GADIS PURNAMA

GADIS PURNAMA
Capture 05


__ADS_3

Dirga pun mengusulkan kepada sang adik untuk ikut dengannya ke Singapura untuk memulai kehidupan baru serta melupakan segala kenangan buruknya selama di Indonesia.


Gladis pun menatap sekilas wajah sang kakak yang terlihat begitu menyayanginya tak perduli seberapa berat kesalahan yang adiknya lakukan Dirga sebagai seorang kakak selalu bisa memaafkan kesalahannya adiknya itu.


"Iya Mas aku mau,aku ingin melupakan semuanya melupakan masa lalu burukku dan juga melupakan segala hinaan yang keluarga itu berikan."Gladis pun kini kembali terisak ketika mengingat tentang ucapan Nyonya Wijaya.


Sesuai kesepakatan Gladis dan juga Dirga berangkat menuju negara Singapura untuk melukai kehidupan barunya di sana kebetulan Dirga memiliki salah satu cabang perusahaan warisan keluarga..


Gladis merasa berat meninggalkan Ayah dan Bundanya bahkan Gladis pun ingin mengurungkan niatnya untuk berangkat.


"Sayang kamu gak boleh begini? pergilah Ayah sama Bunda akan sering mengunjungi kamu dan anakmu. Bunda sama Ayah akan selalu mendoakan kamu sayang."Bu Inez pun memeluk sang putri dengan lembut.


Gladis pun menitikan airmatanya dan kemudian mengangguk rasa bersalahnya kepada keluarganya tak bisa di ungkapkan dengan kata kata yang pasti dia kecewa dan marah pada dirinya sendiri saat ini.


Dirga pun langsung memeluk sang adik untuk memberikannya sebuah dukungan moril yang di mana disaat sang adik down keluargalah yang harus menjadi penyemangat yang selalu memberikan cinta dan kasih yang tulus untuknya.


Tak lama setelah itu Gladis dan Dirga pun berangkat.


Selama dalam perjalanan Dirga terus saja menggenggam tangan Gladis dengan erat,walaupun dalam hatinya Dirga sangat marah pada Gladis namun rasa sayangnya jauh lebih besar sehingga amarahnya terkikis oleh kasih sayangnya..


"Mas maafkan aku ya yang hanya bisa menjadi beban untukmu. Dan nanti setelah kita sampai di Singapura juga aku harus menyusahkan Mas. Aku memang adik yang tak berguna dan aku juga bukan anak yang baik.".


Dirga pun memeluk Gladis dengan erat dan siapa saja yang melihat pasti mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.


"Sudah berhenti menyalahakan diri kamu sendiri semua orang pernah melakukan kesalahan dan semua orang juga pernah khilaf. Sekarang sebaiknya kamu fokus pada masa depan kamu walaupun kamu harus melahirkan anak tanpa Ayah ingat ada aku yang akan menjadi Ayah untuk anakmu kelak."


Ucapan Dirga sangat menyentuh hati Gladis seandianya saja mereka bukan saudara kandung mungkin Dirga akan segera menikahi Gladis dan menjadi Ayah bagi kepaonakan itu.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Di tempat yang berbeda...

__ADS_1


Seorang lelaki tampan bernama Daffa tengah menunggu kedatangan Dirga di Changi airport untuk menjemput Dirga. Daffa sendiri adalah sepupu Dirga yang kebetulan Daffa adalah asisten pribadi Dirga.


Daffa terlihat sangat tampan hari itu dia mengenakan stelan jas berwarna hitam menambah ketampanan lelaki keturunan Indonesia Belanda itu.


"Bang Dirga akhirnya sampai juga."


Daffa pun langsung menatap kearah Dirga dan Gladis.


Dirga pun tersenyum menatap Daffa yang tampil beda hari ini...


"Daffa tumben kamu telihat berbeda wah jangan jangan habis ketemu bule ya."Dirga pun mulai sedikit menggoda saudara sepupunya.


Daffa hanya tersenyum menatap wajah Dirga yang sedang menggodanya...


"Bang Dirga bisa saja. Hai Dis gimana kabar kamu?"tanya Daffa sembari tersenyum.


Gladis pun membalas senyuman saudaranya itu.


"Baik Bang Alhamdulillah.. Gimana kabar Bang Daffa lama ya gak ke Indonesia."tanya Gladis sembari tersenyum...


"Bang apartemennya udah saya beresin dan kamar kamu Dis ada di sana ya."Daffa pun memberitahukan kepada Gladis tentang kamar yang akan di tempatinya.


Gladis hanya mengangguk sembari tersenyum.


"Terima kasih banyak Bang Daffa karena telah mau membantuku..."Gladis pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Daffa..


Dirga pun hanya tersenyum melihat adik dan sepupunya begitu akur..


"Terima kasih ya Daff kamu memang bisa aku andalkan. Oh iya Daff bisakah aku minta tolong untuk membelikan beberapa barang seperti susu ibu hamil dan lainnya."Dirga ouj memberikan Daffa perintah hal itu tentu saja membuat Daffa bingung.


"Maksudnya untuk apa dan untuk siapa Ga? Wah jangan jangan..."Daffa mulai berfikir buruk tentang Dirga.

__ADS_1


"Untuk aku Bang,aku hamil..."sela Gladis membuat laki laki tampan itu kaget bahkan hingga dia berteriak.


"What are you sure(Apa kamu serius?) Daffa seolah tak percaya...


Dirga pun menjelaskan apa yang di alami oleh sang adik tanpa ada yang dia tutupi hal itu membuat Daffa sangat sedih melihat saudara sepupunya hamil di luar nikah dan hal itu juga membuatnya terpukul.


"Dis kamu jangan khawatir apapun yang kamu butuhkan dan apapun yang kamu inginkan kamu tinggal bilang saja sama aku. Aku akan siap menjadi Ayah untuk anak kamu nanti. Bukankah kita itu saudara? dan aku janji aku akan menganggap anak kamu seperti anak kandungku juga." Daffa pun mencoba memberikan support kepada Gladis.


Dirga terkekeh mendengar ucapan Daffa sehingga membuatnya ketawa..


"Daffa Daffa kayak kamu sudah pernah punya anak aja sampai bilang seperti itu. Tapi thanks karena kamu telah mengerti kondisi Gladis."Dirga pun tak kuasa menahan rasa harunya...


Sementara Gladis merasa bahwa masih banyak orang orang yang menyayanginya dan hal itu membuat Gladis memiliki semangat baru untuk bertahan dan Gladis ingin membuat keluarga yang telah menghinanya berbalik memohon kepadanya.


"Terima kasih Bang Daffa aku sekarang tahu bahwa masih banyak yang sayang dan perduli sama aku dan aku janji aku akan berubah dan bertahan demi anak yang tak bersalah ini. Dan aku seneng ada kalian di tengah tengah kesedihanku ini."Gladis pun kembali menitikan airmata tapi kali ini Gladis menangis untuk bahagia..


Daffa yang sangat menyayangi Gladis seperti adiknya sendiri pun langsung bangun dari duduknya dan kemudian menghapus airmata Gladis.


"Kamu adalah adikku dan sudah sepantasnya aku dan Bang Dirga melindungimu. Sudah sekarang tatap masa depan kamu bersama kita bersama dua calon Ayah dari anak anak kamu."ucapan Daffa berhasil mencairkan suasana.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Beberapa bulan kemudian Gladis telah melahirkan seorang putri yang sangat cantik yang dia beri nama Gadis Salsabila Putri atau yang di panggil Gadis sama seperti nama sang Bunda.


Gladis melahirkan di temani Ayah dan Bundanya berserta sang kakak Dirga dan juga Daffa semuanya bersorak bahagia melihat bayi mungil yang sangat cantik itu. Bahkan Dirga langsung memeluknya dan mencium kening Gadis yang masih merah..


"Keponakan Om kebanggaan Om kamu harus selalu sehat dan kamu yang akan melindungi Bunda kamu kelak. Walaupun kamu seorang wanita tapi Om yakin kamu akan menjadi wanita hebat."Dirga pun berbicara dalam hatinya seolah dia sedang berbicara dengan Baby Gadis...


Gladis pun tersenyum melihat kelurganya yang sedang bahagia dengan kelahiran putri kecilnya...


"Sayang kamu harus menjaga kesehatan ya dan ingat kamu sekarang telah menjadi seorang Ibu."Ibu Inez pun langsung memeluk Gladis dengan sangat erat.

__ADS_1


Gladis sangat bersyukur dan kini Gladis akan lebih konsentrasi lagi dalam membantu Dirga untuk mengurus anak perusahaan yang sedang mereka kelola.


"Bang Dirga aku juga mau gendong Gadis aku kan juga Ayahnya."sela Daffa membuat semua orang ketawa...


__ADS_2