Gadis Yang Merindukan Cinta

Gadis Yang Merindukan Cinta
Chapter 19


__ADS_3

Aurel masih pergi ke mall untuk bertemu dengan Arkana. Tapi dia tidak ketemu Arkana malah bertemu seseorang yang berkeliaran ke sana ke mari.


Aurel duduk di kafe dan ya begitulah hanya aku yang tau kamu tidak boleh tau. Dan akhir kisah Aurel tidak bertemu Arkana, Arkana menghilang dari kehidupan Aurel. Aurel kembali ke sekolah. Susan lari terbirit-birit melihat Aurel datang.


"Bagaimana Aurel, kamu bertemu Arkana?" Aurel menggeleng.


"Tidak, aku tidak bertemu dia. Sulit sekali untuk aku cari Arkana. Mungkin bukan jodoh."


"Tidak boleh begitu, kamu tidak boleh menyerah. Arkana adalah buat kamu. Kamu mesti merasa ada sesuatu kan di dalam diri kamu, dan itu betul Aurel. Itu betul sekali. Kamu tidak boleh memungkiri itu. Kamu adalah milik Arkana seutuhnya."


"Bacot kamu. Dari mana kamu tau kalau aku adalah milik Arkana. Aku bukan siapa-siapa nya Arkana."


"Aurel, yakinlah kalau Arkana hanya menghilang sebentar dan dia akan balik lagi ke kamu, ke sekolah ini!"


"Sebentar lagi kita akan lulus Susan. Tidak ada harapan lagi buat Arkana di dunia ini. Aku akan cari laki-laki lain selain dia, kalau itu penting."


"Tapi, kalau laki-laki itu jahat bagaimana?"


"Tidak ada salahnya mencoba. Aku akan coba mendekat pada laki-laki yang aku sukai. Nanti kamu juga akan tau siapa laki-laki itu."


"Aku tidak berharap hal itu akan terjadi. Semuanya itu berlangsung begitu saja Aurel. Dan bagaimana nasib Arkana sekarang, aku ingin sekali bertemu dengan dia.


"Kamu cari saja sendiri Arkana banaspati. Aku harap dia akan berkata kalau dia ingin bertemu denganku atau melupakan aku selamanya. Arkana jahat banget bayangin aja, berbulan-bulan dia ninggalin aku, padahal aku selalu menunggu dia di sela sela hariku."


"Kamu tenang saja, kalau aku sudah ketemu dia aku akan sampaikan salam kamu ke dia." Itu janji Susan ke Aurel. Susan berharap dia bisa bertemu Arkana nantinya.


Aurel melihat ke arah Susan, dia tersenyum setelah itu dia pulang ke rumah setelah jam pelajaran sekolah usai.


"Mama..!" Aurel memanggil mamanya dia mencari mamanya karena lapar.


"Mama, kemana ya?" Hannah ternyata ada di belakang rumah sedang membersihkan Taman. Aurel bernapas lesu, dia sudah tidak memikirkan Arkana lagi.


"Aurel, kamu di undang ke rumah bude kamu nanti sore, kamu datang ya, katanya ada acara tasyakuran."


"Baik mah." Aurel meletakan ingatannya dalam benaknya itu. Dia harus ke rumah budenya nanti. Emang ada acara apaan ya.


Aurel ingat kalau dia punya Kakak yang namanya Restu. Dia lupa kalau Kak Restu selama ini ada di dalam hidup Aurel tapi dia lupa untuk membicarakan hal itu ke Kak Restu. Memang sih, Restu adalah anak kuliahan yang mungkin hanya menganggap hal itu sepele. Tapi bagi Aurel itu penting untuk di utarakan nya ke Kak Restu.


...***...


Di acara itu meriah sekali. Aurel sudah memakai baju yang sangat bagus dan megah. Dari tadi Aurel sudah menghambur di acara Budenya itu.


Setelah bersalaman budenya itu mengajak Aurel bicara. "Bagaimana kabar kamu Aurel..?"


"Baik bude."


"Kamu ke sini sendiri?"


"Iya bude."

__ADS_1


"Orang tua kamu tidak ikut?"


"Tidak bude, mereka sedang ada acara di luar jadi tidak bisa datang."


"Itu restu!" kata Nana ke anak sulungnya itu. Restu adalah anak satu-satunya Nana.


"Hai Aurel, yuk kita ke sana!"


"Ke mana..?"


"Itu ke tempat teman-teman..!" kata restu ingin mengajak Aurel untuk berkumpul bersama teman-temannya di ruang utama. Restu berjalan bersama Aurel menuju ruang utama yang sudah tersedia makanan, minuman, musik dan balon.


"Aurel masih melihat beberapa orang yang sedang berdiri sambil mengobrol."


"Itu ada kue kalau kamu mau. Ada minuman juga." kata restu ke Aurel.


"Iya makasih Kak Restu."


"Restu membiarkan Aurel melihat ke sekeliling orang yang sedang berdiri dan berkumpul di acara pesta itu. Tak satu pun yang Aurel kenal. Dia lalu pergi ke arah restu yang sedang mengobrol bersama laki-laki yang tidak Aurel kenal.


"Permisi.." Aurel datang ke arah Restu. Laki-laki tak di kenal itu melihat Aurel datang.


"Iya."


"Boleh gabung kak?"


"Iya ada apa?"


"Aku tidak punya teman di sini Kak Restu."


"Oh, kamu butuh teman. Ke sini, aku akan kenalkan kamu ke Soraya teman aku. Ikut aku sekarang."


Restu mengajak Aurel berkenalan dengan perempuan paruh baya. Dia adalah Soraya perempuan cantik yang bergaya modis dan cantik. Dia pakai baju putih yang melilit ke bawah dengan rambut pendek.


"Permisi." Restu berucap.


"Iya." Soraya menoleh.


"Ada apa?"


"Tolong kamu temani saudara aku, Aurel. Dia tidak punya teman katanya."


"Oh iya, senang sekali bisa bertemu dengan kamu. Kenalkan nama aku Soraya."


Aurel tidak begitu suka berkenalan dengan perempuan itu. Dengan gayanya yang luar biasa. Aurel melihat restu yang sudah pergi ke tempat semula bertemu dengan laki-laki tadi. Aurel lalu ijin pergi sebentar meninggalkan Soraya.


Aurel mencari tempat duduk yang nyaman lalu berniat untuk pulang. Bude Nana lalu datang.


"Aurel tidak ke situ ke teman-teman restu?"

__ADS_1


"Tidak. Aurel tidak kenal bude. Aurel sama bude saja."


"Kalau begitu kamu makan yuk! Biar bude temenin."


"Baik bude." Aurel lalu pergi makan bersama budenya. Dan Aurel ijin pulang setelah makan. Bude Nana memanggil Restu Sulu sebelum Aurel pergi.


"Aurel, kamu sudah ingin pulang?"


"Iya kak restu."


"Ini buat kamu." Restu memberikan makanan buat Aurel berupa kue kotak.


"Makasih kak." Aurel senang dapat kue itu. Aurel lalu pergi keluar dari rumah bude Nana. Sebenarnya dalam hati Aurel ingin sekali bertemu dan bicara panjang lebar dengan Kak Restu tapi apa daya Aurel tidak berhasil untuk bisa punya kesempatan berdua bersama Restu.


Restu adalah laki-laki yang punya disiplin tinggi. Dia tidak mau hidup tanpa rasa disiplin yang kuat. Dia punya rasa tanggung jawab yang besar dan kerja keras. Makanya tak ayal kalau Restu adalah orang yang beruang dan suka jalan keluar untuk senang-senang. Sedangkan Aurel tidak begitu, dia masih anak kecil yang masih suka belajar.


Sepulang dari rumah Aurel langsung beristirahat dan ingat sama Arkana. Kapan dia akan bisa bertemu dengan Arkana lagi. Pertanyaan yang jauh untuk bisa di jawab. Karena selama ini Aurel hanya bisa tenang di rumah sambil belajar dan baca buku. Aurel sama sekali tidak tau di mana alamat Arkana. Dia kehilangan kontak. Aurel hanya bisa menghubungi Aditya teman Angel.


Seketika Susan datang menelepon. "Halo Aurel."


"Iya Susan." jawab Aurel bete.


Aurel kesal karena tak seorang pun yang bisa Aurel temui di situ.


"Kamu sudah pulang dari cara pesta?"


"Iya, kamu tau dari siapa kalau aku habis dari pesta..?"


"Aku tau dari ibu kamu. Tadi aku sempat telpon dia."


"Oh. Gimana kabar Arkana, ada kabar dari dia?"


"Belum, aku belum bertemu dia. Maaf ya Aurel. Aku masih mau bertanya ke teman-teman Arkana, teman cowoknya."


"Oke."


"Nanti kita cari bareng alamat dia di internet atau ke tetangga Arkana siapa tau ada."


"Itu tidak mungkin. Arkana tinggal di perumahan sebelumnya, kita tidak bisa menemukan alamatnya."


"Terus gimana?"


"Entahlah, itu kan usaha kamu. Paling tidak kamu cari tau ke siapa kek yang tau keberadaan Arkana!"


Susan jadi bingung bagaimana bisa Arkana tidak meninggalkan jejak sedikit pun.


Salam.


Bagaimana pendapat kamu tentang cerita di atas?

__ADS_1


__ADS_2