
"Siapa yang telah menantang ku hah! "
Teriak seorang pria dengan suara serak dan tampak seperti sudah tua renta,
Jack dan para anak buah nya langsung menatap ke arah asal suara tersebut,
Mereka sampai berjinjit agar bisa melihat siapa orang di balik tubuh para bodyguard yang berbaris di depan mereka saat ini...
"Siapa itu, apakah kau mau menipu kami, cepat kalian minggir sekarang juga"
Teriak Jack merasa kesal...
Tak lama kemudian, para keenam bodyguard tersebut langsung menyingkir dari depan gerbang,
mereka memberikan jalan untuk sang bos besar agar bisa keluar menemui pria yang sudah datang menantang diri nya...
Hingga detik kemudian, Jack dan para anak buah nya bisa dapat melihat dengan jelas,
Siapa yang telah datang dan berdiri menatap ke arah Jack dengan tatapan tajam..
"Berani sekali kau menantang seorang Marco preman sialan"
Teriak pria tersebut dengan suara yang serak seperti tersisa hanya sedikit, Jack langsung melotot kan kedua mata nya..
Apakah dia tidak salah dengar, dengan ucapan pria tua itu,..
Tidak mungkin kan pria yang bernama Marco yang menjadi saingan nya tenyata adalah sesosok pria tua keriput yang sudah peot dan juga bau tanah,
Sekali lagi Jack ingin memastikan perkataan kakek tua itu lagi, jangan sampai dia menjadi malu karena telah salah menebak..
Dengan memasang wajah tak kalah sangar Jack mulai berjalan ke arah pria
Dia bergaya layak nya seorang pemalak di tengah jalan..
"Hey kakek tua...! aku tidak memanggil mu ataupun mengundang mu,jadi lebih baik kau masuk sekarang juga, karena aku hanya mempunyai urusan kepada Marco"
Ucap Jack sambil menunjuk kakek tua renta tersebut..
Tak lama kemudian, kakek tua itu mulai menghentakkan tongkat milik nya ke atas lantai, dia memasang wajah marah setelah mendengar perkataan Jack untuk dirinya..
"Dasar preman sialan, apa kau sedang mengejek ku hah.., aku adalah Marco orang yang sedari tadi kau cari bodoh"
"Apa......,!!!! Jadi Marco itu adalah kau..., seorang kakek tua yang sudah peot dan juga renta.. hahhaha......, gila... ini benar benar gila Ayu... "
__ADS_1
Ucap Jack menjerit dan tertawa seperti orang gila, pria itu sampai memegangi perut nya karena merasa sangat lucu dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui...
"Ayu.... bagaimana bisa aku pria setampan ini, bersaing dengan seorang pria bau tanah Seperti dia.., ini benar benar gila Ayu.. hahaha..... "
Jack terus tertawa cekikikan, membuat Ayu dan juga Marco hanya diam menatap heran...
Tak lama kemudian, Marco kembali memukul tongkat milik nya, tepat di kepala Jack..
Membuat pria itu langsung terkejut dan menghentikan tawa nya
Plukkk ........
"Aww.... hey kau kakek tua, berani sekali kau mengetok kepala ku menggunakan tongkat mu itu hah! "
Teriak Jack menatap marah.. sambil mengusap Kepala nya yang terasa sangat sakit
Marco langsung tersenyum mengejek ke arah Jack, dan dia berusaha berdiri dengan tegak menggunakan tongkat milik nya,
"Hahaha.......itu balasan untuk mu, agar kau bisa bersikap sopan kepada orang tua,"
"Cih... orang tua seperti apa memang nya kau, kau itu hanya orang tua yang tidak sadar diri, bagai mana bisa pria bau tanah Seperti mu malah ingin menikahi seorang wanita muda seperti Ayu, dasar tidak sadar diri"
Maki Jack dengan wajah memerah,
Tanya Marco tersenyum menyeringai, hingga detik kemudian pria tua itu mulai menatap ke arah Ayu,
"Ayu... kau sudah pulang ternyata, kau pasti merindukan diri ku kan, makan nya kau langsung mengunjungi rumah kita"
"Cih... dasar tua bangka sialan, tidak tahu diri,berani sekali kau mengatakan hal menjijikkan seperti itu, apa kau mau aku habisi sekarang juga kakek tua"
"Kenapa kau marah preman pasar, aku kan berbicara dengan calon istri ku sendiri, lihat kan sekarang dia menjadi takut karena ulah mu"
"Diam..... kau benar benar orang tua paling menyebalkan di seluruh dunia, dan orang tidak tahu diri seperti mu, sangat patut untuk di habisi secepatnya "
"Hahahha........ benarkah...! apakah kau mau melawan ku sekarang? "
Tanya Marco menantang Jack...
Ayu yang melihat keadaan semakin tidak terkendali pun langsung berlari ke tengah tengah mereka,
Dia akan mencoba menghentikan pertengkaran agar tidak terjadi pertumpahan darah..
"Hentikan..., tolong jangan bertengkar terlebih dahulu, biarkan aku membicarakan ini kepada kakek"
__ADS_1
"Apa... kakek,! kenapa kau memanggil calon suami mu sendiri kakek Ayu, mas...., panggil aku dengan sebutan Mas Marco"
Ucap Marco pede, membuat Jack kembali meradang dengan sikap tak sadar diri dari pria tua tersebut..
"Cih.... benar benar menjijikkan, Ayu... tidak perlu ada negosiasi apa pun lagi, orang seperti dia tidak akan mau di ajak berdamai"
"Aku tahu tuan, tapi setidaknya... kita harus menjelaskan semua nya, agar tidak ada pemaksaan lagi"
"Memang nya apa yang ingin kau jelaskan calon istri ku? "
Tanya Marco menatap dengan senyum menjijikkan, Ayu mencoba untuk tetap tenang, semoga saja pria tua renta itu, mau melepaskan diri nya
"Kakek, aku sampai detik ini pun masih menghormati dirimu, karena aku sudah menganggap kau sebagai layak nya seorang kakek, dan soal permintaan mu yang ingin menjadikan aku sebagai istri ke 30 mu, maaf aku menolak nya kakek, aku sungguh tidak bisa, jika menyangkut hutang balas budi, maka aku akan membayar nya dengan berbentuk uang"
Brakkk ....
Marco mulai memukul tongkat nya dengan kasar, dia benar benar tidak bisa menerima penolakan dari wanita yang akan dia jadikan istri nya tersebut,,
"Tidak,,, aku tidak bisa menerima nya Ayu, apa pun yang terjadi kau harus menjadi istri ku yang ke 30"
"Gila... dasar orang tua gila, kau sudah mempunyai istri sebanyak 29 pun masih belum puas juga dengan apa yang sudah kau miliki, , dan sekarang kau malah mau mengambil calon istri ku yang akan aku jadikan istri ku satu satu nya, dasar manusia serakah, aku tidak akan membiarkan itu terjadi pria bau tanah"
Teriak Jack langsung memeluk tubuh Ayu dengan erat...
"Apa yang kau lakukan ? kenapa kau memeluk calon istri ku"
Teriak Marco tak Terima...
"Hahaha.... asal kau tahu saja, wanita yang kau sebut calon istri mu ini, kini sudah menjadi milik ku seutuhnya, dia sudah lama menjadi teman tidur ku, bahkan aku memakai nya setiap malam, sekarang kami tinggal menunggu,Bibit unggul yang aku tanam akan tumbuh di perut Ayu, dan aku sangat yakin, jika bibit unggul ku saat ini sudah mulai berbentuk biji jagung..."
Jelas Jack membuat Marco menjadi marah dan meradang
"Tidak.. kau pasti bohong, kau hanya orang suruhan dari wanita ini kan, "
"Oh... jadi kau tidak percaya ya..? Baik lah jika begitu aku akan membuktikan nya di depan mata mu"
Ucap Jack langsung menarik tubuh Ayu agar menatap ke arah diri nya..
Setelah itu, Jack langsung mencium Ayu dengan sangat bergairah, begitu pun dengan Ayu, dia sengaja membalas ciuman majikan nya tersebut agar Marco mau mempercayai perkataan dari majikan nya itu...
Sedangkan Marco langsung membulatkan kedua mata nya, hingga akhir nya dia luruh dari berdiri nya dan duduk di atas lantai gerbang tersebut..
"Cukup... kalian berdua benar-benar memalukan"
__ADS_1
Teriak Marco frustasi...