Gairah Cinta Mafia Karatan

Gairah Cinta Mafia Karatan
Kekalahan Marco


__ADS_3

Setelah puas mengerjai pria tua bangka tersebut, Jack langsung menarik tangan Ayu agar berada di belakang tubuh nya.


sedangkan Marco masih terus menjerit frustasi di bawah lantai gerbang..


"Kalian berdua harus aku habisi, dasar penghianat, wanita tidak tahu diri, dimana hati mu Ayu, sehingga kau tega menduakan aku "


Teriak Marco masih tak Terima, mereka semua mulai tertawa dengan pelan, seperti nya pria bau tanah ini benar-benar sedang mengalami siklus terakhir masa pubertas, yang terjadi sebelum nyawa dari orang tersebut di cabut oleh sang malaikat..


Bahkan ke enam bodyguard yang berada di belakang tubuh Marco pun mulai tertawa dengan pelan..


Mereka tidak mengetahui jika bos mereka benar-benar adalah lelaki yang tidak sadar diri..


Bagaimana mungkin wanita cantik seperti Ayu, di paksa menikah dengan pria bau tanah seperti seorang Marco..


Jack mulai menggeleng gelengkan kepala nya, seperti nya lawan nya kali ini benar-benar sangat menyedihkan, bagaimana mungkin seorang mafia kejam seperti dirinya harus adu jotos dengan seorang pria tua seperti Marco...


"Ck.. ck... kau sangat lah memalukan pak tua, bukan kah istri mu ada 29 orang, kenapa juga kau malah membuang waktu mu disini, seharusnya kau lebih memilih menemani mereka di atas ranjang, berusaha memberikan kepuasan kepada 29 istri mu itu jangan sampai istri istri mu malah mencari seorang berondong karena kau tidak mampu memuaskan mereka "


Ucap Jack menghina...


"Dasar biadab, mulut mu sangat tajam dan beracun, pantas nya kau aku habisi kau sekarang juga.. "


"Hahaha.... ya sudah jika kau mau menghabisi ku, apakah perlu jika kita melakukan duel"


"Boleh... apa kau kira aku takut kepada mu hah! "


"Baik lah.. karena kau adalah saingan ku, maka aku akan mengajak kau duel, sekarang cepat bangun, kita akan berkelahi sekarang juga"


Tantang Jack sambil mengambil ancang ancang..


Marco mulai bangkit dari duduk nya, dengan di bantu oleh para bodyguard yang ada di belakang nya..


Setelah berdiri kembali, Tiba-tiba saja Marco menaruh tongkat nya di tengah tengah paha, seperti orang yang sedang menjepit..


Lalu dia mulai membuka kancing baju kemeja nya secara satu persatu, sambil terus menatap Jack dengan tatapan membunuh,


Setelah sepuluh menit kemudian, akhirnya baju yang dia kenakan mulai terbuka dengan sempurna, setelah itu Marco membuang baju milik nya secara asal..


Hingga tampak lah tubuh tua renta yang di hiasi dengan tulang belulang berlapis dengan kulit berwarna kecoklatan..


Pria itu bergaya layak nya seorang anak muda berusia 30 tahun, dengan memegang tongkat, Marco mengambil ancang ancang untuk menyerang Jack...


"Ayo kita bertarung, lawan aku jika kau bisa"

__ADS_1


Ucap Marco menantang, membuat Jack dan yang lain nya mulai tertawa hingga terpingkal pingkal...


Ayu yang menyaksikan kegilaan dari orang tua tersebut pun mulai ikut tertawa, bagaimana mungkin kakek tua seperti dia sangat berani menantang bos mafia seperti Jack...


"Hahaha..... gila, dasar gila, bahkan tubuh mu saja sudah tidak meyakinkan untuk menerima pukulan dari ku.. hahaha... bagaimana mungkin aku memukul tulang belulang seperti mu"


Ucap Jack tertawa cekikikan, sedangkan Marco mulai meradang karena teru di hina dan juga di tertawa kan,


Bahkan para anak buah nya juga ikut menertawakan diri nya , membuat Marco semakin merasa kesal...


"Diammmmmm.........


Teriak Marco dengan suara serai nya..


Hingga detik kemudian....


Taaakkkkk...........


Tongkat sakti milik Marco sudah bertengger manis di atas kepala Jack..


Membuat Jack yang sedang tertawa sambil mebungkukkan badan nya itu pun mulai menghentikan tawa nya dan menatap ke arah orang yang sudah berani memukul kepala nya dengan lumayan kuat...


Kau... berani sekali kau mengetok kepala ku hah kakek tua"


"Serang dia sekarang juga, dan habisi dia hingga hancur lebur"


Ucap Marco berteriak, dengan cepat para anak buah nya mulai menyerang Jack, begitu juga dengan Dio dan yang lain nya, mereka membalas serangan yang di berikan oleh Marco tersebut...


"Hiatt... hiat.....


Suara pertengkaran terdengar sangat keras, membuat orang orang yang melihat nya akan berterika histeris, untung saja rumah kediaman Marco sangat jauh dari rumah para penduduk lain nya,


Sehingga saat terjadi perkelahian tersebut, tidak ada warga yang dapat mengetahui nya..


Setelah berhasil melumpuhkan para bodyguard milik Marco, kini Jack mulai berjalan ke arah Marco..


Dia akan memberikan pelajaran untuk tai bangka tersebut...


Greepp....


"Akhh.... lepaskan aku"


Suara menggelegar dari Marco mulai terdengar di telinga mereka semua, kini Jack surat berhasil mengalahkan musuh, dia bahkan mencengkram leher Marco dengan sangat kuat, membuat pria tua itu menjerit kesakitan dan tak bisa bernafas...

__ADS_1


"Ini balasan untuk pria tidak tahu diri seperti mu, sekarang aku peringatkan kepada mu pria tua, sekali saja kau berani mengusik Ayu bersama ibu nya, maka aku tidak akan segan segan menghancurkan mu Marco sialan.. "


"Iya... aku.. aku berjanji tidak akan menganggu ibu nya Ayu dan juga Ayu lagi"


"Akan aku pegang omongan ini Marco, kau tahu bukan jika saja kau sampai aku bunuh, bagaimana dengan nasib semua istri mu yang sampai ke 29 itu, jadi aku tidak akan membunuh sekarang"


"Aku janji tidak akan mengganggu mereka lagi, mohon lepaskan aku"


"Baiklah... akan aku lepaskan sekarang juga, karena aku harus segera kembali kerumah ibu mertua ku lagi"


Jawab Jack melepaskan cengkraman nya secara kasar...


setelah itu Marco mulai terbatuk batuk, kali ini dia benar-benar sudah salah memilih korban, karena Ayu bukan lagi wanita sembarangan seperti dulu..


"Kalian semua, urus pria tua ini, jadikan dia miskin dalam sekejap"


" Baik bos"


jawab mereka kompak, setelah itu para anak buah Jack mulai berlari ke arah rumah milik Marco,


Jack akan membuat Marco merasakan bagaimana sakit nya menjadi orang susah, hal yang lebih membuat orang dapat menderita secara jiwa dan juga raga


Dan Jack akan memberikan kenang kenangan untuk diri nya dan juga Ayu jika mereka pernah mengalami persaingan kepada seorang kakek tua..


"Bagaimana Ayu.. ! apakah kau sudah puas sekarang? "


tanya Jack tersenyum menyeringai.


"Sudah tuan, jika kakek Marco miskin, maka dia tidak bisa sok berkuasa lagi,aku rasa itu adalah hal terbaik dari pada kematian tuan"


"Tentu saja, lain hal nya jika dia memang sudah susah, jadi kalau mau di buat susah pun dia akan tetap santai, "


"Tuan... bagaimana jika kita kembali kerumah sekarang, seperti nya cuaca nya sudah mau gelap"


"Baiklah... para anak buah ku akan mengurus nasib Marco, sekarang ayo kita pulang terlebih dahulu"


Ajak Jack sambil merangkul bahu Ayu dengan mesra, mereka berjalan melewati jalanan yang tidak terlalu ramai tersebut,


Hingga tiba di depan rumah Ayu pun Jack belum juga melepaskan pelukkan tersebut...


"Tuan Jack.. apa yang kau lakukan kepada putri ku"


Teriak ibu Ningsih terkejut....

__ADS_1


__ADS_2