
Arkana tidak dapat di temukan sampai sekarang. Aurel memilih untuk diam dan Susan tidak tau kabarnya. Akhirnya aku memutuskan untuk putus dari Arkana. Setelah niat itu aku putuskan, dan tidak lagi bertunangan dengan laki-laki bernama Arkana itu, aku bertemu dia di kafe. Dia sedang minum kopi. Aku menghampiri dia dan mengobrol sebentar.
"Arkana, kamu masih ingat aku?"
Arkana menoleh ke arah aku. "Aurel..?"
"Kamu punya waktu untuk mengobrol dengan aku sebentar saja?"
"Silahkan duduk." Arkana mempersilahkan aku untuk duduk. Aku duduk tenang di depan Arkana.
"Langsung saja. Kenapa kamu tega meninggalkan aku. Aku sakit Arkana."
"Aku tidak tau Aurel. Itu keputusan Ibu aku. Aku tidak bisa apa-apa."
"Kamu jahat Arkana, orang tua kamu juga! Kamu tidak berpikir kalau selama ini aku di buat pusing oleh kamu. Menghilang begitu saja dan memutuskan tali pertunangan itu adalah perbuatan jahat Arkana!"
"Paling tidak kaku jelaskan alasannya kenapa!"
"Maafkan aku, aku harus pergi." Arkana langsung meninggalkan aku. Aku tau sekarang kalau Arkana sama sekali tidak mengharap kan aku.
Aku melihat Arkana pergi dariku. Aku menyesal telah mengenal dia. Akhirnya aku pulang dan diam di dalam kamar. Aku tidak begitu merespon Ibuku yang menyapa aku malam itu.
"Dari mana Aurel, malam-malam?"
__ADS_1
"Dari luar Bu. Maaf Bu aku capai. Aku mau istirahat di kamar." ucapku ke Ibu. Aku langsung istirahat di kamar dan merebahkan tubuhku dengan Susana gelap.
***
Perjalanan Arkana terus saja ada. Dia tidak bilang kalau dia masih suka ke Aurel. Di dalam dompet nya tersimpan foto Aurel tapi Arkana langsung membakar nya.
Arkana melihat itu. Arkana di datangi Ayahnya Pak Hadi Wijaya. "Kenapa, apa yang terjadi sama kamu? Kamu masih sehat kan..?"
"Iya Pa. Arkana masih sehat. Arkana cuma kesal saja sama nasib Arkana selama ini. Arkana jadi tau kalau Arkana tidak boleh di ganggu oleh siapa pun..?"
"Maafkan Papa kalau Papa mengganggu kamu. Santai saja."
Pak Hadi langsung pergi.
Tak ada sedikit pun yang tersurat di hari Arkana tentang Aurel. Laki-laki itu seperti lupa padanya.
...***...
Aku bangun dari tidur aku, dan aku melihat pagi cukup cerah. Tuhan, bagaimana aku akan membawa diriku ke sini. Tuhan.
...***...
Pagi itu Arkana pergi dengan naik sepeda dengan hati gabut. Kenapa, ada apa dengan Arkana. Hatinya seakan menangis dan sedih sendiri. Kenapa hidup ini bak permainan dan panggung sandiwara saja?
__ADS_1
Melewati sesuatu yang telah di lewati atau pergi ke suatu tempat yang telah ada dan siap untuk di jamah.
Arkana pergi ke rumah Aurel saat Aurel ingin pergi keluar dengan niat jalan-jalan. Aurel kaget melihat seseorang yang ada di depan pintunya. Aurel masih menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa laki-laki yang baru datang itu.
"Siapa orang itu?" ucap Aurel sambil melihat laki-laki dengan jaket kuning itu. Aurel masih mencoba untuk mengingat-ingat lagi siapa laki-laki itu..?
Aurel mencoba untuk tetap tenang dan terus berjalan apa adanya sambil menunggu apa yang akan di lakukan oleh laki-laki itu. Apakah dia akan tetap menunggu di depan pintu gerbang atau malah sebaliknya.
Aurel lalu pergi melangkah perlahan ke arah laki-laki itu berada, setelah sampai di depan orang itu Aurel langsung terperangah dan seakan-akan tidak percaya kalau apa yang di lihatnya adalah benar.
Laki-laki itu adalah Arkana mantan tunangan Aurel yang telah menghilang beberapa bulan yang lalu, kurang lebih tiga bulan lamanya, dan sekarang dia ada di depan rumah Aurel tanpa tau apa tujuan laki-laki itu ke rumah itu?
Tapi tak berapa lama, laki-laki itu pergi sambil membawa sepeda Federal miliknya. Aurel telah kehilangan laki-laki itu seketika. Aurel berlari dan melangkah pergi mendekat ke arah pagar untuk bisa tau dan melihat seberapa jauh jarak perginya laki-laki itu..?
"Arkana..!" teriak Aurel sambil menghembuskan napasnya. Napas yang dingin, napas yang beruap karena pagi itu udara begitu dingin.
Kebetulan sekali Aurel juga sedang memakai jaket orange yang hampir sama dengan jaket milik Arkana yang telah pergi baru saja.
Napas Aurel berhembus perlahan seiring menghilangnya Arkana di kehidupan Aurel barusan. Aurel kini melemah dan seperti tak punya semangat lagi untuk hidup. Harapannya kini telah lenyap dan seakan hilang begitu saja.
Kenapa Arkana Setega itu meninggalkan Aurel, kenapa dia tidak kasih kesempatan Aurel untuk bicara padanya? Paling tidak sebentar saja.
slm.
__ADS_1