
Setelah puas berbelanja dan memutar mutari mall tersebut, akhirnya Jack mengajak Ayu untuk kembali ke mobil
Mereka akan segera pulang kerumah dengan membawa segudang belanjaan yang sangat banyak..
Ayu di buat kaget setelah menyadari jika apa yang mereka beli ternyata sudah memenuhi kursi belakang mobil beserta bagasi mobil milik majikan nya itu
Bahkan dia dia tidak mengeluarkan uang belanja sepeserpun karena semua belanjaan yang mereka beli menggunakan kartu kredit unlimited milik tuan nya...
"Ya Tuhan... ternyata kita belanja sangat lah banyak tuan, aku benar-benar tidak menyadari nya"
Ucap Ayu melotot kan kedua mata nya dengan sangat sempurna, bahkan dia telah membuka mulut nya juga tanpa dia sadari..
Jack yang melihat reaksi berlebihan dari Ayu pun langsung menutup mulut Ayu menggunakan tangan nya..
"Tutup mulut mu Ayu, atau lalat akan masuk ke dalam mulut mu"
Ucap Jack membuat Ayu merasa sangat malu, bagaimana bisa dia bersikap tidak anggun sama sekali...
"Oya, uang belanja untuk minggu ini menjadi milik mu, kau simpan baik baik, atau kau mau aku buka kan rekening bank saja, agar aku lebih mudah mentransfer uang nya? "
Tanya Jack menatap Ayu dengan intens,
"Hah... tuan, apakah ini tidak terlalu berlebihan? "
"Tentu saja tidak, aku senang karena bisa berbagi, kau tahu sendiri kan Ayu, jika uang ku itu sangat lah banyak, aku sampai bingung harus bagaimana cara untuk menghabiskan nya"
__ADS_1
"Baiklah... terimakasih tuan, tapi apakah saya boleh membeli sesuatu menggunakan uang yang Anda berikan ini? "
"Memang nya kau mau membeli apa Ayu? "
Tanya Jack yang penasaran, Ayu langsung menundukkan wajah nya, dia takut untuk mengatakan nya,..
"Emmm,... saya ingin membeli Handphone tuan! "
Jawab Ayu dengan sangat pelan..
"Oh..., tentu saja boleh, tapi ada syaratnya...!
" Apa tuan? "
Tanya Ayu dengan bahagia..
"Tuan, tapi saya ingin menghubungi nomor ibu saya, apakah boleh jika saya menyimpan dua nomor di dalam handphone saya nanti? "
"Baiklah... aku akan mengizinkan nya,tapi... aku akan menyadap nomor Handphone milik mu.. "
"Apa...!!! tapi kenapa tuan, bukan kah saya hanya akan menelfon ibu saya? "
"Saya tahu Ayu, tapi saya takut jika kau menceritakan yang jelek jelek tentang ku kepada ibu mu itu, jadi aku akan menyadap nomor Handphone mu agar kau tidak bisa mengadu apa apa kepada ibu mu"
Ancam Jack dengan menatap tajam, tak lupa juga dengan senyuman menyeringai nya yang membuat Ayu tidak dapat membantah...
__ADS_1
"Baiklah jika itu yang tuan mau, saya akan mengikuti nya"
"Bagus... kau adalah pelayan ku yang sangat penurut Ayu"
"Terimakasih tuan"
jawab Ayu dengan menahan kesal di dalam hati,...
Setelah itu mereka mulai melanjutkan perjalanan menuju ke arah markas...
Beberapa jam kemudian, akhirnya kini mereka sudah tiba di dalam markas,
Jack langsung memerintah kan para anak buah nya untuk mengangkat semua belanjaan yang ada di dalam mobil untuk masuk ke dalam rumah...
Dan setelah itu, Jack mengajak Ayu untuk duduk di kursi tamu guna melanjutkan pengadilan yang belum selesai Jack lakukan...
"Tuan, saya ingin segera ke dapur, Untuk menyusun barang belanjaan yang sudah kita beli"
Ucap Ayu yang berusaha menghindar, tapi dengan cepat, Jack langsung memegang tangan Ayu agar tidak bangkit dari duduk nya...
"Tetap disini Ayu, karena aku akan menghakimi mu saat ini"
"Apa...! memang nya tuan mau membahas masalah apa? "
"Tentu saja membahas masalah di dalam mall tadi, aku ingin mengetahui dari mulut mu sendiri, siapa pria sombong dan juga ibu rempong yang ada di mall tadi, dan apa hubungan mereka dengan mu Ayu? "
__ADS_1
tanya Jack menatap dengan tajam, Membuat Ayu merasa seperti di kuliti hidup hidup saat ini...