Gairah Cinta Mafia Karatan

Gairah Cinta Mafia Karatan
Jack melamar Ayu


__ADS_3

Jack tersenyum menyeringai saat mendengar teriakan dari ibu Ningsih tersebut,


Di dalam hati nya Jack mencoba untuk menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya itu, jika dia bahkan sudah menikmati wanita yang saat ini sedang dia peluk saat ini..


"Lepas kan tangan mu tuan.. putri ku masih suci, belum pernah tersentuh oleh laki laki-laki mana pun tuan"


Ujar ibu Ningsih memohon, dengan cepat Jack langsung melepaskan pelukkan nya di tubuh Ayu..


Sedangkan Ayu saat ini sudah memandang wajah ibu nya dengan perasaan panik, jangan sampai ibu nya mengetahui jika diri nya saat ini sudah bukan lah wanita suci lagi..


Ayu merasa bersalah karena telah menutupi aib tersebut dari ibu nya, tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur, demi kebebasan nya dari perjodohan bersama pria tua bangka maka Ayu harus siap menepati janji nya tersebut


Jack yang mengetahui kepanikan Ayu pun langsung mengajak wanita itu untuk duduk di kursi yang ada di rumah ibu Ningsih..


"Duduk lah bu, aku ingin membicarakan sesuatu kepada mu"


Ajak Jack dengan nada sopan, dia akan berusaha menjadi pria yang lebih baik lagi saat berbicara dengan calon ibu mertua nya


Dengan perlahan ibu Ningsih mulai duduk mengikuti perintah Jack..


Dia menatap Jack dan Ayu secara bersamaan..


"Ada apa ya tuan? apakah ada masalah soal pria yang di jodoh kan oleh Ayu? "


"Hemmm..... aku sudah menemui pria itu, dan aku sungguh sangat terkejut saat mengetahui pria macam apa yang akan kau nikahi kepada Putri mu sendiri, apakah kau telah terkena rabun senja saat ini? "


Tanya Jack menyindir , membuat ibu Ningsih langsung menetes kan air mata nya..


"Maafin ibu Ayu... ibu benar-benar tidak mampu berbuat apa apa, Marco telah mengancam ibu , dia memanfaatkan kebaikan nya di saat bersama almarhum ayah mu, dan kita sudah lama melarikan diri dari dirinya tapi tetap saja, kita akhirnya harus kembali lagi ke kampung ini, maaf nak"


Jelas ibu Ningsih dengan penuh penyesalan , dengan cepat Ayu lang berlari dan duduk di samping ibu nya, dia menenangkan wanita yang menjadi ibu kandung nya tersebut..


"Jangan bersedih ibu, Ayu sangat tahu jika ibu terpaksa melakukan ini, lagian sekarang semua masalah nya sudah terselesaikan dengan baik, Kakek tua itu tidak akan menganggu kita lagi ibu"


"Benarkah Ayu...! baga bisa begitu nak...! apakah kamu yakin jika pria tua itu tidak akan menganggu kita lagi"


"Tentu saja aku yakin buk, karena Kakek Marco sudah jatuh miskin dalam waktu satu jam, jangan kan untuk menganggu kita bu, mungkin untuk membiayai ke 29 istri nya pun kakek Marco sudah tidak mampu"

__ADS_1


"Ya Tuhan..., bagaimana mungkin bisa seperti itu, apakah ini semua karena ulah dari tuan Jack? "


Tanya ibu Ningsih menatap ke arah Jack, membuat Jack mulai tersenyum sombong..


"Tentu saja karena ulah ku, memang nya siapa lagi yang bisa melakukan hal ini dalam waktu satu jam"


"Oh... terimakasih tuan Jack, anda benar-benar telah menolong banyak nasib orang lain, aku sangat bersyukur tuan"


Ucap Ibu Ningsih berlutut di depan kursi yang Jack duduki, dan hal itu membuat Jack dan Ayu merasa sangat terkejut, bagaimana mungkin wanita yang di sebut ibu itu malah berlutut di depan Jack...


"Jangan seperti ini, kau tidak pantas berlutut di depan ku ibu Ningsih"


Ucap Jack menaikan kedua kaki nya di atas kursi, begitu juga dengan Ayu, wanita itu langsung membantu ibu nya agar bisa berdiri kembali...


"Ibu.. ayo bangkit lah, tuan Jack tidak suka melihat ibu bersikap seperti itu"


"Maaf jika aku telah berlebihan tuan, tapi jujur aku merasa sangat lah senang, oya ibu sudah memasak makan sore untuk kalian, ayo sekarang kita makan terlebih dahulu"


Ajak Ibu Ningsih kepada Ayu dan juga Jack, sedangkan anak buah Jack akan makan di gubuk kecil yang ada di luar rumah ibu Ningsih...


****


Niat hati besok Jack akan menyampaikan niat baik nya untuk melamar Ayu secara langsung, dia sudah bertekad jika akan mengikat Ayu dengan janji sakral pernikahan agar tidak ada yang bisa merebut wanita itu dari tangan nya kembali...


Dan saat ini Jack sedang memantau keadaan di dalam rumah sederhana tersebut,


Seperti nya ibu Ningsih sedang berada di dapur, entah apa yang dia lakukan, Jack pun tidak mau tahu soal itu,


Karena saat ini dia memiliki misi yang lebih penting, yaitu masuk ke dalam kamar Ayu untuk meminta jatah tipis tipis sebelum tidur...


Brakkk...


Setelah berjalan dengan penuh kewaspadaan akhirnya Jack sudah berhasil masuk ke dalam kamar milik Ayu, Jack langsung menutup pintu tersebut dan mengunci nya dengan sangat rapat..


Jangan sampai tingkah nya ini malah akan di pergoki oleh sang ibu mertua,


Dan saat Jack berbalik badan, Tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan keberadaan Ayu yang sudah berdiri menatap ke arah dirinya..

__ADS_1


"Tuan... kenapa tuan masuk ke dalam kamar saya? nanti jika ibu saya tahu bagaimana? "


Tanya Ayu mulai panik, membuat Jack langsung berjalan dan menutup mulut Ayu dengan rapat..


"Jangan berisik Ayu, karena aku bisa masuk kedalam kamar mu ini, penuh dengan perjuangan, Ayu.. sekarang ayo kita duduk di atas ranjang, ada hal penting yang ingin aku katakan kepada mu"


"Baik tuan"


Jawab Ayu menurut, dan kini mereka berdua sudah berada di atas ranjang, duduk dengan saling berhadapan antara satu sama lain...


"Ayu.. dengarkan perkataan ku Baik baik, karena aku tidak pandai untuk mengulang nya kembali"


"baik tuan, katakan lah, aku pasti akan mendengar kan nya"


"Ayu... aku...berniat akan melamar mu, aku ingin meminta mu agar kau menjadi istri ku, menjadi pendamping ku seumur hidup dan menjadi ibu untuk semua anak anak ku, aku akan melamar mu besok Ayu, kepada ibu mu secara langsung, dan aku tidak menerima penolakan, kau jangan pernah berani berani nya untuk menolak ku Ayu"


Jelas Jack dengan sedikit mengancam, membuat Ayu menjadi sangat merasa terkejut...


"Tuan.. apakah tuan sedang bercanda? '


" Tidak Ayu, mana mungkin aku bercanda, aku ini serius, kau tahu bukan jika aku tidak bisa bersikap romantis, aku hanya mengatakan apa yang ada di hati ku, jadi tidak ada kata penolakan untuk lamaran ku ini Ayu, kau wajib menerima nya"


"Hah...,Baik lah saya mengerti tuan"


"Apa... jadi bagaimana dengan Jawaban nya! kau menerima ku kan? "


Tanya Jack tak sabar..


"Iya, tentu saja saya menerima tuan, bukan kah tuan sendiri yang mengatakan jika tidak ada penolakan, yang ada hanya ke wajiban untuk menerima nya"


"Haha.... kau benar, kenapa aku jadi lupa begini"


Ujar Jack merasa malu.., sejujurnya jantung Jack saat ini benar-benar sedang berdetak dengan kencang, dan dia berusaha untuk menutupi perasaan nya tersebut..


"Baiklah... karena kau sudah menerima lamaran ku, maka malam ini juga kau harus melayani ku seperti biasa Ayu"


"Apa....!!

__ADS_1


Teriak Ayu terkejut


__ADS_2