Gadis Yang Merindukan Cinta

Gadis Yang Merindukan Cinta
Chapter 6


__ADS_3

Hidupku susah memang. Mana harus mengantar ibu belanja ke pasar. Mana ada orderan main ke sekolah- sekolah negeri. Mana aku harus fitnes dan olahraga segala. Belum juga main band band nan di luar bareng teman aku. Yang jelas aku capai sekarang.


Sekarang aku terbujur kaku lemas di atas kasur tempat tidur aku.


"ARKA, ayo cepat bangun mandi. Bentar lagi antar ibu ke ARISAN. Ibu mau ke ARISAN bentar lagi. Kamu harus antar ibu. Ingat tidak boleh tidur dulu, nanggung ashar." Celoteh ibuku padaku.


Meski aku termasuk orang ISLAM, TAPI AKU BUKANLAH ORANG ISLAM YANG TAAT PADA AGAMA. BERKALI-KALI AKU HARUS LUPA PADA KEWAJIBAN AKU SEBAGAI ORANG ISLAM.


YAITU SHOLAT.


"IBU, BOLEH TIDAK ARKA SOLAT..?"


"NGAPAIN KAMU SOLAT, SEJAK KAPAN KAMU SUKA SOLAT. IBU TIDAK JAMIN KAMU ISTIKOMAH SOLAT. SUDAH, KALAU TIDAK SERIUS MENDING TIDAK USAH SILAT, KERJAKAN YANG LAINNYA SAJA.


"PERGI TIDUR SANA!"


Itu yang biasa ibu perdengarkan padaku. Kalimat yang seharusnya aku telaah baik-baik, aku pelajari baik-baik untuk kelangsungan hidup aku. Aku mulai menyalakan mesin sepeda motor. Bentar lagi aku harus sudah siap-siap mengantar ibu aku yang mau pergi ke ARISAN. Dan aku harus menunggu dia untuk sepersekian jam. Bayangin tuh.


ADUH RIBET BANGET DEH PUNYA IBU SEPERTI IBU AKU. HARUS BELANJA LAH, PERGI ARISAN LAH, PERGI KE ACARA HAJATAN LAH, SAMPAI-SAMPAI PERGI KE SALON KECANTIKAN.


"MALAS AMAT..!!" ENEK AKU JADINYA.


Tapi aku harus tabah dan sabar menghadapi ini semua. Setelah acara arisan selesai, saatnya aku punya waktu untuk bermain game bareng dengan teman-teman aku di luar. Di situ aku bisa mengeksplor diri aku dengan leluasa.


Ada telepon masuk,


"Halo iya ada apa CHAD..?" RICHARD menelepon aku. Katanya ada acara main bola di lapangan sekolah.


"Nggak mungkin lah aku ke situ. Aku juga ada acara sekarang."


"Tinggalkan dulu acaranya, acara di sini lebih asyik!" kata RICHAD padaku. Aku terpaksa meninggalkan tempat bermain itu sambil berniat pergi main sepak bola bareng Richard.


Aku sekarang sudah ada di lapangan sekolah. "ARKA KE SINI!"


Panggil Richard padaku. Seketika itulah sebuah bola mengenai muka aku.

__ADS_1


DHAS! Bola mengenai mukaku.


"SAKIT ANJING!" AKU TERHUNYUNG KE BAWAH. Aku tidak sadarkan diri sebentar. Richard lalu mendorong dada aku dan menempelkan mulutnya ke mulut aku.


"BAU ANJING!" kataku ke Richard. Aku langsung sadar. Aku bangun dari ketidak sadarkan aku.


"ARKA, kamu tidak apa-apa kan..?" Richard menanyai aku. Dia yang telah cemas padaku.


"Tidak apa-apa, it's okay bro!" Aku menjawab pertanyaan itu sambil mencoba untuk menyadarkan diri aku.


Permainan pun di mulai di mana semuanya pada nendang bola ke sana ke mari. Aku terus bersemangat sambil terus membawa bola ke arah lawan dan, goal! Bola masuk ke dalam gawang. Skor 1-0.


Aku lalu melihat perempuan tengah lewat di depan mata aku. Dia adalah saudara Keenan yang mengajak pulang laki-laki itu. "Kakak sekarang pulang, Ayah sakit." kata perempuan itu yang bernama lengkap Suci Sulistiawati.


"Ayah kenapa..?" Keenan langsung beranjak pulang dan berlari ke arah rumah.


"Ada apa bro..?" Richard tanya ke aku.


"Ayah Keenan sakit. Dia di susul sama adiknya. Itu adiknya Keenan kan..?"


"Oke."


Permainan di lanjut. Aku, Richard dan Kevin terus bermain bola itu sampai selesai. Kami puas bermain bola selama dua jam permainan.


"Oke, goal..!!" Permainan berakhir setelah skor mencapai 10-6. Cukup memuaskan di mana para pemain pada beristirahat. "Aku pulang dulu bro!" kataku pamit ke Richard.


"Oke, hati-hati. Kamu tidak mau mandi bareng kita?"


"Enggak, aku mandi di rumah aja. Bentar lagi aku ada acara."


"Acara apaan?"


"Les privat bahasa Inggris!" jawabku ke Richard. Setelah mandi selesai aku mulai menunggu Ibu Anggi untuk mengajari aku bahasa Inggris.


"Selamat siang!" sapa Bu Anggi padaku. Dia datang dengan berseragam.

__ADS_1


"Siang. Silahkan masuk Ibu. Aku dari tadi sudah menunggu ibu. Mari ke sini." aku mempersilahkan Ibu Akan duduk bareng di kursi tamu.


"Maaf, Ibu datangnya telat. Ibu sebenarnya mau ijin karena di rumah sedang tidak ada orang, tapi untungnya ada Luna di rumah." jelas Bu Anggi padaku.


"Jadi yang jagain rumah ibu itu si Luna ya Bu..?"


"Iya."


"Pasti cantik!"


"Apa, maksud Nak ARKA, Luna yang Ibu ceritakan barusan. Hihihi. Ya ampun ARKA, Luna yang di maksud Ibu itu kucing bukan manusia." jelas Ibu Anggi padaku sambil tersenyum lucu.


"Oh gitu. Alasan memang ibu ini. Lain kali kalau bilang yang jelas dong Ibu. Bikin penasaran saja." aku jadi kesal. Jam belajar pun di mulai. Ibu Anggi mulai membacakan materi yang akan di sampaikan padaku.


"We usually Stay in the water. We are..?" Ibu Anggi bertanya.


"Artinya apa Arka?" Ibu Anggi bertanya.


"Kita biasanya tinggal di air bersama. Kita adalah..?" aku jawab dengan suara jelas.


"Apa jawabnya?"


"Ikan." jawab Arka.


"Bagus. Itu benar sekali. Ikan adalah makhluk yang tinggal di dalam air. Jadi ikan tidak dapat hidup di darat." jelas Anggi kali kedua.


"Lanjut baca!"


"Every morning, Lura go to school by..?"


"Bus."


"No, Lura go to school every morning by motor cycle." Bu Anggi jawab. Aku lalu mengisinya dengan pensil. Kegiatan itu berlangsung selama satu jam. Ibu Anggi pamit setelah pukul empat sore.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2