
Bab 38
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kabar berita kehamilan shakila pun sudah sampai di telinga Camila dan nenek nya,dokter yang memeriksa shakila melaporkannya secara langsung pada charlie selaku pemilik rumah sakit dan sahabat Anggara.
Begitu juga dengan mama nya Anggara, beliau juga mengetahui kehamilan shakila dan Anggara yang mengatakan wanita itu kesana. Salah satu perawat bayaran yang di suruh mama Anggara untuk mengetahui keadaan Camila saat itu,kini dia memberitahukan mengenai kedatangan anggara yang menggendong wanita bernama shakila. Apalagi wanita itu hamil anak anggara,mama anggara terkejut.
Mendengar kabar itu,seketika mama Anggara tak sadar kan diri. Semua pelayan yang dirumah itu menjadi panik,mereka mencoba membangunkan mama Anggara. Mereka menelpon dokter pribadi kluarga anggara, kemudian tak lama sang dokter pun datang.
Salah satu pelayan dirumah anggara pun mengabarkan kepada anggara mengenai kondisi mama nya yang pingsang tiba-tiba ,mereka menyuruh anggara untuk segera pulang .
"bagaimana keadaan mama sekarang pak" tanya Anggara pada supir mama nya
" sudah lebih baik,karena dokter sudah datang. Dokter bilang,nyonya hanya shock dan kelelahan saja " jawab pak supir
__ADS_1
"baiklah,aku akan kembali besok. Saat ini aku harus memastikan sesuatu" ucap Anggara yang masih menunggu shakila sadarkan diri
Anggara yakin jika mama nya pingsan karena mendengar kehamilan shakila,selama ini dia tau kalau sang mama mengirimkan orang untuk mengikuti dan melaporkan apa pun yang berhubungan dengan nya. Jadi anggara sangat yakin jika berita kehamilan shakila membuat mama nya itu pingsan
Anggara menatap wajah Shakila yang sudah terlihat tidak begitu pucat,wajah nya terus tersenyum membayangkan akan memiliki anak dari wanita yang benar -benar dia cintai. Tatapan nya pun beralih pada perut shakila yang masih rata,ada perasaan haru dan bahagia dihati nya
Tangan Anggara mengelus perut rata milik Shakila sambil tersenyum,dia tidak menyangka akan mendapatkan ganti dari shakila setelah Camila keguguran anak mereka. Mungkin memang sudah jalan nya seperti itu,takdir lah yang membuat nya bertemu dengan Shakila dan melakukannya. Jika tidak, mungkin malam itu mereka ngak akan bercinta.
Shakiĺa membuka mata nya disaat anggara mengelus perutnya,dia menatap tangan juga wajah Anggara secara bergantian. Ada rasa senang dihatinya melihat anggara berada disampingnya dan mengelus perutnya,senyuman di bibir nya pun terukir lembut hingga tiba-tiba dia mengingat terakhir kali nya dia merasakan sakit yang luar biasa diperut nya.
"kenapa aku disini?" tanya Shakila,wajah nya sudah terlihat khawatir. Shakila takut terjadi apa-apa dengan anak nya,walaupun dia tidak yakin jika dia hamil tadi hampir dua minggu dia telat jadi kemungkinan dia hamil.
Mata Shakiĺa sudah berkaca-kaca,dia benar-benar takut jika hal yang dipikirkan nya akan terjadi. Walaupun awal nya dia akan menggugurkan anak yang di kandung nya,karena dia tidak tau apakah dia bisa menjalani pernikahan dengan tidak mendapatkan restu dari mama Anggara.
Biar pun shakila terlihat lebih tegas dan dewasa diluar,tapi hati nya cukup rapuh. Dia berusaha bersikap tegar dan kuat,agar tidak ada yang bisa menyepelekan dirinya juga keluarga nya.
__ADS_1
"Sayang.....kau sudah bangun?Apa ada yang sakit ?" tanya Anggara yang sadar kalau Shakila sudah membuka matanya,tadi dia masih melamun jika anak itu lahir maka dia akan menjaga nya dan memberikan apa pun yang dia mau.
"ada apa dengan ku?Kenapa aku disini !" tanya Shakila lagi,tapi kali ini air mata nya sudah mengalir dipipi nya
"kau baik-baik saja sayang,hanya ..." jawab Anggara tapi langsung dipotong oleh Shakila
"hanya apa?Apa ada yang terjadi saat aku ngak sadar kan diri tadi ?" potong shakila dengan tangisnya yang cukup kuat
Anggara yakin jika Shakila mengetahui kehamilannya,tapi kenapa dia tidak mengatakan apa pun pada nya. Kening nya sudah mengernyit, dia merasa kesal karena shakila menyembunyikan kehamilan nya .
"kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu sedang hamil? dia anak ku,harus nya kamu mengatakan nya " ucap Anggara dengan tatapan tajam ke arah Shakila yang masih menangis.
Shakila bukannya takut,dia justru membalas tatapan anggara dengan tatapan yang tidak kalah tajam nya.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘