah lima tahun lalu.."jawab Irma hal itu langsung membuat Purnama tercengang.
"Apa lima tahun?"tanya Purnama sedikit tak percaya.
Irma pun bingung dan berfikir apakah ingatan Purnama telah kembali seutuhnya? Apakah dia akan segera di singkirkan jika tahu bahwa dia telah berbohong kepadanya??
"Iya Mas kita sudah menikah selama lima tahun?"jawab Irma singkat.
"Gak mungkin,ini pasti salah aku gak mungkin menikahi wanita lain sementara aku telah memiliki Gladis dan Gladis tengah mengandung anakku."Purnama kembali mengingat saat terakhir dirinya ingin menemui Gladis untuk menikahinya justru dia malah menjadi korban kecelakaan tunggal..
Tiba tiba saja kepala Purnama terasa sakit sehingga membuatnya hampir saja jatuh pingsan terlebih lagi saat Purnama mengingat ini sudah lima tahun berlalu dan Gladis wanita yang telah dia nodai entah bagaimana nasibnya.
__ADS_1
Dengan cepat Irma menangkap tubuh suaminya dan kemudian membawanya untuk beristirahat.
"Sudahlah Mas jangan memaksakan diri untuk mengingat semuanya, bukankah semuanya telah terjadi lalu apa yang bisa di lakukan selain pasrah. Lagipula Gladis juga sudah tak tahu rimbanya bahkan mungkin dia sudah bahagia dengan laki laki lain."ucapan Irma semakin membuat hancur hati Purnama.
Tak lama kemudian Nyonya Wijaya pun datang dan melihat Purnama yang nampak sedang kesakitan..
"Ada apa ini?"tanya Nyonya Wijaya dengan wajah yang lumayan panik..
Irma langsung berbisik dan mengatakan bahwa Purnama telah mengingat semuanya,telah mengingat kembali tentang Gladis wanita yang telah mengandung anaknya. Hal itu tentu saja membuat hati Nyonya Wijaya merasa senang pasalnya pernikahan Irma dan Purnama sudah menginjak tahun ke lima masih belum juga si berikan cucu, sedangkan Purnama bisa mengambil Gadis dari tangan kekasihnya karena Purnama merupakan Ayah biologis Gadis.
Nyonya Wijaya pun tersenyum jahat membuat Irma merinding melihatnya..
"Apakah Bunda punya rencana lain?Bunda aku sudah mencintai Mas Purnama dan aku tak mau kehilangan dia."ucap Irma lirih..
__ADS_1
Nyonya Wijaya pun menatap kearah menantunya itu dengan tatapan sisnisnya.
"Apakah selama ini kamu sudah menjadi menantu yang baik dan istri yang sempurna buat Putraku buktinya sampai detik ini kamu juga belum hamil. Kami juga membutuhkan penerus keluarga apa jangan jangan kamu mandul?"ucapan Nyonya Wijaya sangat menyakiti hati Irma,bahkan kini Irma menitikan airmatanya dan pergi meninggalkan Ibu mertua dan suaminya di dalam kamar...