Gadis Yang Merindukan Cinta

Gadis Yang Merindukan Cinta
Chapter 7


__ADS_3

Aku lalu santai di depan televisi sambil menunggu Maghrib. Anisa datang menemui Arka. "Arka, bagaimana lesnya tadi, senang..?"


"Lumayan. Ibu Anggi baik juga ya Bu. Dia punya kucing kesayangan namanya Luna."


"Luna, cantik sekali namanya. Oh iya, tadi ibu dengar kalau ayah Suci di bawa ke rumah sakit. Ibu masih mau ke sana besok. Ibu masih mau bilang ke ayah nanti setelah datang dari kantor." aku langsung kaget mendengar itu.


"Iya, tadi sewaktu arka main bola, suci datang ke lapangan dan menjemput Keenan. Dia bilang sendiri di depan kami kalau ayahnya sakit. Memang Pak Burhan sakit apa ya Bu..?"


"Nggak tahu, kabarnya sih sakit jantung. Ibu ke dalam dulu."


"Iya."


Aku diam dan mulai menonton televisi kembali.


Di dalam kamar Ibuku Anisa sedang mengobrol dengan Mirna temannya yang dari Jakarta. Tepatnya dia adalah Ibu dari Aurel.


"Bagaimana kabar Arka anak ibu. Bagaimana kemarin komentarnya saat kami pas langsung pulang ke Jakarta..? katanya dia ngambek ya..?"


"Tidak juga sih jeng, arka memang suka begitu. Siapa saja yang punya koneksi sama dia, orang itu harus mau tanggung jawab, tidak boleh lari-larian seperti itu. Aku takut Arka pas ngambek tidak mau pulang seperti beberapa waktu yang lalu."


"Memang Arka sempat kabur dari rumah ya Ibu?"


"Iyalah. Dia kabur karena Ayahnya meminta Arka untuk memperbaiki nilai rapotnya yang rendah. Dia kabur ke rumah Richard temannya. Heran juga saya Ibu. Kok kerasan dia di rumah Richard..?"


"Yah, mungkin Richard kasih perhatian yang lebih pada Arka. Oh iya, ini ada Aurel ingin bicara sama Ajeng."


"Boleh."


"Halo Tante, apa kabar?" Ajeng menyapa Anisa di telepon.


"Alhamdulilah baik, Aurel juga kan?"


"Iya Tante. Aurel di sini baik dan sehat. Tante lagi ngapain..?"


"Lagi telfonan sama Aurel." jawan Anisa langsung sambil tersenyum.


"Bukan itu Tante. Maksud Aurel Tante sekarang ada di mana..?"


"Di kamar sendirian. Anak Tante sedang nonton televisi, bapak sedang kerja lembur. Jadi Tante sendirian deh di kamar. Untung ibu kamu telfon." kata Anisa panjang lebar.


"Iya, Tante."


"Kamu sekolahnya bagaimana..?"


"Alhamdulilah, baik Tante. Aurel peringkat kedua setelah teman Aurel. Selama satu Minggu Aurel harus belajar penuh di rumah. Selain Aurel juga sempat puasa selama tiga hari. Katanya biar cepat nangkap belajarnya."


"Kata siapa..?"


"Kata ibu, Tante. Percaya deh sama Aurel."


"Iya, ibu percaya. Oh iya. Ibu tutup dulu ya. Om Herman sudah pulang rupanya. Assalamu'alaikum."


"Waalikum salam."

__ADS_1


Telepon di tutup. Anisa langsung menuju ke ruang tamu menyambut Herman yang baru datang. "Arka, ayo belajar jangan nonton TV terus!"


"Ayah, resek amat. Arka lagi lihatin TV kok malah di suruh matikan."


"Udah matikan dulu TV-nya. Ayah capai. Ayah mau duduk dulu di sini. Papa bising dengarnya!" kata Herman ke Arka.


"Arka, kamu pindah dulu ke kamar. Biar ayah kamu duduk dulu di sini. Kan di kamar udah ada televisinya. Ada video game nya juga. Kamu bisa main sekarang."


"Eh, Ibu kok gitu sih ke Arka. Sekarang kan waktunya jam belajar Ibu?"


"Iya, Ayah. Tapi kan baru saja Ibu Anggi pulang ngelesin Arka, Arka butuh istirahat loh Yah. Biar tidak suntuk!"


"Iya, tapi belajarnya harus tetap."


"Iya, ibu jamin. Di kamar Arka pasti lagi belajar. Coba lihat deh!"


Ayah langsung lihatin ke kamar aku. Di situ aku sedang asyik main game, dan setelah pintu kamar di buka semuanya sepi tak ada suara. Aku terlihat sedang belajar di meja belajar dengan baik."


"Gimana Ayah, betul kan kata Ibu..?" ujar Anisa ke Herman suaminya.


"Iya, betul sekali. Arka memnag anak yang rajin. Sekarang buatkan Ayah kopi Ibu, lagi pengin minum kopi."


"Ayah ada saja. Biar ibu bikinin ke dapur." Anisa langsung pergi ke dapur untuk buat kopi.


Malam pun larut rumah keluarga Suherman pun terlelap dalam tidurnya.


***


"Arka, jangan lupa Salim dulu ke ibu sebelum berangkat!"


"Iya, Ibu!" jujur aku masih seperti anak kecil di rumah. Di mana semuanya Ibu yang ngurus. Dari mulai mencuci pakaian, melipat pakaian, setrika, sampai membersihkan kamar tidur. Semuanya ibu yang kerja. Aku santai saja di rumah sambil nonton televisi. Aku tidak habis pikir kenapa ibu teramat sayang padaku.


"Arka, jangan lupa di sekolah nanti kami tidak boleh bandel ok!"


"Iya, Ibu. Arka permisi dulu. Assalamualaikum." Arka permisi.


"Waalikum salam." Ibu jawab.


Aku pergi ke sekolah dengan naik motor. Aku senang sekali di saat aku harus pergi ke sekolah dengan naik motor. Suasana pagi hari yang cukup segar dan terasa dingin. Kamu bisa membayangkan hal itu. Perjalanan aku ke sekolah pagi hari itu cukup menyenangkan, di mana aku melihat beberapa orang yang pada naik motor dan pergi ke ladang.


"ARKA..!" Richard menyalip aku dari belakang. Dia adalah sahabat aku yang baik. Dia bonceng pada Keenan.


DI SEKOLAH


Aku tiba di sekolah pukul 6.45 wib. Beberapa anak sudah mulai masuk dan duduk di kelas masing-masing. Aku mencari teman-teman aku, Richard, dan Kevin. Aku langsung kabur ke kelas setelah bel masuk berbunyi.


KRING.. bunyi bel sekolah terdengar nyaring. Aku masuk ke kelas itu sambil bersiap untuk duduk. Tiba-tiba aku kepleset.


"AU..!" Ada kulit pisang yang tak sengaja aku injak. Aku terjatuh. Anak-anak pada tertawa padaku.


"Anjing kalian. Tega amat sama aku!" ucapku pada teman-teman aku yang ada di kelas.


"Makanya, jalan itu hati-hati!" kata seorang laki-laki padaku. Dia adalah Gery teman aku yang suka jahat padaku.

__ADS_1


"Hahahaha." Gery tertawa padaku. Aku menelan ludah.


Sebelumnya seorang perempuan terlihat prihatin padaku, dia adalah Ancika Aryani. Perempuan yang sok cantik dan sok pintar di sekolah.


"Rasakan akibatnya!" Gery terus saja mengompori aku dengan kata-katanya itu.


"Gery apaan sih!? Nggak enak sama Arka tahu!" Celetuk Ancika.


Aku langsung bangun setelah tahu Ibu Susi datang dan masuk ke dalam kelas.


"Selamat pagi anak-anak..?"


"Selamat pagi Ibu..!"


"Sekarang siapkan alat tulis kalian." ucap Ibu Susi padaku. Dia mulai menulis di papan tulis.


"Eh!" Gery menyapa Ancika.


"Lihat tuh!" Gery menunjuk ke arah Ibu Susi yang sedang menulis.


"Apaan sih?"


Gery langsung melempar gulungan kertas ke arah belakang ibu Susi. Aku tahu maksudnya apa, Gery tidak tahan melihat body ibu Susi yang montok. Ibu Susi tidak merasa, di terus saja menulis.


Aku langsung pergi ke Gery ingin balas dendam. "Eh, sekali lagi kamu lempar Ibu Susi dengan kertas itu, aku buat kamu babak belur!"


"Arka apaan sih, main serobot saja sama Gery?" suara Ancika terdengar nyaring, otomatis Ibu Susi dengar.


"Ada apa anak-anak..? Arka kamu ribut sama siapa, ayo maju!" Ibu Susi menyuruh aku maju ke depan. Aku masih kesal sama Gery.


Pada jam istirahat, aku dengan sengaja memukuli Gery hingga babak belur. Aku bersama Kevin dan Keenan menghabisi Gery dengan mudah. Aku mengeroyok dia di belakang sekolah, sebagai pelajaran buat dia yang telah ngerjain aku tadi pagi. Kabarnya Gery lah yang memasang kulit pisang di dalam kelas.


Kepala sekolah tahu, aku, Kevin dan Keenan di ajaknya ke kantor bersama Gery juga. Kami sama-sama berdiri di kantor. Anak-anak pada berkerumun di luar termasuk Ancika.


"Kalian mau jadi apa, di sekolah ini. Mau jadi bajingan, iya! Seenaknya main pukul di sekolah. Bapak yang tanggung jawab, kalian juga!


"Bapak tidak mau hal itu terjadi lagi pada kalian. Khususnya Arka dan Gery. Kevin dan Keenan sekarang saya skors selama satu Minggu. Kalian akan berhadapan dengan guru BK sekarang!"


"Gery sekarang masuk ke ruang UKS bersama Ibu Susi, kamu harus di rawat di sana."


"Dan Arka, kamu harus pulang sekarang! Bilang ke orang tua kamu, suruh mereka datang kemari. Aku ingin bicara langsung sama ayah atau ibu kamu, sekarang!"


"Baik Pak!"


"Jangan sampai kamu tidak balik ke sekolah. Hukuman kamu masih belum selesai!" Pak Suadi betul-betul keras pada anak didiknya. Dia tidak tanggung-tanggung mendidik anak didiknya di sekolah. Aku saja ketakutan melihat wajah dia yang sangar dan cukup menakutkan.


Salam.


Sampai di sini dulu ceritanya. Maaf masih baru tidak bisa cerita banyak. Yang lain juga masih pada menghilang kok.


Tidak ada yang komen juga!


😚😙😋

__ADS_1


__ADS_2